Wisata Bahari di Ambon

Ambon terkenal dengan wisata bahari dengan pantai-pantai yang indah. Ada beberapa pantai yang sempat saya kunjungi dalam perjalanan kali ini:

Pantai Pintu Kota – di dusun Airlouw, sebelah selatan pulau Ambon, merupakan pantai karang yang indah. Sekitar 45 menit dari pusat kota Ambon. Ciri khas pantai ini adalah tebing yang menjorok ke laut dengan lubang di tengahnya, seperti pintu gerbang.  Jika anda tiba di sini pada saat air laut surut, akan terlihat bentuk karang yang menyerupai gerbang. Pemandangan yang menakjubkan. Di sini juga merupakan tempat snorkeling yang diminati para turis asing terlebih jika laut sedang tenang. Anda dapat menapaki jalan kecil ke puncak bukit karang dan menikmati hamparan pemandangan spektakular pegunungan Leitimur dan pantai yang menghipnotis mata.

Pintu Kota2Pintu Kota1

 

 

 

 

 

 

Tidak jauh dari pantai Pintu Kota, ada perkampungan Kristen, Waai, di sebelah timur Leihitu, sekitar 24 km dari kota Ambon. Ada belut raksasa yang dianggap keramat oleh warga sekitar, akan dipancing keluar oleh sang pawang dengan beberapa butir telur ayam, dari lubang yang berada di bawah dinding saluran air. Belut akan keluar ke kolam kecil yang airnya sangat bening, tempat warga mencuci pakaian dan mandi. Konon kabarnya, jika kita berhasil melihat belut keramat ini keluar dari lubang dan berenang di kolam kecil itu, artinya akan membawa peruntungan baik bagi yang sedang berkunjung ke sana. Saat itu ada dua ekor belut keluar dari persembunyiannya dan teman seperjalanan saya turun ke kolam memegang belut. Semoga peruntungan baik menyertai kami…☺ Oya, belut di Ambon disebut morea.

Waai1Waai2

Pantai Liang – di perkampungan Liang, di ujung Leihitu. Pantai berpasir putih yang membentang sepanjang garis pantai dan ramai dikunjungi warga setempat karena bertepatan dengan libur Lebaran. Ciri khas pantai Liang adalah adanya dermaga.

Pantai Liang

Pantai Santai – di daerah Latuhalat, Nusa Niwe, sekitar 17 km dari pusat kota Ambon. Hamparan pasir putih dan landai hingga 100 m dari bibir pantai terlihat airnya jernih dan dangkal.  Anda akan ditawari rujak atau pisang goreng oleh warga setempat yang menjajakannya di sepanjang pantai.

Pantai Namalatu – tidak jauh dari pantai Santai.

Di Pantai Namalatu dipenuhi dengan pecahan batu karang. Gelombang lautnya tenang dengan air bergradasi warna biru muda. Di pantai ini kita dapat memancing, berenang, snorkeling, dan juga diving. Banyak  terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang cantik.

Pantai Namalatu

Pantai Natsepa – pantai paling populer di Ambon, berada di tepi Teluk Baguala. Deretan kios yang menjual rujak menjadi pemandangan pertama yang akan dijumpai sepanjang jalan menuju ke resort. Hanya ada satu resort di daerah ini, The Natsepa Resort. Resort ini sedang dalam proses rebranding setelah melepaskan diri dari manajemen Aston Hotels Group sejak Desember 2013. Tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Natsepa3Natsepa1

Natsepa2

Batu Kapal – Larike – di jazirah Leihitu, Maluku Tengah, melewati jalan sempit menanjak dengan suguhan pemandangan luar biasa indah di sisi kiri, memandang lepas ke Teluk Ambon, sementara di kanan jalan adalah hutan yang masih asri. Butuh sekitar satu jam lebih dari pusat kota untuk tiba di lokasi ini, melewati jalan model gang-gang kecil di pemukiman Muslim, melintasi desa-desa seperti Laha, Hatu dan Liliboy. Di sinilah kita dapat merasakan nuansa kehidupan kaum Muslim Ambon. Di tengah laut biru yang mempesona, ada batu besar yang berbentuk bundar.

Batu Kapal

Batu Layar, Larike – Tidak jauh dari lokasi Batu Kapal, kita akan tiba di Batu Layar, yang merupakan ikon desa Larike. Bentuk batu karangnya menjulang tinggi menyerupai layar kapal. Ini salah satu daerah yang layak dikunjungi di Ambon dan seyogyanya dilestarikan dan dipromosikan lebih gencar sebagai tujuan wisata utama di Ambon, selain pulau dan pantainya.

Larike2Larike1

6 hari 5 malam di Ambon ternyata tidak cukup untuk menjelajahi keseluruhan wilayah. Pulau Ora (yang mendapat julukan The Little Maldives of Indonesia) yang berada di sisi utara Pulau Seram, Kepulauan Banda, dengan Banda Neira dan sekitarnya, Pulau Pombo, Hukurila Cave dan lainnya. Saya akan kembali untuk menikmati hembusan angin lautnya, menikmati pasir putihnya, menikmati air laut yang biru membius. Suatu waktu nanti.

Ambon: Mutiara di Timur Indonesia

Foto-foto oleh Ch. S, B.Watt, Siade, Lilian

Semerbak wangi minyak kayu putih memenuhi koper kabin yang saya bawa dan wanginya tetap awet hingga kini meskipun isi koper sudah dikosongkan. Minyak kayu putih dari Ambon yang ditenteng dalam penerbangan 3 jam 8 menit Ambon – Jakarta, ditambah lagi 1 jam 25 menit untuk tiba dengan utuh tanpa tumpah di barat Sumatera.

Minyak kayu putih ini akan selalu mengingatkan saya pada Ambon, destinasi liburan saya baru-baru ini. 6 hari 5 malam cukup untuk menjelajahi kota dan 2/3 pulau Ambon dari ujung ke ujung (kecuali sisi utaranya). Destinasi yang membuat beberapa teman mengetikkan sederetan tanda tanya pada timeline saya ketika dijawab sedang di Ambon. Kamu lagi di Ambon ???? Ngapain liburan ke sana??? Jauh kan. Tiketnya pasti mahal. Apa aman tuh di Ambon? Yang bener aja, liburan koq ke Ambon??? Kekhawatiran ini muncul mungkin karena Ambon sempat diguncang kerusuhan sosial bermotif SARA antara tahun 1999 – 2002.

Ambon menyelinap dalam pikiran dan hati saya ketika seorang sahabat bercerita tentang rencana liburannya ke sana. Keputusan mendadak untuk ikut ke Ambon ternyata meninggalkan kesan yang dalam dan membuka mata saya tentang suasana di Indonesia bagian Timur.

Ambon Manise artinya Ambon yang indah, manis dan cantik. Disebut juga dengan Amboina. Begitu menjejakkan kaki di bandara Pattimura, sudah terasa suasana yang tenang, tidak hiruk pikuk. Ini artinya saya harus siap melambatkan derap hati dan pikiran, menikmati suasana rileks. Ahaaa….inilah tujuannya berlibur. Saya datang ke sini memang untuk mengisi kembali baterai, recharge body and soul.

Peta Ambon

Butuh sekitar 45 menit untuk tiba di pusat kota tempat kami menginap karena lokasi bandara 40 km dari pusat kota yang berada di jazirah seberang (pulau Ambon terdiri dari 2 jazirah besar yang membentuk huruf ‘U’, dengan Teluk Ambon di bagian tengahnya). Kondisi jalan sangat bagus dan lingkungan bersih, jalanan tidak terlalu ramai. Terlihat bahwa Ambon sudah berbenah diri dan berpotensi untuk menjadi salah satu kota yang akan maju pesat di timur Indonesia. Jika Jembatan Merah Putih, jembatan yang menghubungkan 2 jazirah tersebut selesai tahun depan, waktu tempuh bandara – kota ini akan dipersingkat menjadi lebih kurang 10 menit saja.

Dua teman baru kami di Ambon, dengan semangat langsung menyusun daftar tempat yang akan dikunjungi dalam beberapa hari ke depan. Kebanyakan turis asing berkunjung ke Ambon untuk tujuan utama snorkeling atau menyelam menikmati keindahan pemandangan bawah laut di pulau-pulau eksotik Maluku. Tapi kali ini tujuan kami adalah menikmati suasana kota, menyusuri pulau Ambon dan wisata kuliner.

Ambon merupakan potret kota yang plural karena ada beberapa etnis di sini : Alifuru (asli Maluku), Jawa, Bali, Buton, Bugis, Makassar, Papua, Melayu, Minahasa, Minang, Flobamora (suku Flores, Sumba, Alor dan Timor) dan orang-orang keturunan asing (komunitas peranakan Tionghoa, komunitas Arab-Ambon, komunitas Spanyol-Ambon, komunitas Portugis-Ambon dan komunitas Belanda-Ambon).

Untuk beberapa hari ke depan, kami akan membiasakan diri dengan panggilan Usi, Bu(ng), Caca atau Abang. Usi dan Bu(ng) adalah panggilan untuk wanita dan pria Kristen. Caca dan Abang untuk yang Muslim. Hari pertama di Ambon, kami masih beberapa kali memanggil Mbak atau Mas. Hahahah…

Nuansa kultur sebagai kota Kristen terasa sangat kental. Gereja ada di mana-mana. Banyak rumah penduduk yang masih dihiasi dengan aksesori Paskah, dengan salib besar di taman depan rumah atau umbul-umbul aneka ragam. Menarik dan mengesankan. Saya lahir dan besar di barat Sumatera dan terbiasa dengan suara adzan. Sejak kecil rumah saya selalu dekat dengan mesjid dan suara adzan menjadi bagian dari keseharian. Terlebih dalam suasana Idul Fitri begini. Jadi kalau ada yang terasa kurang di Ambon adalah karena saya nyaris tidak mendengar suara adzan selama disini.

Ini bisa terjadi karena ada pembagian wilayah pemukiman secara alami antara warga Kristen dan Muslim. Di setiap perbatasan wilayah selalu ada pos keamanan dan dijaga oleh aparat. Daerah yang paling sering menjadi tempat pertemuan jika ada perselisihan kedua kelompok adalah di Batu Merah. Kita akan melewati daerah Batu Merah jika turun dari bandara menuju ke pusat kota.

Mau Ke Mana di Ambon?

Di Ambon tidak ada taksi, hanya ada angkot, becak dan ojek. Anda dapat menyewa mobil jika ingin mobilitas di sini lebih nyaman. Becak dan ojek mudah ditemui di setiap tempat. Kami sempat menikmati keliling kota Ambon dengan berbecak-ria. Menyusuri jalanan yang masih sepi karena banyak toko yang tutup pada hari Minggu, singgah di pasar tradisional yang suasananya tidak berbeda jauh dengan pasar di tempat saya tinggal, mampir sana-sini dengan dengan bekal beberapa print-out informasi dari web.

Becak

Gereja Katedral – Keuskupan Amboina di jalan Pattimura. Bangunan tua yang masih terawat dan cukup megah. Di halaman samping gereja ada relief yang mengisahkan tentang awal mula misionaris tiba di Ambon, termasuk para misionaris yang tewas terbunuh oleh tentara Jepang pada Perang Dunia II, hingga siapa Uskup Ambon sekarang ini.

Katedral1Katedral2Relief Katedral

 

 

 

Gong PerdamaianGong Perdamaian (World Peace Gong) – di seberang kantor Gubernur Ambon. Ini adalah gong perdamaian dunia yang ke-39 sebagai peringatan tragedi kerusuhan sosial yang bermotif SARA di Ambon.

 

 

 

 

 

 

Lapangan Merdeka – taman luas di depan kantor Gubernur. Ada patung Pattimura di taman ini. Seperti yang kita pelajari dari pelajaran sejarah di bangku SD dulu, Pattimura adalah pahlawan Ambon yang dihormatLapangan Merdekai. Nama aslinya Thomas Matulessy, yang memimpin pemberontakan melawan Belanda pada tahun 1817 dan berhasil menduduki benteng di Saparua. Semua tentara penjaga benteng itu terbunuh kecuali seorang anak Belanda berusia 6 tahun. Karena menyelamatkan nyawa anak kecil ini, Matulessy diberi nama Pattimura oleh warga setempat. Pattimura artinya orang yang baik hati.

 

 

 

Tugu Dolan, berada di tengah kota Ambon yaitu di daerah Kuda Mati, Ini adalah monumen Australia untuk prajurit bernama Dolan yang pada Perang Dunia II mengalahkan banyak tentara Jepang dan tertembak mati ketika menjadi perisai bagi rekan-rekan serdadu lainnya.

Tugu Dolan1Tugu Dolan2Tiahahu Monument

Monumen Christina Martha Tiahahu di Karang Panjang dengan pemandangan ke Teluk Ambon yang indah. Christina adalah gadis muda yang anti kolonial, bertempur bersama ayahnya melawan pasukan Belanda pada awal abad ke-19. Ketika ayahnya ditangkap, Christina melanjutkan perjuangannya dan akhirnya meninggal karena mogok makan.

 

 

 

 

The Commonwealth War Cemetery – kompleks kuburan pasukan sekutu, sebagian besar adalah serdadu Australia, yang tewas pada pertempuran melawan Jepang dalam Perang Dunia II. Lokasi ini dikelilingi oleh taman yang indahWar Cemetery dan sering dipakai sebagai lokasi foto-foto pre-wedding oleh pasangan calon pengantin di Ambon. Peperangan menyisakan keterikatan yang kuat antara warga Australia dengan Ambon hingga saat ini. Setiap tahun di sini diadakan lomba perahu layar (Sail Banda) dari Darwin ke Ambon.

Satu hal yang menarik adalah – berbeda dengan kota-kota lain – hampir semua tugu, patung ataupun taman yang dijadikan sebagai objek monumental, sampai sekarang masih terawat dengan rapi. Hmm … ungkapan ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya’ terasa sangat bermakna disini.

Goa Maria Airlouw – di Latuhalat. Ini menjadi destinasi tambahan dalam daftar rute kami karena informasi dari salah satu warga gereja yang kami temui Minggu malam pertama di Ambon. Dengan berbekal informasi seadanya, kami mencoba menelusuri daerah Latuhalat dan akhirnya tiba di pemukiman Kristen Airlouw. Tempatnya cukup terpencil namun penduduk setempat sangat ramah dan dengan senang hati memberikan petunjuk arah.

Airlouw2Airlouw1Airlouw3 bata

Ternyata, kompleks ini sangat indah dan masih dalam pembangunan. Direncanakan pada bulan Oktober 2015 akan diresmikan. Yang menarik adalah dinding bangunan gereja kecil itu dibuat dari batu bata bubur kertas. Menurut bapak penjaga gereja, ada seorang misionaris berkebangsaan Austria yang mengajarkan penduduk membuat batu bata dari bubur kertas. Ini adalah teknik yang digunakan untuk membangun rumah anti gempa di Aceh. Batu bata itu akan melekat kuat dengan semen jadi tidak mudah roboh jika terguncang gempa. Penduduk desa ini hampir semua berasal dari pulau Seram.

 

 

Museum Siwalima – di daerah Latuhalat. Berisi peralatan perang pasukan Pattimura dulu.

 

Siwalima1Siwalima2

 

Mesjid Al FatahMesjid Al Fattah berada di Jl. Sultan Baabulah pusat kota yang sekaligus menjadi batas antara pemukiman Muslim dan Kristen.

 

 

 

 

 

 

Desa Alang

 

 

 

Desa Alang – di desa ini ada gereja yang cukup megah bernama Imanuel. Posisi gereja yang berada di atas sebuah bukit yang sangat asri dan dikelilingi jalan membuat suasananya terasa teduh.

 

 

Hampir seminggu di Ambon, waktu terasa berputar lebih lambat. Makna dari sebuah perjalanan berbeda untuk setiap orang, namun bagi saya, tujuan utama suatu perjalanan adalah untuk recharge energi, hati dan pikiran. Pulang membawa setangki penuh energi baru, kesan baru, satu bab tambahan dalam lembar kehidupan yang akan menjadi kenangan baru, dan yang tidak kalah penting, saya mendapat dua teman baru di sana.

Body Image

Sahabat saya berkeluh kesah soal puterinya yang saat ini berusia 13 tahun dan  mulai sering melewatkan makan siang atau makan malam dengan alasan badannya sudah terlalu ‘berisi dan tebal’. Merasa tidak percaya diri  jika memakai rok pendek atau baju yang ketat dan trendy.. Si puteri selalu butuh waktu lama memilih pakaian dan bolak-balik mematut diri di depan cermin ketika akan  diajak keluar makan atau ke mal.  Ia  terobsesi memiliki tubuh yang langsing seperti model-model dalam Fashion TV, acara yang paling sering ia tonton. Ada rasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya (negative body image) dan berdampak pada rasa percaya diri ketika harus tampil di depan umum, di sekolah atau berada di antara teman-temannya.

American Psychological Association (APA) pada tahun 2007 melaporkan hasil survei mengenai body image. Faktor seksualitas remaja puteri dan wanita dewasa memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kecemasan dan  berhubungan langsung dengan body image yang berdampak pada masalah fisik dan psikis individu. Orang dengan berat badan berlebih (overweight) dan yang terlalu kurus (underweight) cenderung memiliki body image yang negatif, terlebih lagi ketika iklan-iklan di media massa terus mempropagandakan sosok tubuh ideal.

Apa itu Body Image?

Body image adalah gambaran mental tentang bentuk tubuh, mencakup perasaan, sikap dan persepsi tentang penampilan fisik. Sejauh mana orang tersebut merasa puas dengan bentuk tubuhnya, bagaimana pentingnya menjaga penampilan fisik agar selalu tampil prima dan ukuran pakaian tidak terus bertambah. Setiap orang, tidak peduli usia maupun gender, bisa punya masalah body image. Orang dewasa ingin ramping. Remaja ingin memiliki tubuh yang lebih tinggi, lebih berotot dan tegap. Seperti keluhan seorang remaja putri, teman anak saya: Seandainya aku lebih tinggi 5 cm lagi, aku akan lebih pe de dan ga usah harus selalu mengandalkan high heels.  Padahal menurut saya, ia sudah cukup tinggi untuk ukuran wanita Asia ditambah lagi dengan wajah yang menarik, cantik alami.

Memiliki body image yang positif (sehat) membuat orang senang dan puas dengan bentuk tubuh dan wajahnya. Sebaliknya body image yang negatif  (tidak sehat) membuat individu merasa tidak bahagia dan berusaha merubah bentuk tubuhnya. Untuk skala yang ekstrim akan berujung pada gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia atau memaksakan diri berolahraga terlalu keras.

Body image bisa berubah-ubah sepanjang hidup kita, tergantung bagaimana rasa percaya diri dan gaya hidup yang kita jalani. Anak yang dididik untuk memiliki body image yang sehat sejak kecil akan memiliki pengertian dan sikap yang sehat tentang kondisi dan perawatan fisiknya.

Ashley Graham, model bertubuh besar, berusia 27 tahun, desainer pakaian dalam, aktivis yang giat mempropagandakan soal mencintai bentuk tubuh apa adanya, ikut serta dalam TEDx Talk di Valencia, Spanyol pada bulan April 2015. Di hadapan 450 penonton,  Graham menceritakan bagaimana ia mengatasi rasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya, dan bagaimana rasa percaya dirinya runtuh ketika tubuhnya makin melar dan bermasalah dengan selulit. Dibutuhkan penerimaan diri yang total untuk mengembalikan rasa percaya diri dengan terlebih dahulu mencintai diri sendiri.  Graham tetap menjadi model yang laris dan menjadi co-founder ALDA, koalisi untuk para model yang berukuran tubuh besar. Gerakan ini bertujuan untuk meredakan keresahan di kalangan remaja puteri, khususnya di Amerika, yang banyak dipicu oleh rongrongan media massa bahwa tubuh yang menarik adalah tubuh yang tipis dan langsing seperti para model di panggung dan di majalah.

Apa  yang Mempengaruhi Body Image Anak?

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya body image pada anak, antara lain:

  • Lingkungan keluarga: ada keluarga yang sangat menekankan pada pentingnya menjaga bentuk tubuh dan anak menjadi terbebani dengan harus diet, rajin berolahraga, mengatur pola makan.
  • Perilaku sesama remaja: membanding-bandingkan bentuk tubuhnya dengan sesama teman.
  • Iklan di media massa: yang dikategorikan cantik adalah mereka yang mempunyai bentuk wajah dan tubuh tertentu.
  • Industri fashion: model yang ditampilkan semuanya bertubuh langsing dan perut rata, tegap dan berotot untuk model pria.
  • Latar belakang kebudayaan
  • Sosial media

Body ImageRemaja  yang memiliki body image negatif selalu dihubungkan dengan berkurangnya rasa percaya diri dan akhirnya mengarah pada mood yang tidak stabil dan cenderung negatif,  mudah terjebak  mencari cara yang keliru untuk menurunkan berat badan,  menjadi anorexia dan akhirnya mengarah ke depresi.

Anak mulai bermasalah dengan body image jika menunjukkan beberapa tanda seperti di bawah ini:

  • Merasa tidak pantas, tidak nyaman dan selalu mengkritik bentuk wajah atau tubuhnya, merasa tidak cantik dan sebagainya.
  • Selalu membandingkan dirinya dengan teman-temannya.
  • Enggan ikut pergi ke manapun karena merasa tidak ada pakaian yang pantas di tubuhnya.
  • Malas melakukan aktivitas apapun atau mencoba hal baru karena punya body image negatif terhadap diri sendiri.
  • Terobsesi mengurangi berat badan, khususnya bagian tertentu, seperti: pipi terlalu tembem, paha terlalu besar, pinggang lebar.
  • Setiap kali ingin makan sesuatu, selalu dihubungkan dengan jumlah kalori dan akan membuat tubuhnya bertambah gendut.

Mengembangkan Body Image Positif

Banyak remaja merasa bingung dengan perubahan fisik yang drastis ketika masa pubertas. Sebagai orang tua, kita bisa membantu mereka dengan menjadi pendengar yang baik, dengarkan semua keluh kesah tentang tubuhnya , mengajak anak berbicara dan menerangkan dengan jelas ‘apa’ dan ‘bagaimana’ agar mereka memiliki body image positif.

Hal utama yang harus ditekankan pada semua  anggota keluarga: jangan pernah mengejek atau mengolok-ngolok kondisi fisik orang lain. Kata-kata seperti: ‘gendut loe’, ‘jelek loe’, ‘kayak cecak kering’ akan membekas dalam hati si penerima dan menghantuinya terus.

Sikap positif dapat dipupuk dengan cara sebagai berikut:

  • Biasakan makan makanan sehat dalam keluarga
  • Jadikan kegiatan fisik sebagai rutinitas sehari-hari misalnya olah raga ringan, mengurus tanaman  atau membersihkan rumah. Tanamkan pada diri anak-anak bahwa berolah raga dan beraktivitas bukan hanya bertujuan untuk menjadikan tubuh lebih kurus, tapi agar tubuh sehat.
  • Melatih diri untuk bangga pada kelebihan yang dimiliki di luar faktor fisik misalnya punya selera humor yang baik dan disenangi oleh teman-teman.
  • Menghargai orang lain apa adanya tanpa melihat faktor fisiknya.
  • Tidak memberi komentar negatif tentang penampilan orang lain. Lihat tuh orang, sudahlah pendek, masak pakai coat panjang gitu. Jadi tenggelam deh.
  • Mengenali kondisi fisik yang membutuhkan operasi karena faktor estetika yang berkaitan dengan kesehatan, misalnya bibir sumbing, bekas luka bakar.
  • Tanamkan pada anak-anak bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Fokus pada kemampuan tubuh kita, bukan pada bentuk tubuh. Jadikan tubuh yang sehat sebagai prioritas utama.

Ada kalanya komentar bernada positif bisa menjadi bumerang juga. Hey, kamu dah kurusan ya? Bagusan gini deh, kamu terlihat lebih cantik dan lebih tinggi. Komentar seperti ini akan diterima oleh bawah sadar bahwa untuk terlihat cantik dan kesan tubuh lebih tinggi, kita harus menguruskan badan.

Seperti kata Cameron Russel, mantan model yang dulu sering muncul di majalah Vogue, catwalk, dan menjadi model aneka produk papan atas, dalam suatu talkshow:  Looks aren’t everything. Believe me. I’m a model. Semua foto dan klip iklan yang kita lihat adalah hasil konstruksi, hasil kolaborasi sekelompok profesional dari penata rias, penata rambut, penata gaya, fotografer, ahli tata cahaya, dan semuanya palsu. Kecantikan palsu yang ditampilkan dalam selubung konstruksi. Itulah yang dilihat oleh awam dan dijadikan acuan dalam membentuk body image pribadi. Acuan semu.

Untuk memiliki body image positif kita tidak harus punya bentuk tubuh atau wajah sempurna bak model. Intinya  bukan pada penampilan luar kita tapi pada bagaimana kita menilai penampilan kita sendiri dan menyikapi bagaimana kita pikir orang lain menilai kita. Memiliki body image yang positif artinya kita merasa nyaman dengan tubuh kita sendiri, mencintai diri kita sendiri apa adanya, mengetahui bahwa nilai diri kita adalah pada ‘siapa saya’ dan bukan pada ‘bagaimana tampilan fisik saya’.

Kapan Butuh Terapi?

 

Seorang teman beberapa kali mencoba menyakinkan diri apakah saya benar bisa dipercaya dan bisa memegang rahasia yang akan ia ceritakan. Ia merasa sangat butuh diterapi. Semakin sulit tidur dan sering mimpi buruk. Tiba-tiba sedih dan menangis. Akhirnya ia merasa seperti sudah mau gila karena tidak dapat konsentrasi pada pekerjaan sehari-hari dan tidak bersemangat menjalani hari-harinya karena terbebani oleh masalah yang sedang dihadapi. Menjadi semakin murung, menutup diri dari pergaulan dan merasa semua mata memandangnya dengan aneh dan curiga. Ada apa sebenarnya?

Nampaknya dalam pemahaman umum, orang yang sudah nyaris hilang ingatan baru membutuhkan terapi dan penanganan profesional. Benarkah? Anda tidak perlu harus menunggu sampai nyaris ‘gila’ baru mencari psikolog, psikiater atau terapis. Di lain pihak, anda juga tidak perlu diterapi jika yang dihadapi hanya masalah sederhana atau jika memiliki lingkaran teman yang dapat diandalkan untuk memberikan dukungan tiap kali anda sedang galau. Jadi, kapan sebenarnya terapi oleh profesional diperlukan?

Ada beberapa pertanda yang dapat dijadikan acuan tentang kapan anda butuh terapi atau bantuan profesional:

  1. Ketika merasa sedih berkepanjangan, marah yang meledak tidak terkendali dan seperti bukan diri sendiri lagi. Pernah merasakan hal seperti ini? Anda sampai tidak mengerti mengapa anda merespons sesuatu hal dengan cara yang ‘aneh’ dan tidak terkontrol. Makan atau tidur lebih banyak atau sedikit dari biasanya, menarik diri dari pergaulan, merasa terasing. Anda akhirnya sampai pada pertanyaan: “Untuk apa aku hidup kalau begini terus? Lebih baik mati saja”.
  2. Mulai beralih pada alkohol, obat-obatan, makan berlebihan atau seks bebas untuk mengalihkan pikiran dari masalah yang sedang dihadapi.
  3. Kehilangan seseorang atau sesuatu yang penting dan sangat berpengaruh dalam hidup anda. Rasa sedih karena kehilangan pasangan atau orang yang sangat dicintai, duka berkepanjangan, kehilangan pekerjaan utama, perceraian yang menyakitkan atau perasaan sulit melepaskan anak yang akan melanjutkan sekolah atau berkeluarga dan tinggal terpisah.
  4. Ada peristiwa yang menjadi trauma bagi anda, terus membayangi dan mengganggu keseharian. Misalnya kecelakaan lalu lintas, menjadi korban kejahatan seperti perampokan, penculikan, pemerkosaan atau pelecehan seksual lainnya, bencana alam, sakit parah atau kronis.
  5. Anda tidak mampu lagi mengerjakan tugas atau kegiatan reguler seperti biasa. Takut bertemu orang, takut berbicara dengan orang lain. Ketika diajak reuni atau sekedar kumpul-kumpul dengan teman kantor atau teman lama, anda merasa terancam atau tidak punya keberanian untuk tampil.
  6. Semakin sulit tidur dan sering dihadang mimpi buruk. Akhirnya takut untuk tidur karena takut mimpi buruk itu akan muncul lagi dalam tidur anda.

Pernahkah anda mengalami satu atau lebih tanda-tanda yang disebutkan di atas? Bukan hanya orang yang nyaris kehilangan akal sehat saja yang perlu diterapi. Lampu merah sudah menyala jika anda mengalami salah satu dari poin yang disebutkan di atas. Jika tidak ada teman atau anggota keluarga yang bisa menjadi tempat curhat anda dan membuat anda lega atau merasa aman, inilah saatnya anda menghubungi profesional untuk mendapatkan bantuan.

Sebuah studi tahun 2001 yang diberitakan dalam Journal of Counseling Psychology menyebutkan bahwa kebanyakan orang merasa lega dan menjadi lebih baik setelah 7 – 10 kali pertemuan dengan profesional. Studi lainnya yang dipublikasikan tahun 2006 dalam Journal of Consulting and Clinical Psychology, 88 % dari orang yang mendapatkan terapi profesional dilaporkan mengalami kemajuan setelah satu sesi terapi.

Untuk individu yang memiliki kasus kompleks dan ‘berat’, biasanya butuh lebih banyak pertemuan untuk menggali di mana akar permasalahannya dan juga tergantung pada sejauh mana klien berani ‘terbuka’ dan percaya pada terapis. Jadi sejauh mana efek terapi dan berapa sesi yang dibutuhkan, akan berbeda pada tiap klien. Banyak hal yang mempengaruhi efektifitas dan jangka waktu yang dibutuhkan untuk konsultasi atau terapi. Intinya adalah semakin dini anda menyadari bahwa anda membutuhkan bantuan profesional, semakin efektif penanganannya dan semakin cepat anda dapat kembali menikmati hidup seperti sebelumnya.

Tips Membuat Brownies

Ada beberapa pertanyaan yang muncul dari para pembaca blog ketika resep brownies saya bagikan beberapa waktu yang lalu. Untuk memudahkan kita mengerti tips dan trik membuat brownies yang anti gagal, marilah kita simak beberapa poin di bawah ini:

1. Pilih resep yang sesuai dengan selera anda: Ada dua kategori brownies yang disukai orang: brownies yang seperti kue (cake-like brownies) dan yang lembab di bagian dalam (fudgier side). Jika anda menyukai brownies seperti tampilan  kue bolu, carilah resep yang menyebutkan instruksi seperti: kocok bersamaan mentega dengan gula pasir. Resep yang menggunakan lebih banyak telur juga akan menghasilkan tekstur brownies seperti kue bolu. Untuk mendapatkan brownies yang lembab di bagian dalam, anda butuh resep yang mengandung lebih banyak coklat dan mentega dibandingkan takaran bahan kering lainnya.

2. Kualitas coklat : Brownies tidak membutuhkan banyak bahan, dan coklat adalah bahan utamanya. Gunakan coklat batangan yang bermutu baik dan potong kecil-kecil sebelum dilumerkan. Lebih baik tidak menggunakan coklat yang dibungkus kecil-kecil seperti coklat cemilan karena mengandung lebih banyak stabilizer dan akan lebih sulit untuk lumer. Coklat batangan yang khusus untuk membuat kue (dark cooking chocolate) akan lumer dengan perlahan dan memberikan rasa coklat yang lebih ‘nendang’.

3. Jika menggunakan bubuk coklat, pakailah lebih banyak mentega karena kandungan lemaknya tidak sebanyak lemak pada coklat batangan.

4. Pastikan bahan-bahan yang akan anda gunakan sudah dikeluarkan dari kulkas dan dibiarkan dalam suhu kamar beberapa waktu, seperti telur dan mentega, sebelum mencampurnya dalam adonan.

5. Brownies bisa dikombinasikan dengan aneka macam topping atau penambah rasa, tapi pastikan anda tidak mencampur terlalu banyak rasa dalam satu resep. Misalnya, dicampur rasa coklat, kacang cincang, keju parut, strawberry, raspberry. Rasa brownies akan menjadi campur aduk jika terlalu banyak topping yang tidak ‘sinkron’. Cukup menambahkan dua topping atau variasi dalam adonan seperti coklat chips dan kacang tumbuk saja.

6. Pelajari oven anda dan ikuti instruksi lama pemanggangan. Jangan hanya terpaku pada teknik tusuk gigi. Tekstur yang pas adalah yang sesuai instruksi. Salah satu pertanda brownies anda sudah cukup matang dapat dilihat dari sekeliling tepi brownies yang sudah  kering dan merekah.

7. Untuk brownies yang dikukus, tambahkan telur dalam adonan agar tekstur tidak terlalu kering dan kaku. Brownies kukus membutuhkan telur lebih banyak dari yang dipanggang.

Resep Brownies ala Lilian

Siapa yang tidak kenal brownies atau yang belum pernah makan brownies? Ini penganan yang paling mudah dibuat, tidak perlu aneka macam peralatan dan pasti jadi. Kue favorit anak-anak saya sejak belasan tahun yang lalu. Setelah vakum turun ke dapur beberapa tahun terakhir ini, liburan bulan Juni, saya kembali beraksi. Ini adalah resep brownies hasil kreasi sendiri dari utak atik dan testing aneka resep. Sebelumnya, kita baca dulu asal usul si brownies ini ya…

Tahun 1893, Bertha Palmer, seorang yang cukup populer di Chicago, meminta kepada baker di Palmer House Hotel milik suaminya agar menyediakan makanan cuci mulut yang cocok untuk para pengunjung Chicago World’s Columbian Exposition. Perincian permintaannya adalah sepotong penganan yang lebih kecil dari cake biasa tetapi tetap ada rasa cake dan bisa dimakan dari kotak makan siang. Brownies pertama dibuat dengan apricot glaze dan walnuts. Setelah itu muncul berbagai modifikasi resep brownies.

Sekarang kita lihat apa saja yang dibutuhkan dalam membuat brownies.

Yang paling penting adalah coklat. Anda bisa menggunakan bubuk coklat atau coklat batangan. Jika menggunakan bubuk coklat, anda butuh lebih banyak margarine atau mentega, karena bubuk coklat tidak mengandung lemak sebanyak yang ada dalam coklat batangan. Dalam resep ini saya hanya menggunakan coklat batangan.

Bahan kedua, tepung terigu. Saya ingin mendapatkan brownies yang lembut dan basah di bagian dalam. Semakin banyak pemakaian tepung, brownies akan bertekstur seperti kue bolu. Jadi saya mengurangi takaran terigu untuk mendapatkan tekstur yang lembut dan basah.

Bahan berikut adalah gula pasir. Anda bisa menambah atau mengurangi takaran gula pasir sesuai selera. Jika tidak suka terlalu manis, kurangkan 50 gr gula dari resep.

Telur punya banyak fungsi dalam pembuatan kue, dari menambah volume, mengikat, melembutkan dan memberi struktur pada kue. Saya menggunakan dua butir telur dalam resep ini. Beberapa resep menggunakan tiga telur, tergantung tekstur yang anda inginkan.

Untuk variasi dan topping, anda bisa menambahkan keju parut, irisan almond, kacang tumbuk, chocolate chips, atau apa saja yang anda inginkan. Setangkup es krim di atas sepotong brownies pastinya akan membuat hari anda semakin cerah. Siap untuk mencoba?

Bahan :

2 butir telur
120 g margarine
200 g dark cooking chocolate
150 – 200 g gula pasir
125 g terigu
1 sdt vanilli bubuk
1/4 sdt garam

Cara :

1. Tim margarine, dark cooking chocolate dan gula sampai meleleh. Biarkan dingin.
2. Kocok telur sebentar, tidak usah sampai kembang seperti kalau membuat cake.
3. Gabung kocokan telur ke campuran margarine.
4. Campur rata terigu, vanilli dan garam, ayak. Masukkan sedikit demi sedikit ke adonan telur sambil diaduk hingga rata.

20150614_brownies1
5. Tuang ke dalam loyang ukuran 10 X 30 cm yang sudah diolesi margarine.
6. Bakar dalam oven bersuhu 170 selama 40 menit atau hingga matang.

20150614_brownies2_020150614_brownies3_0

 

Menyampaikan Kabar Buruk

Seminggu terakhir di bulan Agustus, ada kabar buruk dari seorang sahabat. Belum reda rasa shock dan sedih di hati, muncul lagi kabar buruk lainnya. Hingga awal minggu pertama bulan September ini, sudah lima kabar buruk yang disampaikan pada saya dan membuat hati ciut karena menyangkut kabar tentang orang-orang yang saya kenal dekat.

Sahabat saya bercerita tentang ibunya yang dipanggil Tuhan beberapa tahun yang lalu setelah menjalani kemoterapi untuk kanker paru-paru. Satu hal yang ia ingat dengan jelas, bagaimana sikap dokter ketika menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada sang ibunda. Dengan suara yang tenang, senyum tipis dan kata-kata yang simpatik sambil menggenggam tangan pasien, dokter mengatakan bahwa hasil sudah keluar dan ada semacam selaput di paru-paru. Positif kanker. Tidak perlu terlalu khawatir karena akan dibantu semaksimal mungkin dengan pengobatan dan lain-lain. Ibu dan mereka semua yang berada dalam ruangan itu tidak shock, tidak menangis histeris, hanya menggangguk perlahan dan dengan tenang mendengarkan penjelasan dokter selanjutnya.

Bisa anda bayangkan bagaimana reaksi pasien dan keluarga jika dokter menyampaikan berita yang tidak ingin kita dengar dengan suara datar, wajah tegang, dan tatapan mata yang dingin dan dengan kalimat: Kanker Ibu anda sudah berada di stadium akhir dan tidak banyak yang dapat kami lakukan lagi. Kemungkinan sembuh hanya sekian persen bla bla bla. Dapat dipastikan suasana dalam ruangan dokter terasa makin mencekam.

Setiap kali mendapat tugas sebagai messenger untuk menyampaikan kabar buruk kepada teman atau saudara,, membuat saya tidak bisa tidur sepanjang malam, memikirkan dan menyusun kata-kata yang harus saya ucapkan pada orang yang bersangkutan. Suara tersendat dan kata-kata terasa tercekat di tenggorokan dan telapak tangan dingin. Tidak tega untuk menyampaikan berita yang membuat hati ciut, namun tetap harus disampaikan.

Setiap informasi negatif yang dapat mempengaruhi kondisi orang yang menerima, membuat orang shock dan tidak siap untuk mendengarkan, dikategorikan sebagai kabar buruk. Misalnya pasien yang diberitahu tentang sakit punggung yang selama ini mengganggu ternyata adalah efek dari kanker payudaranya yang kembali aktif. Berita tentang kecelakaan atau keputusan top management menghapus departemen tertentu sebagai langkah efisiensi kantor dan itu berarti akan ada pemutusan hubungan kerja. Kabar tentang putera kita yang gagal dalam saringan masuk universitas idamannya atau gagal terpilih sebagai anggota tim inti di kampusnya dan juga kabar pacar yang memutuskan hubungan dengan alasan apapun.

Kita jauh lebih senang menyampaikan berita gembira; sebaliknya, secara psikologis lebih tertekan ketika menyampaikan kabar buruk. Kesulitan menyampaikan kabar buruk atau negatif sering disebut dengan istilah MUM effect (merahasiakan berita buruk dari ibu). Dalam penelitian tentang MUM effect, Jason Dibble dan koleganya dari Hope College, mendefinisikan kabar buruk sebagai informasi yang belum diketahui oleh si penerima, berita yang dihindari dan membawa efek negatif bagi si penerima. Tesser dan koleganya menyimpulkan bahwa orang yang menjadi messenger sering mengalami kecemasan, merasa terbebani oleh tanggung jawab menyampaikan kabar buruk dan takut akan efek negatif sebagai pembawa kabar. Akhirnya timbul stres.

Para peneliti dari Hope College melakukan dua penelitian yang meliputi penyampaian kabar baik vs kabar buruk dan kabar yang disensor/diedit vs kabar yang tidak disensor/tidak diedit. Menurut hipotesa para peneliti, kabar buruk yang tidak disensor/tidak diedit membutuhkan persiapan lebih lama sebelum disampaikan dan akan memberi dampak terburuk bagi si penerima.

Menurut ‘teori kesopanan’ (politeness theory), ketika menyampaikan kabar buruk, individu akan memperlihatkan ekspresi wajah negatif. Pembawa kabar buruk takut disalahkan, merasa cemas karena membuat orang lain sedih.

Studi lain yang dilakukan oleh Valerie Igier dan kawan-kawan di Mirail University, meneliti tentang bagaimana persepsi pasien, keluarga pasien dan tenaga medis dalam proses penyampaian kabar buruk mengenai prognosis kesehatan pasien. Dari 140 responden dari pihak pasien dan 50 perawat yang disurvei, hanya seperempat dari jumlah keseluruhan responden yang lebih setuju jika pasien diberitahu dengan transparan kondisi yang sebenarnya. Lebih dari sepertiga responden ingin agar keluarga pasien diberitahukan terlebih dahulu, sebelum pasien. Hanya 13% responden yang berpendapat kondisi kesehatan pasien yang sebenarnya tidak perlu disampaikan pada pasien. Jadi nampak jelas bahwa kebanyakan orang tetap ingin mendengar kabar seburuk apapun dan keterlibatan anggota keluarga sangat penting sebagai pemberi dukungan dan mengurangi ketegangan dalam situasi yang tidak nyaman.

Tidak ada cara terbaik untuk menyampaikan kabar buruk karena setiap berita buruk berpotensi membuat si penerima sedih dan merasa tidak nyaman. Beberapa pedoman di bawah ini diharapkan dapat menjadi acuan:

  • Sampaikan setidaknya sebagian dari kabar yang sebenarnya kepada orang bersangkutan, apakah itu mengenai prognosis kesehatan yang buruk, atau sekilas kabar tentang pegawai yang akan dipecat karena dianggap tidak memenuhi kualifikasi.
  • Jika anda merasa orang tersebut tidak sanggup menerima kabar buruk yang hendak disampaikan, cobalah mempermanis atau memoles beritanya dengan melihat dari sisi positif.
  • Ikuti prinsip dari teori kesopanan. Jika kabar buruk yang akan disampaikan menyangkut reputasi seseorang yang berpotensi menyinggung harga dirinya, ada baiknya kita membantunya dengan mengarang cerita agar ia tidak kehilangan muka di depan orang lain. Jadi yang tahu kejadian sebenarnya hanya anda dan orang yang bersangkutan. Orang luar tidak perlu tahu semua detil.
  • Siapkan diri anda dengan baik sebelum menyampaikan kabar buruk tersebut. Pikirkan bagaimana penyampaiannya agar tidak membuat orang yang menerima kabar buruk salah pengertian, tersinggung, membuat suasana makin runyam.
  • Pilih waktu yang tepat untuk menyampaikan kabar buruk. Pemutusan hubungan kerja biasanya diberitahukan pada pegawai yang bersangkutan pada hari Jumat sore. Memutuskan suatu hubungan, misalnya, sebaiknya tidak dilakukan pada saat liburan atau pesta keluarga karena jelas akan merusak suasana yang menyenangkan saat itu. Lakukanlah sebelum atau sesudahnya agar setidaknya masih ada kenangan indah yang dinikmati bersama sebelum semuanya berlalu.
  • Ajak teman atau anggota keluarga yang mengenal dengan baik dan mengerti kondisi orang yang bersangkutan untuk membantu anda menyampaikan kabar negatif ini.
  • Sampaikan kabar dengan kalimat sederhana, tidak bertele-tele dan jelas.
  • Menyampaikan kabar buruk bisa juga dengan tulisan karena tidak perlu melihat reaksi si penerima setelah itu. Jika si penerima kabar adalah orang yang dekat dengan kita, seseorang yang spesial, ada baiknya disampaikan secara langsung dengan bertemu muka.

Tidak ada orang yang senang menerima kabar buruk meskipun hanya sekedar kabar pesanan makanan favorit anda sudah habis atau kiriman paket anda hilang atau rusak. Rasa sedih dan tidak nyaman selalu muncul meskipun pacar anda telah mencari alasan paling netral dan ‘semi positif’ untuk menyelamatkan wajahnya ketika ia memutuskan hubungan, seperti: Kamu terlalu baik untuk menjadi pasanganku. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku. Ini salahku, aku yang bermasalah, aku yang belum matang dan belum siap untuk berkomitmen bla bla bla. Atau atasan yang menyampaikan berita pemutusan hubungan kerja dengan kalimat: Perusahaan defisit dan pihak manajemen memutuskan untuk mengurangi karyawan dan memangkas biaya. Kalimat seperti itu akan terasa lebih netral daripada kata-kata: Kinerja anda tidak memenuhi standar kerja di perusahaan ini. Maaf, kami tidak dapat memperpanjang kontrak anda.

Jadi, apapun reaksi dari orang yang menerima kabar buruk tersebut, setidaknya sudah dapat diantisipasi dan sebagai pembawa kabar, anda lebih siap mental dan tahu bagaimana mengatasi situasi sulit yang mungkin timbul.