Bullying: Bukan Masalah Sepele

Akhir-akhir ini, bullying menjadi topik yang semakin sering dibicarakan karena banyak kasus yang muncul dan berdampak pada perkembangan kepribadian anak. Ini bukan persoalan sepele dan sudah sewajarnya orang tua dan guru lebih peka dan mampu mendeteksi kemungkinan terjadinya bullying.

f4e395fc51b1772f0faf7c478aaade2e

Saya tidak menemukan padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan kata bullying. Bullying bisa diartikan sebagai tindakan agresif yang mengancam, intimidasi, atau penindasan terhadap pihak yang menjadi korban. Biasanya tindakan ini sudah terjadi berulang kali yang dimaksudkan untuk melukai orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Tujuannya untuk menunjukkan kekuasaan yang lebih besar dari si korban.

Beberapa tahun yang lalu, salah satu anak les saya, ketika itu ia masih duduk di kelas 2 SD, terlihat murung dan menjadi semakin pendiam. Prestasi di sekolah menurun. Saya mencoba mengajaknya bicara baik-baik dan akhirnya ia mengatakan dendam pada temannya W dan ingin punya pistol dan menembak tepat di kening W, hingga berdarah-darah dan langsung meninggal. Duh….saya terperanjat mendengarnya karena ia mendeskripsikan dengan detil apa yang akan dia lakukan pada temannya itu. Ini menunjukkan ia sudah sangat terluka. Selama ini ternyata W sering mengganggunya. Mendorongnya di tangga, menjambak rambutnya, merebut alat tulisnya, menarik kursinya hingga ia terjerembab ke lantai dan pernah juga menusuk tangannya dengan pensil. Saya segera melaporkan masalah ini pada orang tuanya dan minta izin untuk melakukan tes psikologis pada puteranya. Dari hasil tes, terlihat banyak trauma dan emosi negatif yang muncul.

Saya menyarankan orang tuanya untuk segera menghadap wali kelas dan kepala sekolah untuk menggali lebih lanjut. Ternyata selama ini orang tuanya tidak pernah tahu jika puteranya mengalami bullying di sekolah. Ibunya justru menjadi sering marah karena nilainya merosot. Anak semakin terpuruk dan menarik diri. Tidak berani menyampaikan kejadian yang sebenarnya ia alami. Pernah beberapa kali si anak mengeluh sakit perut, sakit kepala, pusing, muntah-muntah di pagi hari dan tidak mau sekolah.

Pihak sekolah bersedia bekerja sama dengan memanggil orang tua W. W ditegur dan dipindahkan ke kelas sebelah, wali kelas menjadi lebih perhatian. Orang tua juga merubah sikap dan lebih perhatian pada puteranya. Selang beberapa bulan kemudian, anak menjadi lebih terbuka dan mau bercerita kejadian sehari-hari pada orang tuanya. Prestasi di sekolah meningkat dan si anak kembali ceria setelah kasus bullying ini ditangani dengan baik.

Karakteristik Bullying

Bullying biasanya dilakukan oleh orang yang lebih berkuasa terhadap korban yang lebih lemah atau rendah posisinya. Secara umum, bullying meliputi kekerasan secara verbal, emosional dan fisik.

Menurut data US National Center for Education Statistics (2007), sekitar 32% anak-anak sekolah di Amerika mengalami bullying. Di Indonesia belum ada data yang jelas karena sering korban tidak terdeteksi atau tidak melapor.

Pada dasarnya bullying dibagi dalam dua kategori:

1. Direct bullying – biasanya berupa penyerangan fisik seperti memukul, mendorong, melempar barang, menampar, meninju, menyepak, menusuk, menjambak , menggigit, dan lain sebagainya.

2. Indirect bullying – mengucilkan korban, menyebarkan gosip, memprovokasi teman lain untuk menjauhi dan tidak berteman dengan korban, mengkritik berlebihan segala perilaku korban seperti cara berpakaiannya, cara jalannya, dandanannya atau bahkan barang yang dipakai korban, memanggil korban dengan nama julukan yang tidak pantas didengar. Indirect bullying sering kita jumpai pada remaja.

Sekarang ini cyberbullying sudah makin sering ditemui. Korban diteror dengan kiriman-kiriman pernyataan yang mengganggu, mengunggah foto ke media sosial yang menyudutkan dan membuat malu korban. Dengan semakin berkembangnya teknologi di mana internet dapat dengan mudah diakses melalui telepon genggam, membuat cyberbullying lebih ‘mengerikan’ dari bullying di dunia nyata. Biasanya bullying di dunia nyata, seperti di masa-masa sekolah, akan berakhir ketika remaja itu meninggalkan bangku sekolah. Sedangkan cyberbullying akan terus berlanjut dan bahkan bisa menjadi semakin parah. Mungkin anda pernah mendengar kasus seorang gay yang diolok-olok temannya via internet hingga ia sedemikian tertekan dan akhirnya bunuh diri. Sungguh fatal akibatnya.

Berikut ini fakta-fakta hasil survei di Amerika tentang cyberbullying:

1. Hampir 43% anak-anak pernah dibully via internet dan 1 dari 4 anak dibully lebih dari sekali.
2. 70% anak melapor bahwa mereka sering melihat temannya dibully teman lain via internet.
3. 68% remaja mengakui mereka sangat tertekan jika menjadi korban cyberbullying.
4. Hanya 1 dari 10 korban yang berani melaporkan kepada orang tuanya bahwa mereka menjadi korban cyberbullying.
5. Anak perempuan dua kali lebih banyak menjadi korban.
6. Para korban bullying mengakui 2 hingga 9 kali lebih ingin bunuh diri karena dipermalukan di internet.

6e72d2e2ba648934b64f49028412cb30

Ada dua alasan utama mengapa orang menjadi korban bully, yaitu penampilan dan status sosial. Seperti kasus salah satu keponakan saya yang pernah dibully teman-temannya ketika masih duduk di kelas 11 di salah satu SMA khusus puteri di Jakarta. Cantik, pintar, aktif dalam berbagai kegiatan, supel, dan tentu saja menjadi primadona di sekolah. Ada teman yang iri dan menjadi provokator teman-teman lain untuk memusuhinya, mengucilkan, menebar isu dan juga melakukan cyberbullying. Setiap kali ada tugas kelompok, tidak ada yang bersedia satu kelompok dengannya. Tidak diajak dan diundang ke pesta ulang tahun teman atau sekedar hang out. Bagi remaja, dikucilkan adalah hal yang paling memukul mereka. Ia jadi sering menangis, mengurung diri di kamar, mulai banyak alasan sakit perut, sakit kepala dan macam-macam agar tidak ke sekolah hari itu. Prestasi di sekolas jelas merosot tajam. Puncak dari semua tekanan itu, ia minta pindah sekolah.

f37a91c2c224c23dca6c2c6fb25d3138

Ketika orang tua melaporkan kasus ini ke pihak sekolah, guru BP justru dengan tegas menepis dan mengatakan tidak mungkin ada kejadian bullying di sekolah mereka yang terkenal dengan disiplin tinggi. Setelah disodorkan bukti berupa print out dari semua teror yang dilancarkan via sms, chat, dan facebook; guru dan kepala sekolah terperangah dan tidak bisa berkelit lagi. Akhirnya kasus ini berhasil ditangani dengan baik atas kerjasama semua pihak. Memasuki kelas 12, keponakan saya ini sudah kembali ceria dan lulus dengan baik.

Tanda-tanda Korban Bully

Orang tua, guru, atau pelatih sebaiknya peka terhadap perubahan perilaku anak asuhnya.

Ada beberapa tanda umum yang biasa ditemui pada korban bully:

1. Mendadak murung dan menarik diri, sering menangis dan sedih (tanda depresi)
2. Menghindari hadir dengan alasan sakit perut, sakit kepala, pusing dan lain sebagainya.
3. Tanda-tanda fisik seperti lebam, kulit tertusuk, bekas cakaran di tangan atau bagian lain.
4. Pada anak usia SD, biasanya akan sering kehilangan kotak makanan, botol minum, alat tulis atau bahkan uang jajannya.
5. Anak tiba-tiba sering tergagap-gagap atau tampak ketakutan ketika ditanya.
6. Tidak lagi pergi ke kantin, perpustakaan atau bermain di halaman sekolah. Lebih suka menyendiri di kelas.

Tips Menghindari Bullying

– Hindari orang yang membully dan usahakan selalu berada dalam kelompok bersama dengan teman-teman yang lain.
– Ajarkan anak untuk bersikap tenang, tidak memperlihatkan rasa takut, berjalan dengan tegak dan tidak menundukkan kepala dan tidak tergesa-gesa jika melihat si tukang bully ada di sana. Biasanya tukang bully akan bereaksi jika anak kelihatan takut, lemah dan tidak berdaya.
– Jangan ajarkan anak untuk membalas serangan fisik karena kemungkinan si tukang bully akan menjadi lebih beringas. Lebih baik segera melaporkan kepada guru atau orang dewasa lainnya yang ada di lingkungan itu.
– Yakinkan pada anak bahwa anda selalu menyayanginya dan segala apa yang meresahkan atau membuatnya takut, lebih baik diceritakan agar bisa segera ditangani.

93952a7f8a58511ecaa1df18b3f95325

Advertisements

Aku Dan Kau Memang Berbeda

Men Are From Mars, Women Are From Venus. Mungkin beberapa dari anda sudah membaca buku yang ditulis John Gray ini, diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Harper Collins tahun 1992, hingga kini terus menjadi best seller dan telah beberapa kali dicetak ulang dan diterjemahkan dalam beberapa bahasa.

Inti dari buku yang ditulis John Gray: Pria dan wanita itu berbeda dalam banyak hal, dari hubungan interpersonal, cara berkomunikasi, cara berpikir , cara menyelesaikan masalah. Perbedaan itu diulas dalam 13 bab dengan beberapa contoh nyata yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sangat menarik untuk dibaca dan dibahas bersama.

Sejak kecil, pria dan wanita sudah dikelompokkan dalam stereotip-stereotip umum seperti anak laki-laki tidak boleh menangis meskipun jatuh dari sepeda dan lututnya berdarah, tidak boleh cengeng, sementara anak perempuan sah-sah saja menangis, boleh saja merengek minta sesuatu.

Perbedaan dalam pergaulan sehari-hari sudah terlihat sejak masa kanak-kanak , seperti:

–  Anak laki-laki biasanya bermain dalam kelompok yang besar, sementara anak perempuan dalam kelompok yang lebih kecil.

–  Anak laki-laki memilih jenis permainan kompetitif seperti main sepeda, main kelereng, yang mementingkan unsur menang atau kalah. Sementara anak perempuan lebih pada koneksi antar teman, jadi antri bermain dan menanti giliran seperti dalam permainan lompat tali, main boneka, main masak-masakan.

–  Anak laki-laki lebih suka menghabiskan waktu dengan mengerjakan sesuatu seperti menyusun puzzle, bermain lego, menggambar. Sementara anak perempuan menghabiskan waktu menonton tv atau mengobrol panjang lebar tentang banyak hal dengan temannya.

–  Anak laki-laki cenderung berkomunikasi dengan temannya jika ada keperluan saja. Pernah saya tanya pada putera saya setelah melihat dia ngobrol dengan seorang teman yang baru dia kenal. “Sudah kelas berapa dan sekolah di mana temanmu itu?” Jawabnya: “Ga tau ya Ma. Aku ga tanya. Tadi aku cuma tanya bagaimana dia bisa dapat skor tinggi main game itu.” Jadi tidak penting baginya untuk tahu detil tentang teman itu. Dia mengajak teman itu berbicara hanya untuk dapat trik bagaimana memainkan game itu.

Baru-baru ini saya diprotes oleh putera sulung yang sudah remaja ketika saya bertanya terlalu banyak pada temannya. “Mama bawel amat sih. Koq tanyanya dari A – Z, seperti polisi aja. Semua ditanyain, dikomentarin.” Haahahaha…..mungkin karena sudah menjadi kebiasaan saya jika bertanya cenderung mendetil, jadi terkesan interogatif, padahal temannya itu (wanita) menjawab dengan santai dan tampak menikmati pembicaraan kami.

Dalam beberapa tulisan, memang disebutkan bahwa pria cenderung berkomunikasi dengan teman jika sedang ada keperluan saja, jadi tidak heran jika mereka bisa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tidak saling kontak jika tidak ada keperluan. Beda dengan wanita yang senang menanyakan kabar atau bertukar cerita tentang kejadian sehari-hari yang lucu, sedih atau membuat marah. Itu sebabnya kelihatannya wanita lebih bawel dari pria dan kadang pria tidak suka dan tidak sabar mendengarkan celotehan wanita yang dianggap tidak penting.

Beberapa teman saya mengeluh soal pasangannya yang dianggap tidak perhatian lagi karena sekarang jarang telepon dan chat juga sesekali saja, tidak seperti saat awal hubungan dulu. Dulunya, sehari bisa beberapa kali menyapa, lebih sering dari jadwal makan obat yang tiga kali per hari. Padahal, mungkin bukan karena tidak perhatian lagi, tapi bisa jadi bagi pria sekarang tidak perlu harus wajib lapor lagi setiap kali tiba di kantor, makan siang apa dan di mana atau pulang kantor jam berapa, sudah sampai di mana, nanti mau ke mana, sama siapa. Nanti kalau bertemu toh bisa cerita, jadi tidak harus on the spot atau live streaming terus. Sementara bagi wanita, bila dilibatkan dalam setiap momen, dirasa sebagai seseorang yang memang spesial bagi pria itu.

Saya sering memperhatikan tingkah laku ketiga putera saya sejak kecil hingga kini, bagaimana pola interaksinya dengan teman dan apa yang mereka obrolkan jika sedang bersama. Ini hal yang baru buat saya dan saya belajar banyak dari mereka karena berbeda dengan yang saya lakukan dulu ketika seusia mereka. Menarik bagi saya karena melihat mereka tumbuh dan bagaimana kepribadiannya terbentuk dan kelak menjadi pria dewasa.

Pria cenderung berkompetisi, untuk membuktikan siapa yang lebih baik, lebih hebat, lebih up-to-date dan tahu berita terakhir di dunia politik, bisnis, ekonomi dan sebagainya. Wanita lebih sering bertanya, ada-ada saja yang ditanyakan, dari hal sepele hingga yang rumit. Bagi wanita, banyak bertanya otomatis menjadikan percakapan terus bergulir. Sementara bagi pria, bertanya seolah-olah menunjukkan mereka inferior. Ada seorang teman pria saya yang mengatakan begini: “Aku jarang bertanya sama orang. Kalo ga ngerti, ya cari sendiri aja di Google.” Betul-betul bertolak belakang dengan saya, yang merasa lebih praktis bertanya saja pada orang yang saya anggap lebih tahu jika kurang jelas atau kurang mengerti sesuatu hal. Jika masih dirasa kurang memuaskan atau untuk memastikan bahwa jawaban itu valid (apalagi untuk bahan pendukung tulisan), saya akan cek ulang di web untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

Selain itu, wanita lebih sering mengajukan pertanyaan dalam suasana pribadi (one-to-one interaction), sementara pria banyak bertanya pada suasana formal atau di ruang publik.

Berikut ini beberapa pengalaman saya dan curhat teman wanita selama berinteraksi dengan pria:

1. Saya sering kesal melihat pasangan yang jarang sekali mau turun dari kendaraannya dan bertanya pada orang setempat ketika mencari alamat. Dia tetap ngotot mencari tahu sendiri dari peta, coba belok kiri, kemudian kanan, dan rela untuk menghabiskan lebih banyak waktu karena tersesat daripada turun dan bertanya arah yang jelas . Menurut saya, dengan bertanya dua atau tiga kalimat dan meminta bantuan orang lain, bisa menyelesaikan masalah lebih cepat daripada berputar-putar kebingungan.

2. Ketika sedang menyetir, pria nampaknya kurang suka jika wanita yang duduk di sebelahnya menjadi sok tahu dan mengaturnya harus lewat jalan mana untuk menghindari macet. Jadi, lebih baik diam saja dan jadi penumpang yang manis. Biarkan pak supir melaksanakan tugasnya dan menepuk keningnya sendiri jika salah jalan dan akhirnya terjebak macet yang lebih parah.

3. Jika pria sudah duduk menonton acara balap MotoGP, Formula 1, Thomas Cup atau sepak bola di tv, jangan harap anda akan didengarkan. Anda perlu memanggilnya paling tidak sampai tiga kali dengan suara yang makin ditinggikan nadanya, baru ia akan merespons.

4. Pria yang gemar dan pandai memasak memang keren dan seksi, tapi jika setelah memasak, dapur berubah menjadi kapal pecah, lebih baik tidak usah memasak deh. Rasa kesal melihat dapur yang berantakan lebih mendominasi daripada kenikmatan rasa masakannya. Lebih baik ajarkan saja saya memasak dengan resep cespleng itu.

5. Alasan sibuk sehingga tidak sempat telepon mengabarkan malam ini pulang telat dan tidak makan di rumah, itu hal yang bisa memancing pertengkaran. Sesibuk itukah sampai tidak ingat sama sekali untuk memberi kabar? Mungkin bagi pria tidak penting-penting sekali untuk laporan, yang penting dia malam itu tetap makan di rumah, jam berapapun dia tiba.

6. ‘Yaaa begitu deh’ atau ‘Terserah kamu aja lah’ atau ‘No comment’ , itu jawaban yang menyebalkan. Saya bertanya karena ingin mendapatkan alternatif jawaban yang lebih baik dari yang ada di kepala saya saat itu. Kalau tahu jawabannya bakal seperti itu, lebih baik tidak usah tanya pendapatnya.

7. Jika mencari barang, cobalah dicari dulu dengan seksama, jangan cuma sibuk tanya ini di mana, itu di mana tanpa usaha untuk mencari sendiri apalagi jika saya sedang sibuk mengerjakan sesuatu dan terus dipanggil dan ditanya di mana lokasi barang yang dicari.

8. Pria hanya mendengarkan dengan penuh konsentrasi jika hal yang disampaikan itu memang perlu untuk kepentingannya, jadi jangan kecewa jika pasangan anda sering bilang sori, aku lupa. Beberapa hal yang bagi dia tidak penting, sering tidak menempel dengan baik di kepalanya.

9. Pria tidak begitu perhatian pada hal-hal detil. Berbeda dengan wanita, yang akan hafal warna rambut, model pakaian, sepatu bahkan warna kuteks yang dipakai seseorang ketika bertemu di suatu pesta.

10. Ketika menonton film, pria hanya fokus pada jalan ceritanya saja, tapi wanita juga memperhatikan pernak-pernik yang dipakai si aktor atau aktris atau isi dialognya.

11. Saya bisa menangis sampai hidung mampat saat menonton film yang menguras emosi. Selama ini belum pernah saya lihat teman pria saya meneteskan air mata ketika nonton film.

12. Pria fokus pada mencari solusi jika timbul suatu masalah sementara wanita masih sibuk berkutat pada sebab musabab terjadinya hal yang tidak menyenangkan itu.

13. Jika sedang dilanda masalah, pria butuh waktu untuk menyendiri untuk menenangkan pikiran dan hatinya. Wanita merasa lebih lega jika sudah sharing masalah yang sedang dihadapi dengan orang dekatnya. Namun dalam kenyataannya, wanita justru lebih rentan terkena depresi dan sulit tidur (insomnia) atau maag kambuh sebagai gejala awalnya. Ini yang sedang dialami teman wanita saya yang terus dihantui oleh kekhawatiran berlebihan sehingga memperburuk masalah yang sedang dihadapi.

14. Tingkat kepekaan pria lebih rendah dari wanita. Jadi wanita yang tidak berani terbuka untuk menyampaikan keinginannya, akan sering kecewa dan kesal karena menunggu pasangannya mengerti sendiri apa yang diinginkannya. Seperti cerita ini: “Masak dia ga ngerti sih kalo aku juga pengen diperiksa dokter. Begitu dia sudah kelar, langsung ajak pulang, bukannya nawarin aku sekalian untuk ikut check up.” Ini cerita suami isteri yang sedang periksa kesehatan di negara tetangga. Isteri enggan memberitahu suaminya jika dia juga ingin sekalian periksa kesehatan. Jadi menanti sang suami menawarkan. Saya geleng-geleng kepala mendengar teman mengeluh soal ini. Mengapa tidak katakan terus terang sejak sebelum berangkat, jadi bisa diatur waktunya untuk sama-sama check up ke dokter. Mungkin saja suaminya menganggap kondisi pasangannya OK karena isterinya sama sekali tidak mengajukan ‘proposal’ untuk ikut periksa kesehatan.

15. Jika melakukan kesalahan, jarang sekali pria akan spontan minta maaf. Tapi gerak-gerik atau bahasa tubuhnya sudah menyiratkan pernyataan maafnya, misalnya ketika dia tidak lagi adu argumen, melakukan apa yang disarankan oleh pasangannya, atau sekedar menggenggam erat tangan atau memeluk kita. Itu sudah cukup. Jadi tidak usah berharap dia minta maaf terang-terangan dengan mengatakan: Sori ya, memang aku yang salah.

16. Untuk mengatasi kegalauan hati, kekecewaan, patah hati atau sejenisnya, pria cenderung melampiaskannya dengan menyibukkan diri dan tenggelam dalam pekerjaannya atau menambah porsi olah raga agar pikiran dan perasaannya teralihkan. Berbeda dengan wanita, kondisi seperti itu justru memicu terjadinya depresi karena wanita lebih emosional dan menjadikannya sulit berkonsentrasi pada urusan profesional.

Daftarnya akan panjang jika saya tuliskan semuanya. Jadi, kesimpulannya memang pria dan wanita itu berbeda, bukan hanya dari segi fisik saja, tapi keseluruhan ‘paket’ sebagai individu. Untuk mengurangi friksi dalam interaksi, ada baiknya kita kenali karakter-karakter dasar pasangan kita dan menyesuaikan diri dengan mencari win-win solution agar perasaan negatif tidak menumpuk.

2119d59246d343772da35be2acee68f7

Ngopi Yuuukkk

Tadi pagi di depan kantor, ada truk yang sedang parkir, milik salah satu gerai ayam goreng cepat saji, terlihat iklan di badan truknya: New MenuGreen Tea Latte. Aiihhh…latte, jadi kepikiran deh, soalnya itu minuman favorit saya, apalagi jika disajikan dingin.

Dulu, saya suka bingung membaca menu ketika antri di gerai kopi modern di mal. Apa itu Espresso, Café Latte, Latte Macchiato, Cappucino? Awalnya saya asal sebut saja ketika pesan minuman dan mencoba setiap menu yang ada pada setiap kunjungan. Di kedai kopi tradisional hanya ada pilihan: kopi hitam atau kopi susu, panas atau dingin. Jelas apa yang dimaksud, jadi tinggal sebut saja mau yang mana.

Espresso

Espresso berasal dari bahasa Itali yang artinya cepat karena dibuat untuk disajikan dengan segera untuk pelanggan. Angelo Moriondo, kebangsaan Itali, mematenkan mesin pembuat kopi yang pertama dan terdafatar di Turin pada tahun 1884. Ia membuat mesin kopi yang umum (bulk brewer) . 17 tahun kemudian, Luigi Bezzera mengembangkan mesin kopi yang dapat mengeluarkan uap dan air mendidih melalui bubuk kopi pada tahun 1901. Hak paten untuk mesin yang diciptakan Bezzera ini dibeli oleh Desiderio Pavoni pada tahun 1905 dan menjadi cikal bakal mesin espresso yang umum dipergunakan hingga sekarang.

Espresso adalah kopi yang kental (concentrated), rasa dan aroma kopinya ‘kuat’, dihasilkan dengan mengekstraksi biji kopi yang sudah digiling dengan menyemburkan air panas di bawah tekanan tinggi. Secara teknis, espresso diperoleh ketika 30 – 45 gr air disemburkan melewati 7 – 12 gr kopi bubuk pada temperatur 90 derajat Celcius dengan tekanan 9 atmosfer.

Pada setiap espresso terdapat satu komponen yang disebut crema, terlihat seperti buih kecoklatan atau keemasan ( terdiri dari minyak, protein, gula,) yang mengambang di permukaan cangkir.

Biasanya espresso disajikan dalam cangkir kecil. Pelayan akan menanyakan apakah anda ingin single, double atau triple shot. Single shot biasanya hanya 30ml, double 60 ml dan triple 90 ml (takaran bubuk kopi sekitar 7–8 gr untuk single, 14–16 gr untuk double dan 21–24 gr untuk triple).

Doddy Samsura, salah seorang pemenang dalam Indonesian Barista Competition, memberikan tips membuat espresso yang baik sebagai berikut:

1. Gunakan biji kopi segar, baik itu house blended atau single origin (seperti kopi Toraja, Gayo, Mandailing, dan sebagainya) . Segar atau tidaknya biji kopi dapat dilihat dari tanggal sangrainya (roasted date), semakin baru semakin segar rasa kopinya. Paling bagus adalah biji kopi yang baru disangrai 7-10 hari.

2. Siapkan air mineral. Untuk hasil yang maksimal, gunakan filter air agar mendapat kandungan mineral yang pas.

3. Untuk espresso, biji kopi digiling dengan kehalusan seperti gula bubuk yang sangat halus. Masukkan biji kopi ke coffee grinder dan giling sesuai dengan takaran dan tingkat kehalusan yang sudah ditentukan. Bisanya untuk segelas espresso, digunakan biji kopi sekitar 7-12 gr, tergantung selera anda.

4. Setelah biji kopi digiling, siapkan coffee maker anda dan pastikan suhu air berkisar 90-96 derajat Celcius.

5. Cangkir lebih baik dipanaskan terlebih dahulu sebelum ekstraksi kopi.

6. Lamanya waktu ekstraksi sekitar 20 – 30 detik untuk 30 ml espresso. Jika waktunya kurang dari 20 detik, maka rasa kopi akan sedikit asam. Jika lebih dari 30 detik, akan muncul rasa pahit.

7. Espresso yang dihasilkan akan terdiri dari crema di lapisan atas dan kopi cair di bagian bawahnya.

8. Untuk mendapatkan rasa kopi yang maksimal, sebaiknya kopi yang diseduh tidak lebih dari 2 minggu sejak kemasannya dibuka. Simpan dalam kemasan kedap udara pada suhu ruangan dan tidak terkana cahaya matahari langsung.

Minuman Berbahan Dasar Espresso

Espresso selain disajikan sendiri, sering dicampur dengan susu, buih (foam), coklat dan air panas. Itu sebabnya di gerai kopi modern sekarang ini banyak sebutan keren untuk menu kopi. Ada caffe latte, cappuccino, macchiato dan caffe americano.

Kata latte berasal dari bahasa Itali yang artinya susu. Di negara-negara berbahasa Inggris, sering disebut latte saja, bentuk singkat dari kata caffe latte (“caffé e latte“). Arti harafiahnya adalah kopi susu. Dalam bahasa Perancis disebut café au lait. Tapi, jika di Itali, anda memesan latte, anda akan disuguhi susu hangat atau dingin.

Café Latte, Latte Macchiato, Cappucino itu pada dasarnya sama saja karena ketiganya terdiri dari kopi espresso, susu hangat (steamed milk) dan buih (foam). Bedanya hanya pada takaran espresso ataupun cara pencampurannya.

Café Latte: 1/3 espresso, 2/3 steamed milk.

Komposisinya sepertiga espresso, dua pertiga susu yang dihangatkan dan buih yang yang dihasilkan sekitar 1cm. Sekarang ini para barista berlomba membuat gambar-gambar menarik dari cara menuangkan buih itu. Keahlian itu disebut Latte art..

latt

Di Itali, caffe latte biasanya disuguhkan di rumah untuk sarapan pagi saja. Kopi diseduh dan dituang ke dalam cangkir berisi susu yang sudah dihangatkan. Tidak seperti di negara lain, dalam versi Itali yang asli, susu tidak dibuat berbuih. Di luar Itali, caffe latte disajikan dalam cangkir/gelas ukuran 240ml (8oz) dengan standar satu atau dua shot espresso (30ml atau 60ml) dan susu hangat dengan lapisan buih setinggi 12 mm di atasnya

Latte Macchiato : 2/3 steamed milk, 1/3 espresso.

Kata macchiato juga berasal dari bahasa Itali, yang artinya noda/bercak. Membuat kopi atau susu bernoda. Kira-kira begitu arti harafiahnya .

Komposisi dasarnya sama dengan cafe latte, yaitu 1/3 espresso. Bedanya, pada latte macchiato, espresso ditambahkan ke dalam susu, bukan sebaliknya. Susu dihangatkan sampai sedikit berbuih dan disajikan dengan espresso yang dituangkan perlahan ke dalam lapisan atas buih dalam cangkir dan menimbulkan bercak (macchia) di lapisan atas itu. Bercak itu mengindikasikan ada espresso di dalam susu.

lat

latte

Satu-satunya perbedaan antara latte art dengan macchiato art adalah pada teknik menuang susu. Pada macchiato art, susu dituang lebih cepat melalui corong yang lebih kecil.

Di Asia sekarang ini latte sudah dikombinasikan dengan teh, seperti teh hijau (matcha), masala chai (teh berempah dari India). Kedai kopi sudah menjajakan menu variatif untuk latte panas atau dingin dengan pilihan kombinasi teh hijau, susu kedelai, vanilla, coklat, toffee nut, peppermint, hazelnut atau caramel.

Cappuccino: 1/3 espresso, 1/3 steamed milk and 1/3 foam (frothed milk).

Untuk membuat cappuccino, espresso dituangkan dahulu ke dalam cangkir, kemudian susu hangat, terakhir buih. Biasanya buih akan dibuat setinggi 20 mm. Untuk mendapatkan buih, dibutuhkan mesin espresso dengan alat tambahan pembuat buih atau bisa juga dihasilkan dengan cara manual menggunakan alat khusus.

ca

Caffe Americano: 1/3 espresso and 2/3 hot water.

Americano adalah espresso yang ditambahkan air panas jadi rasanya lebih ‘ringan’ karena tidak kental. Di kedai kopi tradisional sama dengan kopi hitam, disajikan tanpa tambahan susu.

am

Selain minuman kopi yang paling mendasar seperti tersebut di atas, ada banyak pilihan lain di kedai kopi modern tetapi hampir semua berbahan dasar espresso. Dari namanya kita bisa memperkirakan apa rasa (flavor) minuman kopi tersebut. Misalnya, yang menjadi favorit teman saya, Pumpkin Spice Latte. Isinya adalah campuran espresso dengan pumpkin spice ( campuran bubuk kayu manis, pala dan cengkeh).

Klik di sini untuk DIY kopi level Starbucks

Semoga sekarang anda tidak bingung lagi memilih menu jika sedang antri di kedai kopi modern. Jangan lupa, pesankan juga untuk saya, satu iced latte dan mari kita duduk berbagi tawa dan cerita sembari menyeruput kopi. Slurrppp… hmmm…. life is gooooodddd…

cc

(dari berbagai sumber)

Alone But Not Lonely

Akhir Februari lalu ada satu email  masuk ke inbox saya,  dari mailing list  HR Department, berisi link artikel berjudul: Kesepian Lebih Mematikan Daripada Kegemukan. Judul yang menggoda untuk segera dibaca, bukan? Ada apakah dengan kesepian? Sebegitu hebatkah dampak kesepian bagi seseorang?

Artikel itu merujuk pada riset yang dilakukan pada lebih dari 2000 responden berusia di atas 50 tahun.  Hasilnya menunjukkan bahwa kesepian bisa dua kali lebih tidak menyehatkan dari obesitas, hampir dua kali lebih mematikan dibandingkan dengan  individu yang tidak kesepian.

Apa Makna Kesepian?

Putera kedua saya,  kini berusia 16 tahun, baru-baru ini curhat soal kegundahannya dulu, yang dikarenakan sewaktu SD dia harus pindah sekolah sampai tiga kali:  “Aku ga mau pindah sekolah lagi ah.  Aku kesepian karena tidak punya teman setiap kali pindah sekolah baru. Waktu dulu –dulu itu, sebenarnya aku sedih lho, Ma”.

Kesepian sifatnya kompleks dan unik. Tiap individu punya ‘rasa’ yang berbeda ketika mengalami kesepian.  Kesepian yang dialami putera saya setiap kali pindah sekolah dulu, berbeda dengan kesepian yang dirasakan oleh orang yang ditinggal pergi pasangan untuk selamanya. Berbeda juga dengan kesepian yang dialami orang tua ketika harus menunggui rumah seharian karena anak-anaknya berangkat kerja sebelum matahari terbit dan kembali ke rumah setelah hari gelap. Situasi yang jamak kita temui bagi yang tinggal di Botabek dan berkantor di Jakarta.

Definisi umum dari kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone).  Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Orang yang kesepian merasa ‘rindu’ untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone). Seseorang bisa saja memilih untuk (hidup) sendiri tanpa banyak kontak dengan orang lain dan bahagia dengan kondisi kesendiriannya itu. Atau ada juga orang yang punya banyak teman, punya pasangan, punya keluarga, namun tetap merasa kesepian.

Bagi orang timur, yang terbiasa dengan suasana kumpul-kumpul keluarga atau hang out dengan teman-teman, kesepian menjadi terasa lebih berat. Tidak ada teman ngobrol, teman untuk berhaha-hihi atau sekedar leyeh-leyeh bersama. Saya mulai merasa kesepian ketika lepas dari bangku sekolah. Begitu memasuki dunia kerja, suasana pergaulan sudah berbeda,  serba formal dan jaim (jaga image). Kehangatan pergaulan juga berbeda. Mungkin karena unsur kompetisi dalam dunia kerja dan sempitnya waktu untuk bersosialisasi, tenggelam dalam kesibukan kerja dan tuntutan tenggat waktu pekerjaan atau urusan rumah tangga masing-masing.

Tapi tak lama setelah itu, booming media sosial membuat saya terhubung kembali dengan teman-teman lama yang sudah tersebar di segala penjuru bumi. Hal ini mengurangi rasa sepi meskipun hanya bertemu di dunia maya. Berbagi cerita keseharian atau minta pendapat teman untuk suatu masalah yang sedang dihadapi, melegakan hati dan pikiran karena sudah saling kenal sebelumnya sehingga tidak canggung lagi untuk curhat.

Seorang sahabat meminta pendapat saya mengenai keinginan ayahnya untuk merasakan tinggal di rumah jompo. Sejak ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu, sang ayah, saat ini 73 tahun, tinggal berdua dengan adik lelakinya yang masih lajang . Bisa dibayangkan bagaimana keseharian beliau: nonton tv, baca koran, makan dan tidur. Sendiri, dari pagi hingga malam, menanti anaknya pulang kerja. Sementara dua anaknya yang lain telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Saya mendukung ide untuk tinggal di rumah jompo karena di sana para penghuni akan disibukkan dengan beraneka macam kegiatan dan pastinya banyak teman. Mereka bisa ngobrol, menonton, atau sekedar duduk menikmati teh bersama. Teman saya khawatir dengan pandangan orang jika orang tua tinggal di rumah jompo. Kesannya seolah-olah anak-anaknya tidak berbakti, tidak mau mengurus orang tuanya, tidak perduli, dan segala label  negatif yang mungkin akan menjadi topik hangat dalam keluarga besarnya kelak atau di lingkungan.

Apa Yang Menyebabkan  Kesepian?

Menurut riset yang dilakukan John Cacioppo, psikolog dari University of Chicago, kesepian berhubungan erat dengan genetik. Suatu survei tentang kesepian pada anak kembar, menunjukkan bahwa anak kembar cenderung kurang merasa kesepian dari yang tidak memiliki saudara kembar. Selain itu, kondisi lingkungan  dan perubahan situasi seperti pindah ke kota lain, kematian pasangan hidup, perceraian, anak-anak yang telah dewasa dan meninggalkan rumah, dapat menjadi dasar timbulnya kesepian.

Orang yang kurang percaya diri sering menganggap dirinya tidak layak untuk mendapat perhatian orang lain dan cenderung menjadi minder. Situasi ini akan menjadikannya terisolasi dari pergaulan dan lama kelamaan menjadi (kesepian) kronis.

776a6445923b8172ae6321332d8f2ee6

Tingkat kesepian yang tinggi diasosiasikan dengan kondisi fisik seseorang: tinggal sendiri, jejaring pergaulan yang terbatas dan kualitas relasi  kurang baik. Kelompok individu yang memiliki penghasilan serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang menikah atau memiliki pasangan,  cenderung jauh dari kesepian. Bukan banyak atau tidaknya jumlah teman  yang dapat menghalau kesepian, tapi kualitas relasi dengan orang lain. Jadi meskipun teman hanya segelintir, namun akrab dan solid, kita cenderung jauh dari kesepian karena selalu ada teman yang dapat diajak ngobrol atau melakukan aktivitas bersama.

Dampak Kesepian

Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.

John Cacioppo juga mengatakan bahwa orang dewasa yang kesepian cenderung mengkonsumsi alkohol lebih banyak, kurang berolahraga, kualitas tidur kurang baik, mudah merasa lelah, lebih sering makan makanan tinggi lemak serta mengalami penuaan dini (premature aging).

Dampak negatif kesepian akan lebih besar pada anak-anak remaja dibandingkan dengan yang paruh baya. Itu sebabnya mengapa sering kita jumpai remaja yang merasa down  dan bahkan depresi ketika mereka tersisihkan dari kelompoknya, karena tidak ada yang mau satu grup dengannya jika ada tugas kelompok dari guru, tidak diajak hang out di mal atau tidak diundang ke acara-acara tertentu. Seorang ibu muda yang harus bed rest beberapa minggu karena kehamilannya  yang rentan, bisa juga dilanda kesepian, terlebih jika sebelumnya ia adalah wanita karir yang super sibuk. Jika kesepian tidak ditangani, tentu akan mengganggu kondisi fisik dan psikologis sang ibu.

Ada banyak situasi yang dapat menimbulkan kesepian dan dampaknya berbeda bagi tiap orang.

Tips Mengatasi Kesepian

Tidak ada orang yang ingin merasakan kesepian atau dengan sengaja mengisolasi diri dari lingkungan . Namun kadang tanpa disadari, kita tenggelam dalam kesepian. Apa yang bisa kita lakukan untuk menangkal kesepian?

468b5f7ae60b11362ae46ba36905657f

  1. Tingkatkan rasa percaya diri . Setiap orang pernah merasakan kesepian, jadi bukan hanya anda. Tidak ada yang salah dengan diri anda jika suatu saat anda merasa kesepian, jadi  tidak perlu merasa minder.
  2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas, seperti berolahraga di klub kebugaran, menjadi relawan dalam kegiatan sosial, ikut kelas menari, melukis dan sebagainya.
  3. Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda. Hal ini akan mengurangi friksi dan lebih cepat terjalin chemistry. Teman yang punya hobi sama dengan anda akan lebih menyenangkan karena banyak hal yang bisa dibahas bersama.
  4. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Jika anda hanya sibuk berbicara tentang kehebatan diri sendiri, lawan bicara akan merasa kurang nyaman karena tidak ada kesempatan untuk bertukar cerita. Hubungan interpersonal akan terjalin dengan baik jika ada in dan out yang seimbang.
  5. Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu. Pergi menonton di bioskop, menghadiri pameran, ke gym, nonton konser musik, naik sepeda mengitari kompleks tempat tinggal anda,  ke toko buku,  atau sekedar window shopping  di mal.  Meskipun dilakukan sendiri, hal ini akan lebih baik daripada mengurung diri seharian di kamar dan hanya memandang tembok kosong kamar anda. Pasti lebih bête, kan. Kegiatan di ruang publik membuka peluang  anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.
  6. Kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut. Contohnya: ada  restoran yang dulu sering anda kunjungi bersama seseorang, atau setiap makan makanan tertentu, mengingatkan anda pada X, ada lagu yang menjadi favorit si Y,  buku karangan penulis Z punya kesan yang dalam karena anda punya memori di dalamnya. Jadi ketika mulai merasa kesepian, lakukanlah hal-hal yang mengingatkan anda pada seseorang (meskipun tanpa kehadiran orang tersebut) atau pada suatu situasi. Awalnya mungkin terasa aneh, tapi setelah itu anda akan terhibur oleh kenangan yang menempel pada objek atau kegiatan tersebut.
  7. Miliki binatang peliharaan. Sepupu saya kuliah di tempat yang jauh dari tanah air, memutuskan untuk memelihara anjing di apartemennya, meskipun itu berarti dia menjadi lebih sibuk karena harus mengurus makan, memandikan,  membawa jalan keluar rumah setiap pagi dan sore atau mencarikan tempat penitipan anjing setiap kali dia pulang berlibur. Katanya, mendengar suara si Oki melompat kegirangan ketika diberi makanan atau sekedar menuntun anjingnya di taman sekitar apartemen, sudah sangat menghibur.
  8. Sediakan waktu untuk keluarga, apakah itu dengan pasangan, anak, orang tua, kakak, adik, keponakan atau anggota keluarga besar lainnya. Selalu ada kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama.
  9. Bergabung dengan komunitas di dunia maya (online). Memiliki teman baru atau ikut dalam forum diskusi di dunia maya, kadang dapat membantu menghilangkan kesepian karena ada aktivitas yang mengisi waktu.
  10. Pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru, seperti:  memainkan alat musik, melukis, menjahit, kursus masak, menari ataupun belajar bahasa  asing.

Tidak ada yang bisa menjamin anda terhindar dari jeratan kesepian, karena semua tergantung pada bagaimana anda mengelola pikiran dan emosi anda sendiri. Apakah betul kesepian lebih mematikan daripada kegemukan? Bisa jadi!

lone