Ngompol Lagi….Ngompol Lagi…. Bagian I

Seorang teman lama, suatu hari  mengeluhkan soal puteranya, 8 tahun, yang  masih sering ngompol. Hal ini tentu saja membuat orang tua resah karena sangat tidak nyaman jika anak ngompol terutama malam hari.

Ngompol pada anak balita sangatlah lazim. Biasanya pada usia 4 tahun, anak sudah dapat mengontrol pipis, baik pada siang hari  maupun pada waktu tidur malam . Namun  ada juga beberapa kasus dimana anak masih ngompol meskipun telah duduk di bangku SD . Menurut penelitian, anak laki-laki dua kali lebih sering ngompol daripada anak perempuan.

PENYEBAB NGOMPOL

Ngompol pada anak dapat dikaitkan dengan beberapa hal, antara lain:

–  Kandung kemih anak belum berkembang dengan baik, atau lebih lambat dari seharusnya.

–  Daya tampung kandung kemih lebih kecil dari normal.

–  Masalah genetik, di mana orang tua yang dulunya  suka ngompol pada masa balita, cenderung memiliki anak yang  juga ngompol

–  Kurangnya hormon vasopressin, yang menekan produksi urin.

–  Kondisi tidur yang sangat nyenyak sehingga anak tidak merasakan penuhnya kandung kemih.

Selain itu, anak yang sering mengalami konstipasi bisa mempunyai kecenderungan untuk ngompol. Hal ini perlu disebutkan jika anda membawa anak konsultasi ke dokter.

PENANGANAN

Berhubung masalah ngompol pada anak adalah tidak disadari dan sulit untuk dikontrol oleh anak, seyogyanya orang tua tidak marah atau memberikan hukuman bilamana anak ngompol.

–   Bicarakan baik-baik dengan anak dan berikan pengertian bahwa dia sudah besar dan coba untuk buang air kecil di toilet jika sudah kebelet.

–  Ajarkan anak untuk buang air kecil di toilet secara teratur baik pada siang hari maupun sebelum tidur malam. Jika anak terbangun di malam hari, ajaklah anak untuk ke toilet.

–   Hindari minuman yang mengandung gula dan kafein, khususnya malam hari

–  Usahakan agar cairan yang diminum anak dibagi 40% pagi hari, 40 % siang hari dan 20% malam.

–  Sediakan pispot di kamar anak pada malam hari jika lokasi toilet agak jauh dari kamar dan anak tidak berani untuk pergi ke toilet sendiri pada malam hari.

–  Menjelang usia sekolah (3 tahun) bebaskan anak dari pemakaian diaper agar anak dapat melatih diri untuk buang air kecil sendiri di toilet.

–  Jika anak sudah terlanjur ngompol pada malam hari, tetap ajak anak ke toilet sebelum mengganti celananya dengan yang  kering.

–  Jangan ganti sprei yang basah pada saat itu. Alas dengan kain dan biarkan anak tidur lagi.

–  Keesokan harinya, ajak anak untuk ikut mengganti sprei dan membersihkan tempat tidur bekas ompol.

–  Jangan mengolok-olok anak yang ngompol karena hal itu akan semakin memperburuk keadaan psikis anak.

–  Buatlah catatan kapan anak ngompol dan beritahu anak jika dia tidak ngompol, akan ada hadiah (reward) untuknya

–  Latih anak beberapa kali dengan  pura-pura tidur dan bangun ke toilet untuk buang air kecil. Ajarkan anak untuk membayangkan seolah-olah kandung kemihnya penuh dan dia harus segera ke toilet

–  Pakai alarm dan atur untuk berbunyi setiap 3-4 jam di malam hari. Anak harus bangun dan ke toilet untuk mengosongkan kandung kemihnya. Perlu beberapa bulan untuk melatih anak dengan sistem alarm ini agar terbentuk alarm alami pada diri anak.

Untuk kasus  ngompol yang lebih serius, bawalah anak anda ke dokter. Alternatif lain adalah akupuntur, chiropraktik dan hipnosis. Sejauh ini belum ada data terapi apa yang paling efektif mengatasi ngompol ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s