Wisata Bahari di Ambon

Ambon terkenal dengan wisata bahari dengan pantai-pantai yang indah. Ada beberapa pantai yang sempat saya kunjungi dalam perjalanan kali ini:

Pantai Pintu Kota – di dusun Airlouw, sebelah selatan pulau Ambon, merupakan pantai karang yang indah. Sekitar 45 menit dari pusat kota Ambon. Ciri khas pantai ini adalah tebing yang menjorok ke laut dengan lubang di tengahnya, seperti pintu gerbang.  Jika anda tiba di sini pada saat air laut surut, akan terlihat bentuk karang yang menyerupai gerbang. Pemandangan yang menakjubkan. Di sini juga merupakan tempat snorkeling yang diminati para turis asing terlebih jika laut sedang tenang. Anda dapat menapaki jalan kecil ke puncak bukit karang dan menikmati hamparan pemandangan spektakular pegunungan Leitimur dan pantai yang menghipnotis mata.

Pintu Kota2Pintu Kota1

 

 

 

 

 

 

Tidak jauh dari pantai Pintu Kota, ada perkampungan Kristen, Waai, di sebelah timur Leihitu, sekitar 24 km dari kota Ambon. Ada belut raksasa yang dianggap keramat oleh warga sekitar, akan dipancing keluar oleh sang pawang dengan beberapa butir telur ayam, dari lubang yang berada di bawah dinding saluran air. Belut akan keluar ke kolam kecil yang airnya sangat bening, tempat warga mencuci pakaian dan mandi. Konon kabarnya, jika kita berhasil melihat belut keramat ini keluar dari lubang dan berenang di kolam kecil itu, artinya akan membawa peruntungan baik bagi yang sedang berkunjung ke sana. Saat itu ada dua ekor belut keluar dari persembunyiannya dan teman seperjalanan saya turun ke kolam memegang belut. Semoga peruntungan baik menyertai kami…☺ Oya, belut di Ambon disebut morea.

Waai1Waai2

Pantai Liang – di perkampungan Liang, di ujung Leihitu. Pantai berpasir putih yang membentang sepanjang garis pantai dan ramai dikunjungi warga setempat karena bertepatan dengan libur Lebaran. Ciri khas pantai Liang adalah adanya dermaga.

Pantai Liang

Pantai Santai – di daerah Latuhalat, Nusa Niwe, sekitar 17 km dari pusat kota Ambon. Hamparan pasir putih dan landai hingga 100 m dari bibir pantai terlihat airnya jernih dan dangkal.  Anda akan ditawari rujak atau pisang goreng oleh warga setempat yang menjajakannya di sepanjang pantai.

Pantai Namalatu – tidak jauh dari pantai Santai.

Di Pantai Namalatu dipenuhi dengan pecahan batu karang. Gelombang lautnya tenang dengan air bergradasi warna biru muda. Di pantai ini kita dapat memancing, berenang, snorkeling, dan juga diving. Banyak  terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang cantik.

Pantai Namalatu

Pantai Natsepa – pantai paling populer di Ambon, berada di tepi Teluk Baguala. Deretan kios yang menjual rujak menjadi pemandangan pertama yang akan dijumpai sepanjang jalan menuju ke resort. Hanya ada satu resort di daerah ini, The Natsepa Resort. Resort ini sedang dalam proses rebranding setelah melepaskan diri dari manajemen Aston Hotels Group sejak Desember 2013. Tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Natsepa3Natsepa1

Natsepa2

Batu Kapal – Larike – di jazirah Leihitu, Maluku Tengah, melewati jalan sempit menanjak dengan suguhan pemandangan luar biasa indah di sisi kiri, memandang lepas ke Teluk Ambon, sementara di kanan jalan adalah hutan yang masih asri. Butuh sekitar satu jam lebih dari pusat kota untuk tiba di lokasi ini, melewati jalan model gang-gang kecil di pemukiman Muslim, melintasi desa-desa seperti Laha, Hatu dan Liliboy. Di sinilah kita dapat merasakan nuansa kehidupan kaum Muslim Ambon. Di tengah laut biru yang mempesona, ada batu besar yang berbentuk bundar.

Batu Kapal

Batu Layar, Larike – Tidak jauh dari lokasi Batu Kapal, kita akan tiba di Batu Layar, yang merupakan ikon desa Larike. Bentuk batu karangnya menjulang tinggi menyerupai layar kapal. Ini salah satu daerah yang layak dikunjungi di Ambon dan seyogyanya dilestarikan dan dipromosikan lebih gencar sebagai tujuan wisata utama di Ambon, selain pulau dan pantainya.

Larike2Larike1

6 hari 5 malam di Ambon ternyata tidak cukup untuk menjelajahi keseluruhan wilayah. Pulau Ora (yang mendapat julukan The Little Maldives of Indonesia) yang berada di sisi utara Pulau Seram, Kepulauan Banda, dengan Banda Neira dan sekitarnya, Pulau Pombo, Hukurila Cave dan lainnya. Saya akan kembali untuk menikmati hembusan angin lautnya, menikmati pasir putihnya, menikmati air laut yang biru membius. Suatu waktu nanti.

Ambon: Mutiara di Timur Indonesia

Foto-foto oleh Ch. S, B.Watt, Siade, Lilian

Semerbak wangi minyak kayu putih memenuhi koper kabin yang saya bawa dan wanginya tetap awet hingga kini meskipun isi koper sudah dikosongkan. Minyak kayu putih dari Ambon yang ditenteng dalam penerbangan 3 jam 8 menit Ambon – Jakarta, ditambah lagi 1 jam 25 menit untuk tiba dengan utuh tanpa tumpah di barat Sumatera.

Minyak kayu putih ini akan selalu mengingatkan saya pada Ambon, destinasi liburan saya baru-baru ini. 6 hari 5 malam cukup untuk menjelajahi kota dan 2/3 pulau Ambon dari ujung ke ujung (kecuali sisi utaranya). Destinasi yang membuat beberapa teman mengetikkan sederetan tanda tanya pada timeline saya ketika dijawab sedang di Ambon. Kamu lagi di Ambon ???? Ngapain liburan ke sana??? Jauh kan. Tiketnya pasti mahal. Apa aman tuh di Ambon? Yang bener aja, liburan koq ke Ambon??? Kekhawatiran ini muncul mungkin karena Ambon sempat diguncang kerusuhan sosial bermotif SARA antara tahun 1999 – 2002.

Ambon menyelinap dalam pikiran dan hati saya ketika seorang sahabat bercerita tentang rencana liburannya ke sana. Keputusan mendadak untuk ikut ke Ambon ternyata meninggalkan kesan yang dalam dan membuka mata saya tentang suasana di Indonesia bagian Timur.

Ambon Manise artinya Ambon yang indah, manis dan cantik. Disebut juga dengan Amboina. Begitu menjejakkan kaki di bandara Pattimura, sudah terasa suasana yang tenang, tidak hiruk pikuk. Ini artinya saya harus siap melambatkan derap hati dan pikiran, menikmati suasana rileks. Ahaaa….inilah tujuannya berlibur. Saya datang ke sini memang untuk mengisi kembali baterai, recharge body and soul.

Peta Ambon

Butuh sekitar 45 menit untuk tiba di pusat kota tempat kami menginap karena lokasi bandara 40 km dari pusat kota yang berada di jazirah seberang (pulau Ambon terdiri dari 2 jazirah besar yang membentuk huruf ‘U’, dengan Teluk Ambon di bagian tengahnya). Kondisi jalan sangat bagus dan lingkungan bersih, jalanan tidak terlalu ramai. Terlihat bahwa Ambon sudah berbenah diri dan berpotensi untuk menjadi salah satu kota yang akan maju pesat di timur Indonesia. Jika Jembatan Merah Putih, jembatan yang menghubungkan 2 jazirah tersebut selesai tahun depan, waktu tempuh bandara – kota ini akan dipersingkat menjadi lebih kurang 10 menit saja.

Dua teman baru kami di Ambon, dengan semangat langsung menyusun daftar tempat yang akan dikunjungi dalam beberapa hari ke depan. Kebanyakan turis asing berkunjung ke Ambon untuk tujuan utama snorkeling atau menyelam menikmati keindahan pemandangan bawah laut di pulau-pulau eksotik Maluku. Tapi kali ini tujuan kami adalah menikmati suasana kota, menyusuri pulau Ambon dan wisata kuliner.

Ambon merupakan potret kota yang plural karena ada beberapa etnis di sini : Alifuru (asli Maluku), Jawa, Bali, Buton, Bugis, Makassar, Papua, Melayu, Minahasa, Minang, Flobamora (suku Flores, Sumba, Alor dan Timor) dan orang-orang keturunan asing (komunitas peranakan Tionghoa, komunitas Arab-Ambon, komunitas Spanyol-Ambon, komunitas Portugis-Ambon dan komunitas Belanda-Ambon).

Untuk beberapa hari ke depan, kami akan membiasakan diri dengan panggilan Usi, Bu(ng), Caca atau Abang. Usi dan Bu(ng) adalah panggilan untuk wanita dan pria Kristen. Caca dan Abang untuk yang Muslim. Hari pertama di Ambon, kami masih beberapa kali memanggil Mbak atau Mas. Hahahah…

Nuansa kultur sebagai kota Kristen terasa sangat kental. Gereja ada di mana-mana. Banyak rumah penduduk yang masih dihiasi dengan aksesori Paskah, dengan salib besar di taman depan rumah atau umbul-umbul aneka ragam. Menarik dan mengesankan. Saya lahir dan besar di barat Sumatera dan terbiasa dengan suara adzan. Sejak kecil rumah saya selalu dekat dengan mesjid dan suara adzan menjadi bagian dari keseharian. Terlebih dalam suasana Idul Fitri begini. Jadi kalau ada yang terasa kurang di Ambon adalah karena saya nyaris tidak mendengar suara adzan selama disini.

Ini bisa terjadi karena ada pembagian wilayah pemukiman secara alami antara warga Kristen dan Muslim. Di setiap perbatasan wilayah selalu ada pos keamanan dan dijaga oleh aparat. Daerah yang paling sering menjadi tempat pertemuan jika ada perselisihan kedua kelompok adalah di Batu Merah. Kita akan melewati daerah Batu Merah jika turun dari bandara menuju ke pusat kota.

Mau Ke Mana di Ambon?

Di Ambon tidak ada taksi, hanya ada angkot, becak dan ojek. Anda dapat menyewa mobil jika ingin mobilitas di sini lebih nyaman. Becak dan ojek mudah ditemui di setiap tempat. Kami sempat menikmati keliling kota Ambon dengan berbecak-ria. Menyusuri jalanan yang masih sepi karena banyak toko yang tutup pada hari Minggu, singgah di pasar tradisional yang suasananya tidak berbeda jauh dengan pasar di tempat saya tinggal, mampir sana-sini dengan dengan bekal beberapa print-out informasi dari web.

Becak

Gereja Katedral – Keuskupan Amboina di jalan Pattimura. Bangunan tua yang masih terawat dan cukup megah. Di halaman samping gereja ada relief yang mengisahkan tentang awal mula misionaris tiba di Ambon, termasuk para misionaris yang tewas terbunuh oleh tentara Jepang pada Perang Dunia II, hingga siapa Uskup Ambon sekarang ini.

Katedral1Katedral2Relief Katedral

 

 

 

Gong PerdamaianGong Perdamaian (World Peace Gong) – di seberang kantor Gubernur Ambon. Ini adalah gong perdamaian dunia yang ke-39 sebagai peringatan tragedi kerusuhan sosial yang bermotif SARA di Ambon.

 

 

 

 

 

 

Lapangan Merdeka – taman luas di depan kantor Gubernur. Ada patung Pattimura di taman ini. Seperti yang kita pelajari dari pelajaran sejarah di bangku SD dulu, Pattimura adalah pahlawan Ambon yang dihormatLapangan Merdekai. Nama aslinya Thomas Matulessy, yang memimpin pemberontakan melawan Belanda pada tahun 1817 dan berhasil menduduki benteng di Saparua. Semua tentara penjaga benteng itu terbunuh kecuali seorang anak Belanda berusia 6 tahun. Karena menyelamatkan nyawa anak kecil ini, Matulessy diberi nama Pattimura oleh warga setempat. Pattimura artinya orang yang baik hati.

 

 

 

Tugu Dolan, berada di tengah kota Ambon yaitu di daerah Kuda Mati, Ini adalah monumen Australia untuk prajurit bernama Dolan yang pada Perang Dunia II mengalahkan banyak tentara Jepang dan tertembak mati ketika menjadi perisai bagi rekan-rekan serdadu lainnya.

Tugu Dolan1Tugu Dolan2Tiahahu Monument

Monumen Christina Martha Tiahahu di Karang Panjang dengan pemandangan ke Teluk Ambon yang indah. Christina adalah gadis muda yang anti kolonial, bertempur bersama ayahnya melawan pasukan Belanda pada awal abad ke-19. Ketika ayahnya ditangkap, Christina melanjutkan perjuangannya dan akhirnya meninggal karena mogok makan.

 

 

 

 

The Commonwealth War Cemetery – kompleks kuburan pasukan sekutu, sebagian besar adalah serdadu Australia, yang tewas pada pertempuran melawan Jepang dalam Perang Dunia II. Lokasi ini dikelilingi oleh taman yang indahWar Cemetery dan sering dipakai sebagai lokasi foto-foto pre-wedding oleh pasangan calon pengantin di Ambon. Peperangan menyisakan keterikatan yang kuat antara warga Australia dengan Ambon hingga saat ini. Setiap tahun di sini diadakan lomba perahu layar (Sail Banda) dari Darwin ke Ambon.

Satu hal yang menarik adalah – berbeda dengan kota-kota lain – hampir semua tugu, patung ataupun taman yang dijadikan sebagai objek monumental, sampai sekarang masih terawat dengan rapi. Hmm … ungkapan ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya’ terasa sangat bermakna disini.

Goa Maria Airlouw – di Latuhalat. Ini menjadi destinasi tambahan dalam daftar rute kami karena informasi dari salah satu warga gereja yang kami temui Minggu malam pertama di Ambon. Dengan berbekal informasi seadanya, kami mencoba menelusuri daerah Latuhalat dan akhirnya tiba di pemukiman Kristen Airlouw. Tempatnya cukup terpencil namun penduduk setempat sangat ramah dan dengan senang hati memberikan petunjuk arah.

Airlouw2Airlouw1Airlouw3 bata

Ternyata, kompleks ini sangat indah dan masih dalam pembangunan. Direncanakan pada bulan Oktober 2015 akan diresmikan. Yang menarik adalah dinding bangunan gereja kecil itu dibuat dari batu bata bubur kertas. Menurut bapak penjaga gereja, ada seorang misionaris berkebangsaan Austria yang mengajarkan penduduk membuat batu bata dari bubur kertas. Ini adalah teknik yang digunakan untuk membangun rumah anti gempa di Aceh. Batu bata itu akan melekat kuat dengan semen jadi tidak mudah roboh jika terguncang gempa. Penduduk desa ini hampir semua berasal dari pulau Seram.

 

 

Museum Siwalima – di daerah Latuhalat. Berisi peralatan perang pasukan Pattimura dulu.

 

Siwalima1Siwalima2

 

Mesjid Al FatahMesjid Al Fattah berada di Jl. Sultan Baabulah pusat kota yang sekaligus menjadi batas antara pemukiman Muslim dan Kristen.

 

 

 

 

 

 

Desa Alang

 

 

 

Desa Alang – di desa ini ada gereja yang cukup megah bernama Imanuel. Posisi gereja yang berada di atas sebuah bukit yang sangat asri dan dikelilingi jalan membuat suasananya terasa teduh.

 

 

Hampir seminggu di Ambon, waktu terasa berputar lebih lambat. Makna dari sebuah perjalanan berbeda untuk setiap orang, namun bagi saya, tujuan utama suatu perjalanan adalah untuk recharge energi, hati dan pikiran. Pulang membawa setangki penuh energi baru, kesan baru, satu bab tambahan dalam lembar kehidupan yang akan menjadi kenangan baru, dan yang tidak kalah penting, saya mendapat dua teman baru di sana.

Body Image

Sahabat saya berkeluh kesah soal puterinya yang saat ini berusia 13 tahun dan  mulai sering melewatkan makan siang atau makan malam dengan alasan badannya sudah terlalu ‘berisi dan tebal’. Merasa tidak percaya diri  jika memakai rok pendek atau baju yang ketat dan trendy.. Si puteri selalu butuh waktu lama memilih pakaian dan bolak-balik mematut diri di depan cermin ketika akan  diajak keluar makan atau ke mal.  Ia  terobsesi memiliki tubuh yang langsing seperti model-model dalam Fashion TV, acara yang paling sering ia tonton. Ada rasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya (negative body image) dan berdampak pada rasa percaya diri ketika harus tampil di depan umum, di sekolah atau berada di antara teman-temannya.

American Psychological Association (APA) pada tahun 2007 melaporkan hasil survei mengenai body image. Faktor seksualitas remaja puteri dan wanita dewasa memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kecemasan dan  berhubungan langsung dengan body image yang berdampak pada masalah fisik dan psikis individu. Orang dengan berat badan berlebih (overweight) dan yang terlalu kurus (underweight) cenderung memiliki body image yang negatif, terlebih lagi ketika iklan-iklan di media massa terus mempropagandakan sosok tubuh ideal.

Apa itu Body Image?

Body image adalah gambaran mental tentang bentuk tubuh, mencakup perasaan, sikap dan persepsi tentang penampilan fisik. Sejauh mana orang tersebut merasa puas dengan bentuk tubuhnya, bagaimana pentingnya menjaga penampilan fisik agar selalu tampil prima dan ukuran pakaian tidak terus bertambah. Setiap orang, tidak peduli usia maupun gender, bisa punya masalah body image. Orang dewasa ingin ramping. Remaja ingin memiliki tubuh yang lebih tinggi, lebih berotot dan tegap. Seperti keluhan seorang remaja putri, teman anak saya: Seandainya aku lebih tinggi 5 cm lagi, aku akan lebih pe de dan ga usah harus selalu mengandalkan high heels.  Padahal menurut saya, ia sudah cukup tinggi untuk ukuran wanita Asia ditambah lagi dengan wajah yang menarik, cantik alami.

Memiliki body image yang positif (sehat) membuat orang senang dan puas dengan bentuk tubuh dan wajahnya. Sebaliknya body image yang negatif  (tidak sehat) membuat individu merasa tidak bahagia dan berusaha merubah bentuk tubuhnya. Untuk skala yang ekstrim akan berujung pada gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia atau memaksakan diri berolahraga terlalu keras.

Body image bisa berubah-ubah sepanjang hidup kita, tergantung bagaimana rasa percaya diri dan gaya hidup yang kita jalani. Anak yang dididik untuk memiliki body image yang sehat sejak kecil akan memiliki pengertian dan sikap yang sehat tentang kondisi dan perawatan fisiknya.

Ashley Graham, model bertubuh besar, berusia 27 tahun, desainer pakaian dalam, aktivis yang giat mempropagandakan soal mencintai bentuk tubuh apa adanya, ikut serta dalam TEDx Talk di Valencia, Spanyol pada bulan April 2015. Di hadapan 450 penonton,  Graham menceritakan bagaimana ia mengatasi rasa tidak puas terhadap bentuk tubuhnya, dan bagaimana rasa percaya dirinya runtuh ketika tubuhnya makin melar dan bermasalah dengan selulit. Dibutuhkan penerimaan diri yang total untuk mengembalikan rasa percaya diri dengan terlebih dahulu mencintai diri sendiri.  Graham tetap menjadi model yang laris dan menjadi co-founder ALDA, koalisi untuk para model yang berukuran tubuh besar. Gerakan ini bertujuan untuk meredakan keresahan di kalangan remaja puteri, khususnya di Amerika, yang banyak dipicu oleh rongrongan media massa bahwa tubuh yang menarik adalah tubuh yang tipis dan langsing seperti para model di panggung dan di majalah.

Apa  yang Mempengaruhi Body Image Anak?

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya body image pada anak, antara lain:

  • Lingkungan keluarga: ada keluarga yang sangat menekankan pada pentingnya menjaga bentuk tubuh dan anak menjadi terbebani dengan harus diet, rajin berolahraga, mengatur pola makan.
  • Perilaku sesama remaja: membanding-bandingkan bentuk tubuhnya dengan sesama teman.
  • Iklan di media massa: yang dikategorikan cantik adalah mereka yang mempunyai bentuk wajah dan tubuh tertentu.
  • Industri fashion: model yang ditampilkan semuanya bertubuh langsing dan perut rata, tegap dan berotot untuk model pria.
  • Latar belakang kebudayaan
  • Sosial media

Body ImageRemaja  yang memiliki body image negatif selalu dihubungkan dengan berkurangnya rasa percaya diri dan akhirnya mengarah pada mood yang tidak stabil dan cenderung negatif,  mudah terjebak  mencari cara yang keliru untuk menurunkan berat badan,  menjadi anorexia dan akhirnya mengarah ke depresi.

Anak mulai bermasalah dengan body image jika menunjukkan beberapa tanda seperti di bawah ini:

  • Merasa tidak pantas, tidak nyaman dan selalu mengkritik bentuk wajah atau tubuhnya, merasa tidak cantik dan sebagainya.
  • Selalu membandingkan dirinya dengan teman-temannya.
  • Enggan ikut pergi ke manapun karena merasa tidak ada pakaian yang pantas di tubuhnya.
  • Malas melakukan aktivitas apapun atau mencoba hal baru karena punya body image negatif terhadap diri sendiri.
  • Terobsesi mengurangi berat badan, khususnya bagian tertentu, seperti: pipi terlalu tembem, paha terlalu besar, pinggang lebar.
  • Setiap kali ingin makan sesuatu, selalu dihubungkan dengan jumlah kalori dan akan membuat tubuhnya bertambah gendut.

Mengembangkan Body Image Positif

Banyak remaja merasa bingung dengan perubahan fisik yang drastis ketika masa pubertas. Sebagai orang tua, kita bisa membantu mereka dengan menjadi pendengar yang baik, dengarkan semua keluh kesah tentang tubuhnya , mengajak anak berbicara dan menerangkan dengan jelas ‘apa’ dan ‘bagaimana’ agar mereka memiliki body image positif.

Hal utama yang harus ditekankan pada semua  anggota keluarga: jangan pernah mengejek atau mengolok-ngolok kondisi fisik orang lain. Kata-kata seperti: ‘gendut loe’, ‘jelek loe’, ‘kayak cecak kering’ akan membekas dalam hati si penerima dan menghantuinya terus.

Sikap positif dapat dipupuk dengan cara sebagai berikut:

  • Biasakan makan makanan sehat dalam keluarga
  • Jadikan kegiatan fisik sebagai rutinitas sehari-hari misalnya olah raga ringan, mengurus tanaman  atau membersihkan rumah. Tanamkan pada diri anak-anak bahwa berolah raga dan beraktivitas bukan hanya bertujuan untuk menjadikan tubuh lebih kurus, tapi agar tubuh sehat.
  • Melatih diri untuk bangga pada kelebihan yang dimiliki di luar faktor fisik misalnya punya selera humor yang baik dan disenangi oleh teman-teman.
  • Menghargai orang lain apa adanya tanpa melihat faktor fisiknya.
  • Tidak memberi komentar negatif tentang penampilan orang lain. Lihat tuh orang, sudahlah pendek, masak pakai coat panjang gitu. Jadi tenggelam deh.
  • Mengenali kondisi fisik yang membutuhkan operasi karena faktor estetika yang berkaitan dengan kesehatan, misalnya bibir sumbing, bekas luka bakar.
  • Tanamkan pada anak-anak bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Fokus pada kemampuan tubuh kita, bukan pada bentuk tubuh. Jadikan tubuh yang sehat sebagai prioritas utama.

Ada kalanya komentar bernada positif bisa menjadi bumerang juga. Hey, kamu dah kurusan ya? Bagusan gini deh, kamu terlihat lebih cantik dan lebih tinggi. Komentar seperti ini akan diterima oleh bawah sadar bahwa untuk terlihat cantik dan kesan tubuh lebih tinggi, kita harus menguruskan badan.

Seperti kata Cameron Russel, mantan model yang dulu sering muncul di majalah Vogue, catwalk, dan menjadi model aneka produk papan atas, dalam suatu talkshow:  Looks aren’t everything. Believe me. I’m a model. Semua foto dan klip iklan yang kita lihat adalah hasil konstruksi, hasil kolaborasi sekelompok profesional dari penata rias, penata rambut, penata gaya, fotografer, ahli tata cahaya, dan semuanya palsu. Kecantikan palsu yang ditampilkan dalam selubung konstruksi. Itulah yang dilihat oleh awam dan dijadikan acuan dalam membentuk body image pribadi. Acuan semu.

Untuk memiliki body image positif kita tidak harus punya bentuk tubuh atau wajah sempurna bak model. Intinya  bukan pada penampilan luar kita tapi pada bagaimana kita menilai penampilan kita sendiri dan menyikapi bagaimana kita pikir orang lain menilai kita. Memiliki body image yang positif artinya kita merasa nyaman dengan tubuh kita sendiri, mencintai diri kita sendiri apa adanya, mengetahui bahwa nilai diri kita adalah pada ‘siapa saya’ dan bukan pada ‘bagaimana tampilan fisik saya’.