Have I Told You Lately That I Love You?

“Pernikahan yang berhasil membutuhkan jatuh cinta beberapa kali dengan orang yang sama.”..Mignon McLaughlin (Reader’s Digest Indonesia)

marr

Baru-baru ini saya baca di majalah yang memuat kuesioner di rubrik Sex and Relationship. Isinya kurang lebih petanyaan-pertanyaan seperti berikut ini. Kapan terakhir kali anda mengatakan ‘Aku kangen kamu’, ‘Aku tuh sayang banget deh sama kamu’, “ Aku merasa sangat beruntung memiliki kamu”, berjalan bergandengan tangan, mencium keningnya atau merangkul pasangan, pergi berlibur berdua saja, ngobrol santai tentang rencana masa tua nanti, chatting mesra, tertawa terpingkal-pingkal, kapan terakhir kali anda bercinta bersama pasangan yang sudah bertahun-tahun menemani anda?

Hati saya langsung ciut karena urusan intimacy seperti  poin-poin kuesioner itu terasa begitu menyentil. Nampaknya sepele, tapi banyak pasangan yang sudah tidak melakukannya lagi. Hubungan menjadi tawar dan semua berjalan seperti robot yang sudah terprogram dengan rutinitas harian. Hari demi hari berlalu, seminggu, sebulan, setahun, tidak terasa kita sudah hidup bersama dengan orang yang sama belasan tahun bahkan puluhan tahun, tapi koq malah makin asing satu sama lain? Ini fenomena nyata yang banyak saya lihat dan dengar dari curhat teman-teman. Pasangan yang makin mesra dan tetap lengket seperti perangko, bisa dihitung dengan jari. Tidak perlu kalkulator untuk menjumlahkannya karena jumlahnya hanya segelintir.

Pentingkah Jatuh Cinta Lagi Pada Orang Yang Sama?

Mengapa ada cinta yang awet sampai kakek nenek, hingga dipisahkan oleh kematian, namun ada juga yang kandas di tengah jalan? Mengutip pendapat Samuel Mulia, cinta itu melahirkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, melahirkan energi yang besar sehingga hubungan tetap berjalan meskipun rintangan selalu ada. Kemungkinan kedua, energi yang ditimbulkan kecil, tidak mampu menopang hubungan dan tidak tahan banting, akibatnya hubungan kandas. Yang mengandaskan sebenarnya bukan cinta itu semata, tapi kondisi yang mengeringkan suasana percintaan itu yang membuat percikan cinta menjadi padam. Lupa mengapa dulu aku jatuh cinta padanya, apa yang membuat aku mau memilih dia untuk berbagi mimpi sepanjang jalan kehidupan. Lupa pada manisnya cinta awal.

Cinta itu sebenarnya suatu perasaan yang ‘hidup’, yang bisa ‘capek’ dan ‘layu’ jika dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha memupuk dan menyiram. Jadi bukan tipe ‘auto pilot’ yang sekali cinta akan tetap cinta tanpa perlu diapa-apakan lagi. Cinta butuh diisi ulang dan  recharging, karena kondisi berubah, baik fisik, finansial, maupun  lingkup pergaulan. Setiap fase kehidupan mempertemukan kita dengan orang lain dan mungkin saja akan ada percikan-percikan chemistry jika frekuensi dan resonansinya pas. Nah, jika ikatan emosional dengan pasangan mulai melemah, low battery istilahnya dalam dunia gadget, celah hati bisa jadi terisi oleh orang lain. Akan timbul ‘rasa’ dan attachment dengan orang itu. Akibatnya bisa menjadi cerita bersambung…

Inilah pentingnya mengapa kita harus berusaha tetap menghidupkan percikan cinta itu. Jatuh cintalah lagi dan lagi pada pada orang yang sama, pada orang yang dulu membuat debur jantung ga karuan, yang mampu membuat kita mengatakan ‘Yes’ ketika dia melamar, yang bersedia menjadi partner kita untuk berbagi mimpi dan harapan,  sebelum anda atau dia akhirnya memilih pindah ke lain hati.

marriage

Bagaimana Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama?

‘Don’t Sweat The Small Stuffs’

Dulu pada awal hubungan, semua terasa masih manis, ditegur ataupun dikritik oleh pasangan, anda tidak tersinggung ataupun marah. Bener ga? Namun, setelah hidup bersama sekian tahun, timbul rasa jemu dan bosan, kadar toleransi menipis dan mulai gerah jika pasangan melontarkan kritik atau teguran untuk hal sepele sekalipun. Gundah dan kesal menumpuk di dada.  Jadinya malas ngobrol dengan pasangan, tidak ada lagi sharing kejadian sehari-hari, rasanya lebih asik pergi dengan teman daripada ditemani si dia, tidak ada lagi keintiman, bahkan pegangan tanganpun terasa canggung, seperti disentuh tangan orang yang baru kenal. Pokoknya aneh dan risih jadinya. Rasa cintapun entah sudah menguap ke mana.

Seperti cerita teman saya. Kaus kaki bekas yang tiap hari asal dilemparkan ke ember kecil dalam keadaan terbalik, selalu lupa mematikan lampu kamar mandi jika sudah selesai menggunakan, tidak melap wastafel yang basah. Hal-hal kecil seperti ini selalu memicu rasa kesal dan wajahpun jadi cemberut. Tapi, beberapa waktu kemudian, dia mencoba menetralkan rasa kesal dan memandang hal sepele itu dari sisi lain. Katanya: “Aku pikir-pikir, suamiku ga pernah mempermasalahkan kalau aku  lupa menggantungkan kunci di belakang pintu, parkir tidak rapi di garasi, dan sebagainya. Dia dengan sabar membetulkan posisi parkir kendaraanku, mengisikan bensin, membersihkan halaman depan, tanpa mengomel panjang lebar. Kenapa aku koq sebel sampai selangit tiap kali  dia lupa ini itu?”

Mengapa kita  mempermasalahkan setiap kelalaian kecil yang dia lakukan? Mengomel panjang lebar dan cemberut seharian hanya karena si dia lupa menggantung handuk sehabis mandi  di jemuran? Pasti ada hal-hal atau kelalaian kita  yang mungkin kurang sreg di hatinya, tapi pasangan bisa menerima, tidak protes atau pakai acara kesal- kesal.   Apa salahnya jika kita membantunya membalikkan kaus kaki kotor,  merapikan pakaiannya di lemari, menutup botol kecap atau mendorong laci yang lupa ditutup dan hal-hal kecil lainnya. Lakukan saja atas nama cinta. Dulu bisa, mengapa sekarang tidak? Toh melakukan itu tidak mengambil setengah hari kita.

marr1

Mood yang baik, dalam sekejap dapat  rusak hanya karena hal kecil. Untuk mengembalikan mood yang jelek dan rusak itu menjadi kembali normal,  butuh waktu dan energi yang banyak. Bisa dibayangkan, berapa banyak waktu dan kegiatan positif yang hilang dengan sia-sia karena awan mendung meredupkan suasana hati. Nampaknya sepele, tapi itulah yang sering kita alami. Suasana hangat yang sudah terbangun, tiba-tiba menjadi kacau.

marriage1

Ekspresikan Isi Hatimu

Entah sudah berapa banyak teman yang curhat soal pasangannya yang terlalu cuek dan tidak romantis, tidak bisa mesra ngomongnya, terlalu jaim (jaga image) apalagi di depan umum. “Tau ga Li, aku dan suamiku itu seperti rekan kantor deh. Ngomong serba formal, ga ada romantisnya.” Wah, saya bisa membayangkan bagaimana suasananya jika dikatakan seperti rekan kantor dan gaya bicaranya datar dan tanpa ekspresi.
Memang akhirnya ujung-ujungnya bermuara pada pentingnya menjaga komunikasi. Mulai dari hal ringan seperti misalnya tadi pagi dalam perjalanan ke kantor, ada truk mogok dan macetnya sampai 3 km,  sampai hal yang serius soal rencana investasi atau sekolah anak.  Meskipun kadang memang bosan mendengarkan cerita yang itu-itu saja, tapi lebih baik ada interaksi daripada aksi diam sepanjang hari. Jika terasa ada yang mengganjal di hati, katakanlah terus terang. “Yang, aku ga suka handuk basah asal disampirkan di kursi. Mbok ya langsung digantung di jemuran” Atau masalah pulang kantor dan makan atau tidak di rumah.  “Kalau ada acara mendadak dan ga pulang makan, dikabarin ya, jadi ga ditungguin makan.”  Minta maaf jika melakukan kesalahan. “Sori yang, aku tadi telat, tokonya dah tutup.” Jika rasanya kurang nyaman mengatakan secara langsung, cobalah ungkapkan dalam bentuk tulisan. Tulis memo kecil atau email.

marr2

Ketika hal-hal kecil rutin dipraktekkan, suatu saat ketika pasangan anda tidak berada di rumah, akan muncul rasa kehilangan dan rindu. Ada hal yang kurang. Rasa rindu inilah yang menjadi perekat hubungan dan pertanda bahwa kita membutuhkan kehadirannya dan akan memperkuat rasa cinta kita terhadap pasangan. Jadi, bangunlah selalu iklim yang hangat dan manis dengan pasangan, memupuk cinta agar senantiasa tumbuh ‘subur’ dan ‘segar’. Sering-seringlah ekspresikan isi hati dengan ucapan, tulisan atau bahasa tubuh ataupun buat kejutan-kejutan seperti membelikan coklat atau kirimkan message bertuliskan ‘Selamat bekerja, jangan terlambat makan siang.” pada jam istirahat kantor.

surprise

Terus terang, hati saya selalu berbunga-bunga setiap kali si dia mengatakan: “I love you”  atau “Aku kangeennn banget ama kamu” meskipun kedengarannya gombal, namun tetap saja membuat hati meleleh. Ehemmmm…..

marriage 2

Saatnya Tidur Siang, Nak….

Memiliki dua balita di rumah, dengan selisih usia kurang dari dua tahun, cukup merepotkan bagi saya 10 tahun yang lalu. Masih jelas dalam ingatan, bagaimana saya harus menjadi superwoman yang seolah-olah punya tangan sepuluh karena harus mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Istilah kerennya multitasking, yang digembar-gemborkan sebagai keahlian khusus wanita masa kini. Wanita yang mampu bekerja rangkap, mulai dari menyiapkan masakan sambil mendengarkan berita tv dan laptop menyala di meja kecil,  sampai dengan berbicara di telepon genggam handsfree sambil mencatat daftar belanjaan di kertas memo, dan memerintahkan anak-anak untuk membereskan mainan. Eitttsss, jangan mengernyitkan dahi dulu, itulah kenyataan yang sering kita lihat bukan?

Jam anak tidur siang sungguh berarti bagi saya karena pada saat ini saya bisa ikut beristirahat atau memiliki me-time tanpa terganggu oleh suara anak yang berlarian atau bertengkar dalam rumah. Tidur siang bagi anak-anak penting untuk membantu tubuhnya mengisi ulang energi setelah beraktivitas sejak pagi. Jika anak terlalu capek, sore hari akan lebih rewel dan dapat mengganggu ketenangan tidur di malam hari.

Kebutuhan Tidur Siang Untuk Balita

Tidak ada angka yang pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan tiap anak untuk tidur siang. Semuanya tergantung pada usia anak dan total jam tidurnya dalam 24 jam. Di bawah ini ada pedoman umum yang dapat dijadikan referensi seberapa lama yang dibutuhkan untuk tidur siang.

Lahir – usia 6 bulan:

Bayi membutuhkan total 16-20 jam tidur per hari. Bayi yang lebih kecil akan kerap terbangun untuk menyusu. Menjelang usia 4 bulan, irama tidurnya akan mulai teratur. Kebanyakan bayi tidur 10-12 jam pada malam hari dengan interupsi beberapa kali terbangun untuk menyusu. Siang hari, rata-rata bayi tidur 3-5 jam yang terbagi atas 2-3 sesi.

Usia 6 – 12 bulan:

Pada usia ini bayi biasanya tidur 11 jam di malam hari ditambah 2 kali tidur siang, sekitar 3-4 jam. Bayi sudah agak jarang terbangun tengah malam untuk menyusu namun kadang kala bayi gelisah dalam tidurnya bilamana tidak didekap terus atau merasa tidak ada yang menemani tidur. Keadaan ini dikenal dengan istilah separation anxiety – kecemasan berpisah.

Usia 1 – 3 tahun:

Anak usia 1-3 tahun membutuhkan tidur 10-13 jam, total jam tidur siang dan malam. Usahakan anak tidak tidur siang terlalu sore agar malamnya tidak sulit tertidur.

Usia 3 – 5 tahun:

Pada usia ini, anak membutuhkan total jam tidur siang dan malam 10-12 jam. Biasanya anak usia 5 tahun sudah mulai sulit diajak tidur siang.

nap1

Usia sekolah 5 – 12 tahun:

Anak usia sekolah membutuhkan 10-12 jam tidur dan biasanya sudah tidak tidur siang lagi, jadi malam hari sebaiknya tidur lebih cepat.

Tanda-Tanda Anak Tidak Cukup Tidur

Mungkin banyak orang tua yang tidak tahu apakah anak-anaknya cukup tidur atau tidak. Cobalah perhatikan apakah anak anda menunjukkan tanda-tanda seperti :

1. Mengantuk di siang hari
2. Menjelang sore hari, anak menjadi rewel dan cenderung cengeng
3. Sulit bangun pada pagi hari (untuk berangkat sekolah)
4. Anak kurang perhatian, sulit berkonsentrasi
5. Cenderung hiperaktif atau agresif

Jika anda menjawab ‘ya’ untuk satu atau lebih keadaan di atas,  besar kemungkinan anak anda tidak cukup tidur.  Anak saya cenderung rewel dan sulit makan malam jika terlalu capek dan tidak tidur siang. Mengerjakan pe er atau belajar juga lebih sulit karena sudah tidak konsentrasi dan gelisah.

Saya memberi kelonggaran untuk tidak tidur siang bilamana besok adalah hari libur. Perlu beberapa strategi juga untuk membujuk anak tidur siang, apalagi anak usia sekolah. Biasanya saya beri reward tambahan jam menonton dvd atau bermain sebelum tidur malam jika ada tidur siang, meskipun hari libur. Besoknya mereka boleh bangun lebih siang dari jadwal bangun pagi biasa. Jika anak tidak tidur siang, mereka harus tidur lebih cepat satu jam dari jadwal tidur malam biasa. Memang perlu beberapa waktu untuk melatih dan menjadikan tidur siang sebagai rutinitas untuk anak, khususnya anak usia sekolah.

Status: (Happily) Single

Malam Minggu. Saya tak bisa menahan senyum membaca tweets teman-teman putera sulung saya di twitter. Banyak temannya yang saling menggoda khususnya sesama jomblo, yang belum punya pacar. Ternyata sama saja kondisinya, single pada segala usia, sering menjadi sasaran guyonan ataupun desakan untuk mencari pasangan. Rasanya ada yang salah jika kita tidak punya pasangan. Masyarakat masih berpihak pada keharusan memiliki pasangan dan menikah.

Coba perhatikan, teman-teman yang masih single di usia 31 tahun ke atas, kebanyakan akan merasa tidak nyaman karena di banyak lingkungan selalu ada saja yang bertanya: “Udah punya pacar belum?” atau “Mana calonnya?”. Saya sering tanya pada teman yang masih single, bagaimana reaksinya ketika dihadapkan pada situasi seperti itu. Ada yang merasa tidak nyaman dan akhirnya sering menghindari acara keluarga besar, karena selalu ada Tante  yang kepo  dan ingin tahu, ada yang cuek saja, ada yang menjawab dengan guyonan. Mungkin jawaban paling aman adalah dengan mengatakan: “Blom punya pacar nich. Kenalin dong”   Lumayan kan untuk memberikan pe er bagi si penanya, mencarikan calon pasangan. Atau….…..

single1

Seseorang berstatus single bisa terjadi karena:

– Belum mendapatkan pasangan yang cocok dan sesuai spesifikasi yang dia inginkan.

– Tidak berkeinginan untuk mencari pasangan. Ingin menikmati hidup sendiri.

– Pernah punya pasangan, tapi putus atau bubaran, jadi kembali berstatus single.

single4

Apa Keuntungan Menjadi Single?

– Memiliki banyak kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri. Menganalisa apa pandangan kita terhadap suatu kejadian, respons kita bagaimana, apa dampaknya bagi orang lain bila kita mengambil keputusan A, dan lain sebagainya.

single3

– Tidak terganggu dengan mood pasangan atau temperamennya,  mungkin pasangan mengomel panjang lebar melihat kita melakukan hobi atau suatu kegiatan yang tidak dia sukai.

– Hidup sendiri membuat kita harus mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Menyiapkan masakan, mengurus baju kotor, membereskan rumah, mengurus hewan piaraan, dan lain sebagainya.

– Memiliki kontrol penuh atas keuangan sendiri. Jika punya pasangan, kita perlu membuat pos khusus untuk biaya kencan, makan siang atau malam, beli kado ulang tahun,
Valentine, dan sebagainya. Akan tetapi bukan berarti single pasti akan hidup lebih irit, karena bisa jadi malah uang akan mengalir keluar untuk hang out di bar atau membeli barang-barang hobi yang menguras kantong, tanpa ada yang menjadi ‘rem’. Tapi setidaknya, kondisi single membuat kita menjadi boss  untuk semua uang yang kita belanjakan.

single5

– Tidak perlu hadir di acara-acara yang membosankan dan butuh segudang basa-basi karena kewajiban menemani pasangan.  Kita bisa memilih untuk hadir di acara mana saja yang dirasa perlu dan asik.

single

– Tidak perlu adaptasi dengan kebiasaan pribadi pasangan. Bagi yang pernah menikah dan sekarang kembali single, akan sangat berbeda situasi keseharian. Tidak ada lagi suara ngorok yang mengganggu sepanjang malam, atau wangi  lilin yang memenuhi rumah, atau pasangan yang selalu memencet pasta gigi dari tengah  dan banyak kebiasaan lain yang pastinya membuat kita gregetan. Jika ditegur, marah. Hal sepele akan memicu pertengkaran dan sepanjang hari ‘langit’ pasti mendung dan suasana hati suram.

– Menjadi single, membuat anda lebih spontan melempar candaan atau mengajak teman ngobrol dalam suatu acara. Tidak perlu jaim (jaga image) karena takut pasangan tersinggung  atau bahkan cemburu jika melihat  kita berbicara agak akrab dengan si A.
Bebas chatting dengan siapa saja di media sosial tanpa perlu clear chat sesudahnya, karena khawatir  terbaca oleh pasangan. Bisa-bisa jadi pasal untuk bertengkar apalagi jika teman chatting itu  lawan jenis dan dianggap saingan yang potensial oleh pasangan.

– Lebih fokus di pekerjaan atau karir di kantor karena perhatian tidak terbagi dengan urusan membina hubungan dengan pasangan. Kerja lembur pun tidak ada yang protes  karena anda yang berkuasa sepenuhnya atas semua waktu yang dimiliki.

Hubungan/relasi membutuhkan kompromi. Banyak kesenangan atau hal pribadi  yang kadang harus anda korbankan demi menjaga perasaan pasangan. Tidak pergi nonton pertandingan bola atau tidak ke pagelaran musik karena pasangan tidak suka.

Punya pasangan atau tidak, semua tergantung bagaimana kita menempatkan diri dan beradaptasi dengan kondisi. Menikah atau tidak menikah masing-masing ada konsekuensi dan plus- minusnya.

Menurut saya, menikah adalah pilihan gaya hidup, bukan keharusan. Menyandang status single adalah juga pilihan gaya hidup, bukan karena otomatis dari awal ditetapkan  harus single (seperti default option di gadget). Jadi, mau menikah atau tetap single, itu tidak lebih hanya pilihan gaya hidup, bagaimana anda mau menikmati dan mengisi hari-hari sepanjang pejalanan hidup.

Ada kutipan yang pernah saya baca di salah satu artikel:

“Single is not a status. It is a word that describes a person who is strong enough to live and enjoy life without depending on others.”

“Single bukanlah status. Hanya kata yang mendeskripsikan seorang yang cukup kuat untuk hidup dan menikmati hidup tanpa tergantung pada orang lain”.

Setuju dengan isi kutipan di atas? Siap untuk menjadi single? Menjomblo….

single2

 

I (don’t) Love The Way You Lie

Pagi tadi pukul 05:00 ketika gadget saya on, ada satu chat panjang dari teman lama, curhat mengenai pacarnya yang ketahuan berbohong dan akhir ceritanya adalah bubaran (padahal sudah sampai pada tahap merencanakan pernikahan). Pagi-pagi disuguhi curhat yang membuat hati ciut, rasanya tidak tega jika saya diamkan saja. Di tengah “kerusuhan”  rutinitas pagi, saya sempatkan untuk merespons sehangat mungkin  untuk menenangkan hati sahabat itu.

Ada satu lagu yang cukup populer beberapa waktu yang lalu, Love the Way You Lie yang dibawakan oleh Emimem dan Rihanna. Saya bukan fans mereka tapi  tergelitik untuk browsing dan mengunggah lagu ini karena pernah ada  teman yang mengutip judul dan lirik lagu ini dan dijadikan status di Blackberry-nya. Mungkin sebagai curahan hati yang gundah karena ada kebohongan yang terungkap dari pasangannya. Because I like the way it hurts. Just gonna stand there and hear me cry. Because I love the way you lie…

Duh, saya koq miris membaca lirik lagunya? Apa memang kebohongan itu sudah menjadi sesuatu yang wajar dan normal, sehingga kita harus beradaptasi dengan segala macam kebohongan dan menganggap itu normal saja? Artinya semua kebohongan bisa ditolerir?

Dari buku yang baru dirilis 26 Desember 2012: The Normal Bar: The Surprising Secrets of Happy Couples and What They Reveal About Creating a New Normal in Your Relationship, Chrisanna Northrup menuliskan beberapa hasil penelitian dari 100.000 responden. Salah satunya  mengenai kasus berbohong. Hampir ¾ responden mengaku pernah berbohong pada pasangannya dan merasa itu hal yang  normal dan membuktikan bahwa mereka adalah pasangan yang berbahagia dan tetap bersama sampai belasan tahun meskipun hidup dengan bumbu kebohongan. Surprised? Rasanya tidak.

Anda mungkin pernah mendengar apa yang disebut white lies. Ada kalanya kita menutupi atau sedikit merekayasa kondisi yang sebenarnya agar pasangan atau orang lain tidak resah. Ketika isteri anda menanyakan pendapat anda tentang masakan dia malam ini, anda mungkin akan menjawab: “Enak koq”, meskipun sebenarnya rasanya tidak karuan karena jika mengatakan yang sebenarnya, isteri akan ngambeg dan besok tidak mau masak lagi. Atau ketika dokter menjelaskan penyakit isteri anda, anda mungkin akan menyensor beberapa bagian agar si isteri tidak stres jika mengetahui sebenarnya penyakitnya tidak bisa diobati lagi.

Kadang saya juga terpaksa mengatakan supermarket hari ini tidak buka ketika si kecil merengek minta dibelikan coklat atau es krim.  Saya malas keluar rumah di hari yang panas dan terik hanya untuk membeli es krim.

Nah, bagaimana dengan bohong tentang fakta? Masih ingat dengan kasus yang menghebohkan tentang perselingkuhan Bill Clinton dengan Monica Lewinsky?  Bill dengan gigihnya mempertahankan kebohongan bahwa dia tidak berselingkuh, tidak punya hubungan romantik dengan Monica dan sebagainya. Akhirnya beberapa bukti mengungkapkan bahwa Bill tidak mengatakan yang sebenarnya dan ini contoh berbohong tentang fakta.

Menurut saya, setiap pasangan hendaknya membuat  semacam deal sejauh mana tingkat kejujuran yang kita butuhkan untuk tetap mempertahankan hubungan. Sejauh mana dan jenis kebohongan bagaimana yang bisa ditolerir. Untuk saya pribadi, saya menetapkan zero tolerance untuk kebohongan tentang fakta, khususnya fakta yang sangat krusial misalnya tentang relasi dengan orang lain atau  soal finansial. Lebih baik hati saya hancur mendengar fakta yang menyakitkan dan mengiris hati yang  disampaikan dengan jujur, daripada dibohongi, demi menghibur saya. Atau, jika merasa tidak nyaman untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya, lebih baik diam saja dan tidak usah dijawab, daripada mengarang cerita atau skenario baru. Bisa juga dijawab dengan cara lain, misalnya, kalau ditanya, ‘Berapa gaji suamimu?’ atau ‘Apa kamu tidur sama dia?’ Kita bisa memilih bertanya kembali,’Mengapa kamu ingin tau?’ Atau lihat mata penanya beberapa saat tanpa berkedip lalu bilang, ‘ Maaf, aku tak bersedia menjawab.’ Atau ‘Aku akan anggap tak pernah dengar pertanyaan itu.’

lies1

Suatu kebohongan butuh kebohongan lain untuk menutupinya dan itu akan terus berlanjut sampai suatu ketika anda sendiri lupa episode berbohong telah sampai pada bab berapa dan endingnya harus bagaimana. Saya lebih menghargai orang-orang yang masuk dalam kelompok ¼ bagian yang tidak pernah berbohong. Katakanlah yang sebenarnya. Meskipun mungkin ada saat marah dan emosi meluap, tapi percayalah, setelahnya hubungan akan lebih baik apalagi jika kedua pihak bisa duduk dan membahas lebih lanjut apa dan bagaimana langkah selanjutnya.

lies2

And last but not least, kabar baiknya, orang yang menjalani hubungan tanpa kebohongan, akan memiliki kesehatan yang lebih baik dan tentu saja hubungan yang lebih sehat dengan pasangannya.  Yang jelas, apapun pendapat anda tentang masakan saya, dengan atau tanpa bumbu kebohongan, saya akan selalu mengundang para sahabat untuk makan bersama di rumah. Janji.

_______________

(This article is dedicated to HM)

Post-Vacation Blues

Pernahkah merasakan pulang dari liburan tapi koq malah tidak bersemangat? Setibanya di rumah, malas untuk memeriksa ini itu yang sudah ditinggalkan beberapa hari, atau bahkan malas untuk membongkar koper dan membereskan tumpukan baju kotor. Gejala ini disebut dengan post-vacation blues. Berhati-hatilah. Jika anda kembali dari berlibur dengan rasa gembira yang sama dengan ketika akan pergi berlibur, itu tandanya liburan anda sukses.  Anda kembali dengan semangat baru.

Gejala post-vacation blues dapat terjadi karena ketidaksiapan tubuh dan pikiran untuk kembali ke rutinitas sehari-hari. Tubuh rasanya lelah, lesu, malas, sedih dan tidak bersemangat . Seharusnya semangat liburan menjadi pemicu untuk kembali ke rutinitas harian, bukan sebaliknya. Nah…untuk menghindari kemungkinan terjadinya gejala ini, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

1.      Rencanakan jenis liburan bagaimana yang anda inginkan. Apakah untuk leha-leha, ingin bersantai di kolam renang hotel, tiduran di pinggir pantai dan merasakan hembusan angin,  mengunjungi tempat-tempat wisata dan berburu souvenir atau mengunjungi teman.

2.      Jika tidak berlibur bersama keluarga, carilah teman perjalanan yang memang cocok dan satu ‘selera’ dengan anda. Teman perjalanan yang menyenangkan akan sangat mempengaruhi suasana liburan anda dan setelah liburan berakhir. Jika selama perjalanan, lebih banyak adu argumentasi bahkan untuk hal yang paling sepele sekalipun,  dapat dipastikan mood anda akan terpengaruh.

3.      Kadang kala liburan pendek 4-5 hari atau pergi berlibur saat ada harpitnas, hari kejepit nasional, akan terasa lebih menyegarkan daripada libur panjang 2-3 minggu.

4.      Jika dana liburan terbatas, cobalah cari liburan yang lebih kreatif seperti naik sepeda, naik gunung atau berkemah . Jadi, setelah liburan usai, kita tidak terbebani oleh hutang atau cicilan kartu kredit yang harus diselesaikan.

5.      Jangan mengatur jadwal perjalanan terlalu padat (overscheduled) karena tujuan liburan adalah untuk rileks, bukannya malah membuat tubuh lelah karena acara penuh dari pagi setelah sarapan sampai kembali ke penginapan nyaris tengah malam.

6.      Jika memungkinkan, sisakan satu hari untuk istirahat di rumah sekembalinya dari berlibur. Anda punya waktu untuk membereskan rumah, membongkar koper  dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kembali bekerja atau sekolah dan tidur yang cukup sebelum kembali ke rutinitas sehari-hari.

7.      Usahakan jangan mengatur jadwal rapat besar atau penting di hari pertama setelah liburan.  

8.      Ubah rutinitas harian anda, seperti tatanan meja di kantor, menu makan siang, kembali aktif berolahraga, menyusun jadwal berbelanja, dan lain sebagainya.

Setelah semua kondisi sudah stabil dan mungkin ini saatnya untuk merencanakan destinasi liburan berikutnya. Merancang liburan adalah kegiatan yang menyenangkan dan bisa menjadi pemicu untuk bekerja lebih semangat karena harus mulai menabung lagi. Siap browsing lagi yuuukkk…..

Aku Memang Berbeda

APA AUTISME ITU?

     Autisme adalah suatu keadaan kelainan saraf,di mana penderita autisme lahir dengan kondisi autis dan kemungkinan besar seumur hidup akan berada dalam kondisi autis. Penyebab pasti terjadinya keadaan ini masih belum diketahui. Kelainan yang ditimbulkan pada setiap orang juga berbeda-beda mulai dari yang ringan hingga parah.
 
GEJALA UMUM AUTISME
    Banyak orang tidak menyadari beberapa hal pada tumbuh kembang anak yang membuat seorang anak terlihat berbeda dengan anak lainnya.   Gejala autisme sebenarnya sudah terlihat antara usia 12-18 bulan. Anak terlihat tenang, tidak bersuara dan tidak berusaha untuk menarik perhatian, membuat kita sering berpikir ini adalah anak yang manis karena tidak berisik dan tidak banyak mengganggu.
     Di bawah ini adalah 10 gejala umum yang biasa dijumpai pada anak autis
1.Tidak merespons jika dipanggil namanya
2.Menghindari kontak mata dengan lawan bicara. Anak yang autistik tidak suka digandeng atau dipeluk dan tidak menatap mata lawan bicara jika diajak berbicara.
3.Tidak responsif. Anak mungkin tidak menyadari kehadiran orang lain dalam ruangan atau jika tahu ada orang lain, anak tidak berusaha untuk berinteraksi. Terlihat tidak perduli sama sekali dengan kehadiran orang lain.
4.Obsesif dengan objek tertentu. Anak autistik akan sangat fokus pada suatu objek misalnya pada cahaya matahari pada jendela, mereka akan terpaku pada cahaya itu. Atau memiliki mainan favorit dan selalu bermain dengan mainan tersebut.
5.Sangat fokus pada detil. Anak biasanya akan memperhatikan detil tertentu saja misalnya roda mobil mainannya . Anak mungkin akan memutar roda mobil itu terus menerus, bukan menggerakkan mobil sebagai mana mestinya.
6.Aktivitas yang berulang-ulang (repetitive). Coba perhatikan apakah anak selalu bermain tali atau lainnya dengan cara yang sama dan berulang-ulang. Jika diajarkan cara lain atau ditegur, mereka akan marah atau merasa tidak nyaman.
7.Menonton video yang sama berulang kali. Anak merasa aman dengan menonton video atau adegan yang sama berulang-ulang karena mereka sudah hafal jalan ceritanya, apa yang akan terjadi setelah satu kejadian dalam film tersebut. Tidak ada hal yang menjadi kejutan  dan ada rasa tenang dan tenteram karena mereka sudah tahu.
8.Gerakan berulang, seperti menggoyangkan anggota tubuh tertentu apabila mereka merasa terancam dan tidak nyaman pada suatu lingkungan.
9. Menyakiti diri sendiri. Kelakuan seperti menggigit lengannya sendiri, menghentak-hentakkan kaki atau membenturkan kepala jika mereka merasa frustrasi akan suatu keadaan.
10.Terlambat bicara. Anak autistik sering kali belum dapat berbicara meskipun telah berusia di atas 3 tahun. Bahkan ada beberapa anak yang sama sekali tidak pernah berbicara.
 
     Jika anda menemukan beberapa gejala di atas pada anak, dianjurkan untuk segera membawa anak ke dokter atau psikolog untuk dievaluasi lebih lanjut. Deteksi awal sangatlah penting agar dapat segera ditangani dan diterapi, membantu anak belajar hidup normal dan  tidak selalu tergantung pada orang lain.
     Anak autistik akan kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan, sulit berkomunikasi,  memberi respons yang abnormal terhadap hal-hal yang berhubungan dengan sensoris seperti suara yang terlalu keras, cahaya yang silau, bau yang menyengat dan bahkan sentuhan (halus atau kasar). Beberapa anak akan menjadi  agresif jika merasa frustrasi atau berbicara dengan suara yang sangat keras. Kondisi tiap anak autistik memang tidak sama satu sama lain. Ada yang sama sekali tidak pernah mengeluarkan sepatah katapun.
     Kondisi autistik ini digambarkan dengan sangat jelas oleh Dustin Hoffman dalam film Rainman .Film serial telivisi berjudul Touch , menggambarkan anak autistik  yang tidak pernah berbicara dan berkomunikasi dengan ayahnya lewat angka-angka.
     Setiap anak adalah individu yang unik, termasuk anak autistik. Mereka bukan anak yang berperilaku buruk, tapi memiliki keterbatasan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Semoga dengan deteksi dini dan penanganan efektif, anak autistik dapat beradaptasi dan mandiri.

Berlibur…20 Tips Berkemas

Apa yang muncul dalam pikiran setiap kali masa liburan menghampiri? Hore!!! Waktunya berkemas. Siapkan koper dan tas. Rasanya gembira dan semangat sekali memikirkan baju apa yang hendak dibawa dan kegiatan bongkar muat barang di koperpun segera dimulai.

 SENI BERKEMAS
 Pertama sekali, buat daftar barang dan pakaian apa saja yang hendak dibawa. Untuk ini yang harus dipertimbangkan adalah tujuan dan lamanya perjalanan. Daftar ini akan membantu kita dalam berkemas dan juga untuk memeriksa apakah ada barang yang ketinggalan sebelum kita berangkat ataupun sewaktu meninggalkan kamar hotel.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
1. Jangan bawa barang yang tidak dibutuhkan atau tidak cocok dengan kondisi di tempat tujuan.
2. Koper/ tas yang vertikal dan terbuat dari bahan yang relatif ringan akan lebih efisien dan praktis daripada koper yang besar dan berat.
3. Jika kita akan naik turun bis, ferri, dan kemudian dilanjutkan dengan kendaraan lain lagi, bawalah tas yang ringkas dan sepraktis mungkin.
4. Kelompokkan barang-barang seperti kosmetik, obat-obatan, charger, dan lain sebagainya dalam kantong-kantong atau dompet-dompet kecil. Hal ini akan mempermudah kita untuk mencari barang yang diperlukan.
5. Jika negara tujuan voltase listriknya berbeda, bawa juga adaptor universal. Karena di berbagai negara colokan listrik berbeda juga.
6. Untuk menghemat ruangan dalam koper/tas, gulunglah setiap potong celana atau kaus dan masukkan dalam plastik (lebih baik plastik zip lock) agar tetap rapi.
7. Alternatif lain, tumpukkan beberapa pakaian dan gulung seperti sosis besar. Metode ini membantu mengurangi lecek.
8. Pilihlah baju yang dapat dipadupadankan atau warna yang senada agar anda tidak perlu membawa segala macam aksesoris untuk setiap warna pakaian. Utamakan membawa pakaian berwarna hitam, abu-abu atau coklat yang mudah dipadankan dengan warna lain.
9. Barang-barang kecil lain seperti sepatu, pengering rambut, setrika kecil, susun di bagian bawah, dan item yang ringan di bagian atasnya.
10. Bungkus barang yang mudah pecah seperti botol parfum dalam kaus kaki atau pakaian yang tebal dan taruh di bagian tengah koper.
11. Jaket yang tebal sebaiknya ditenteng ke kabin.
12. Bawa jas hujan atau payung lipat dan pashmina dalam tas tangan.
13. Barang-barang yang mengandung cairan seperti tonik, lotion, shampoo, dan lain-lain, sebaiknya dimasukkan dalam plastik zip lock dan jangan isi botol terlalu penuh karena tekanan udara di pesawat akan menyebabkan isinya meluap keluar. Peraturan penerbangan tidak mengizinkan barang-barang cairan yang lebih dari 100ml dibawa ke kabin. Taruhlah di dalam koper dan masukkan ke bagasi.
14. Bawa bantal tiup yang praktis digunakan untuk menyangga leher jika kita perlu tidur dalam perjalanan (Bila anda termasuk orang yang sulit tidur).
15. Obat-obatan yang penting dibawa selain dari obat yang anda minum setiap hari (bila anda mempunya penyakit seperti darah tinggi) adalah obat penurun panas, diare, obat maag, multivitamin, balsam, obat luka dan plester. Bila tempat tujuan banyak nyamuk, pertimbangakan membawa lotion anti nyamuk juga.
16. Untuk menjaga lingkungan, sebaiknya membawa sikat dan pasta gigi sendiri.
17. Paspor, kamera, laptop, kunci dan barang-barang berharga lainnya sebaiknya dimasukkan dalam tas tangan.
18. Jika membawa hadiah dalam tas kabin, sebaiknya tidak dibungkus karena petugas biasanya akan memeriksa isi hadiah tersebut.
19. Sediakan juga tas lipat dalam koper sebagai cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan.
20. Koper/tas sebaiknya diberi pita dengan warna menyolok pada pegangannya untuk mempermudah kita mengenali bagasi. Jangan lupa tulis nama dan nomor telepon agar pihak penerbangan dapat menghubungi kita jika bagasi tercecer atau salah tujuan.
Selamat berlibur……………………