Wisata Bahari di Ambon

Ambon terkenal dengan wisata bahari dengan pantai-pantai yang indah. Ada beberapa pantai yang sempat saya kunjungi dalam perjalanan kali ini:

Pantai Pintu Kota – di dusun Airlouw, sebelah selatan pulau Ambon, merupakan pantai karang yang indah. Sekitar 45 menit dari pusat kota Ambon. Ciri khas pantai ini adalah tebing yang menjorok ke laut dengan lubang di tengahnya, seperti pintu gerbang.  Jika anda tiba di sini pada saat air laut surut, akan terlihat bentuk karang yang menyerupai gerbang. Pemandangan yang menakjubkan. Di sini juga merupakan tempat snorkeling yang diminati para turis asing terlebih jika laut sedang tenang. Anda dapat menapaki jalan kecil ke puncak bukit karang dan menikmati hamparan pemandangan spektakular pegunungan Leitimur dan pantai yang menghipnotis mata.

Pintu Kota2Pintu Kota1

 

 

 

 

 

 

Tidak jauh dari pantai Pintu Kota, ada perkampungan Kristen, Waai, di sebelah timur Leihitu, sekitar 24 km dari kota Ambon. Ada belut raksasa yang dianggap keramat oleh warga sekitar, akan dipancing keluar oleh sang pawang dengan beberapa butir telur ayam, dari lubang yang berada di bawah dinding saluran air. Belut akan keluar ke kolam kecil yang airnya sangat bening, tempat warga mencuci pakaian dan mandi. Konon kabarnya, jika kita berhasil melihat belut keramat ini keluar dari lubang dan berenang di kolam kecil itu, artinya akan membawa peruntungan baik bagi yang sedang berkunjung ke sana. Saat itu ada dua ekor belut keluar dari persembunyiannya dan teman seperjalanan saya turun ke kolam memegang belut. Semoga peruntungan baik menyertai kami…☺ Oya, belut di Ambon disebut morea.

Waai1Waai2

Pantai Liang – di perkampungan Liang, di ujung Leihitu. Pantai berpasir putih yang membentang sepanjang garis pantai dan ramai dikunjungi warga setempat karena bertepatan dengan libur Lebaran. Ciri khas pantai Liang adalah adanya dermaga.

Pantai Liang

Pantai Santai – di daerah Latuhalat, Nusa Niwe, sekitar 17 km dari pusat kota Ambon. Hamparan pasir putih dan landai hingga 100 m dari bibir pantai terlihat airnya jernih dan dangkal.  Anda akan ditawari rujak atau pisang goreng oleh warga setempat yang menjajakannya di sepanjang pantai.

Pantai Namalatu – tidak jauh dari pantai Santai.

Di Pantai Namalatu dipenuhi dengan pecahan batu karang. Gelombang lautnya tenang dengan air bergradasi warna biru muda. Di pantai ini kita dapat memancing, berenang, snorkeling, dan juga diving. Banyak  terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang cantik.

Pantai Namalatu

Pantai Natsepa – pantai paling populer di Ambon, berada di tepi Teluk Baguala. Deretan kios yang menjual rujak menjadi pemandangan pertama yang akan dijumpai sepanjang jalan menuju ke resort. Hanya ada satu resort di daerah ini, The Natsepa Resort. Resort ini sedang dalam proses rebranding setelah melepaskan diri dari manajemen Aston Hotels Group sejak Desember 2013. Tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Natsepa3Natsepa1

Natsepa2

Batu Kapal – Larike – di jazirah Leihitu, Maluku Tengah, melewati jalan sempit menanjak dengan suguhan pemandangan luar biasa indah di sisi kiri, memandang lepas ke Teluk Ambon, sementara di kanan jalan adalah hutan yang masih asri. Butuh sekitar satu jam lebih dari pusat kota untuk tiba di lokasi ini, melewati jalan model gang-gang kecil di pemukiman Muslim, melintasi desa-desa seperti Laha, Hatu dan Liliboy. Di sinilah kita dapat merasakan nuansa kehidupan kaum Muslim Ambon. Di tengah laut biru yang mempesona, ada batu besar yang berbentuk bundar.

Batu Kapal

Batu Layar, Larike – Tidak jauh dari lokasi Batu Kapal, kita akan tiba di Batu Layar, yang merupakan ikon desa Larike. Bentuk batu karangnya menjulang tinggi menyerupai layar kapal. Ini salah satu daerah yang layak dikunjungi di Ambon dan seyogyanya dilestarikan dan dipromosikan lebih gencar sebagai tujuan wisata utama di Ambon, selain pulau dan pantainya.

Larike2Larike1

6 hari 5 malam di Ambon ternyata tidak cukup untuk menjelajahi keseluruhan wilayah. Pulau Ora (yang mendapat julukan The Little Maldives of Indonesia) yang berada di sisi utara Pulau Seram, Kepulauan Banda, dengan Banda Neira dan sekitarnya, Pulau Pombo, Hukurila Cave dan lainnya. Saya akan kembali untuk menikmati hembusan angin lautnya, menikmati pasir putihnya, menikmati air laut yang biru membius. Suatu waktu nanti.

Ambon: Mutiara di Timur Indonesia

Foto-foto oleh Ch. S, B.Watt, Siade, Lilian

Semerbak wangi minyak kayu putih memenuhi koper kabin yang saya bawa dan wanginya tetap awet hingga kini meskipun isi koper sudah dikosongkan. Minyak kayu putih dari Ambon yang ditenteng dalam penerbangan 3 jam 8 menit Ambon – Jakarta, ditambah lagi 1 jam 25 menit untuk tiba dengan utuh tanpa tumpah di barat Sumatera.

Minyak kayu putih ini akan selalu mengingatkan saya pada Ambon, destinasi liburan saya baru-baru ini. 6 hari 5 malam cukup untuk menjelajahi kota dan 2/3 pulau Ambon dari ujung ke ujung (kecuali sisi utaranya). Destinasi yang membuat beberapa teman mengetikkan sederetan tanda tanya pada timeline saya ketika dijawab sedang di Ambon. Kamu lagi di Ambon ???? Ngapain liburan ke sana??? Jauh kan. Tiketnya pasti mahal. Apa aman tuh di Ambon? Yang bener aja, liburan koq ke Ambon??? Kekhawatiran ini muncul mungkin karena Ambon sempat diguncang kerusuhan sosial bermotif SARA antara tahun 1999 – 2002.

Ambon menyelinap dalam pikiran dan hati saya ketika seorang sahabat bercerita tentang rencana liburannya ke sana. Keputusan mendadak untuk ikut ke Ambon ternyata meninggalkan kesan yang dalam dan membuka mata saya tentang suasana di Indonesia bagian Timur.

Ambon Manise artinya Ambon yang indah, manis dan cantik. Disebut juga dengan Amboina. Begitu menjejakkan kaki di bandara Pattimura, sudah terasa suasana yang tenang, tidak hiruk pikuk. Ini artinya saya harus siap melambatkan derap hati dan pikiran, menikmati suasana rileks. Ahaaa….inilah tujuannya berlibur. Saya datang ke sini memang untuk mengisi kembali baterai, recharge body and soul.

Peta Ambon

Butuh sekitar 45 menit untuk tiba di pusat kota tempat kami menginap karena lokasi bandara 40 km dari pusat kota yang berada di jazirah seberang (pulau Ambon terdiri dari 2 jazirah besar yang membentuk huruf ‘U’, dengan Teluk Ambon di bagian tengahnya). Kondisi jalan sangat bagus dan lingkungan bersih, jalanan tidak terlalu ramai. Terlihat bahwa Ambon sudah berbenah diri dan berpotensi untuk menjadi salah satu kota yang akan maju pesat di timur Indonesia. Jika Jembatan Merah Putih, jembatan yang menghubungkan 2 jazirah tersebut selesai tahun depan, waktu tempuh bandara – kota ini akan dipersingkat menjadi lebih kurang 10 menit saja.

Dua teman baru kami di Ambon, dengan semangat langsung menyusun daftar tempat yang akan dikunjungi dalam beberapa hari ke depan. Kebanyakan turis asing berkunjung ke Ambon untuk tujuan utama snorkeling atau menyelam menikmati keindahan pemandangan bawah laut di pulau-pulau eksotik Maluku. Tapi kali ini tujuan kami adalah menikmati suasana kota, menyusuri pulau Ambon dan wisata kuliner.

Ambon merupakan potret kota yang plural karena ada beberapa etnis di sini : Alifuru (asli Maluku), Jawa, Bali, Buton, Bugis, Makassar, Papua, Melayu, Minahasa, Minang, Flobamora (suku Flores, Sumba, Alor dan Timor) dan orang-orang keturunan asing (komunitas peranakan Tionghoa, komunitas Arab-Ambon, komunitas Spanyol-Ambon, komunitas Portugis-Ambon dan komunitas Belanda-Ambon).

Untuk beberapa hari ke depan, kami akan membiasakan diri dengan panggilan Usi, Bu(ng), Caca atau Abang. Usi dan Bu(ng) adalah panggilan untuk wanita dan pria Kristen. Caca dan Abang untuk yang Muslim. Hari pertama di Ambon, kami masih beberapa kali memanggil Mbak atau Mas. Hahahah…

Nuansa kultur sebagai kota Kristen terasa sangat kental. Gereja ada di mana-mana. Banyak rumah penduduk yang masih dihiasi dengan aksesori Paskah, dengan salib besar di taman depan rumah atau umbul-umbul aneka ragam. Menarik dan mengesankan. Saya lahir dan besar di barat Sumatera dan terbiasa dengan suara adzan. Sejak kecil rumah saya selalu dekat dengan mesjid dan suara adzan menjadi bagian dari keseharian. Terlebih dalam suasana Idul Fitri begini. Jadi kalau ada yang terasa kurang di Ambon adalah karena saya nyaris tidak mendengar suara adzan selama disini.

Ini bisa terjadi karena ada pembagian wilayah pemukiman secara alami antara warga Kristen dan Muslim. Di setiap perbatasan wilayah selalu ada pos keamanan dan dijaga oleh aparat. Daerah yang paling sering menjadi tempat pertemuan jika ada perselisihan kedua kelompok adalah di Batu Merah. Kita akan melewati daerah Batu Merah jika turun dari bandara menuju ke pusat kota.

Mau Ke Mana di Ambon?

Di Ambon tidak ada taksi, hanya ada angkot, becak dan ojek. Anda dapat menyewa mobil jika ingin mobilitas di sini lebih nyaman. Becak dan ojek mudah ditemui di setiap tempat. Kami sempat menikmati keliling kota Ambon dengan berbecak-ria. Menyusuri jalanan yang masih sepi karena banyak toko yang tutup pada hari Minggu, singgah di pasar tradisional yang suasananya tidak berbeda jauh dengan pasar di tempat saya tinggal, mampir sana-sini dengan dengan bekal beberapa print-out informasi dari web.

Becak

Gereja Katedral – Keuskupan Amboina di jalan Pattimura. Bangunan tua yang masih terawat dan cukup megah. Di halaman samping gereja ada relief yang mengisahkan tentang awal mula misionaris tiba di Ambon, termasuk para misionaris yang tewas terbunuh oleh tentara Jepang pada Perang Dunia II, hingga siapa Uskup Ambon sekarang ini.

Katedral1Katedral2Relief Katedral

 

 

 

Gong PerdamaianGong Perdamaian (World Peace Gong) – di seberang kantor Gubernur Ambon. Ini adalah gong perdamaian dunia yang ke-39 sebagai peringatan tragedi kerusuhan sosial yang bermotif SARA di Ambon.

 

 

 

 

 

 

Lapangan Merdeka – taman luas di depan kantor Gubernur. Ada patung Pattimura di taman ini. Seperti yang kita pelajari dari pelajaran sejarah di bangku SD dulu, Pattimura adalah pahlawan Ambon yang dihormatLapangan Merdekai. Nama aslinya Thomas Matulessy, yang memimpin pemberontakan melawan Belanda pada tahun 1817 dan berhasil menduduki benteng di Saparua. Semua tentara penjaga benteng itu terbunuh kecuali seorang anak Belanda berusia 6 tahun. Karena menyelamatkan nyawa anak kecil ini, Matulessy diberi nama Pattimura oleh warga setempat. Pattimura artinya orang yang baik hati.

 

 

 

Tugu Dolan, berada di tengah kota Ambon yaitu di daerah Kuda Mati, Ini adalah monumen Australia untuk prajurit bernama Dolan yang pada Perang Dunia II mengalahkan banyak tentara Jepang dan tertembak mati ketika menjadi perisai bagi rekan-rekan serdadu lainnya.

Tugu Dolan1Tugu Dolan2Tiahahu Monument

Monumen Christina Martha Tiahahu di Karang Panjang dengan pemandangan ke Teluk Ambon yang indah. Christina adalah gadis muda yang anti kolonial, bertempur bersama ayahnya melawan pasukan Belanda pada awal abad ke-19. Ketika ayahnya ditangkap, Christina melanjutkan perjuangannya dan akhirnya meninggal karena mogok makan.

 

 

 

 

The Commonwealth War Cemetery – kompleks kuburan pasukan sekutu, sebagian besar adalah serdadu Australia, yang tewas pada pertempuran melawan Jepang dalam Perang Dunia II. Lokasi ini dikelilingi oleh taman yang indahWar Cemetery dan sering dipakai sebagai lokasi foto-foto pre-wedding oleh pasangan calon pengantin di Ambon. Peperangan menyisakan keterikatan yang kuat antara warga Australia dengan Ambon hingga saat ini. Setiap tahun di sini diadakan lomba perahu layar (Sail Banda) dari Darwin ke Ambon.

Satu hal yang menarik adalah – berbeda dengan kota-kota lain – hampir semua tugu, patung ataupun taman yang dijadikan sebagai objek monumental, sampai sekarang masih terawat dengan rapi. Hmm … ungkapan ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya’ terasa sangat bermakna disini.

Goa Maria Airlouw – di Latuhalat. Ini menjadi destinasi tambahan dalam daftar rute kami karena informasi dari salah satu warga gereja yang kami temui Minggu malam pertama di Ambon. Dengan berbekal informasi seadanya, kami mencoba menelusuri daerah Latuhalat dan akhirnya tiba di pemukiman Kristen Airlouw. Tempatnya cukup terpencil namun penduduk setempat sangat ramah dan dengan senang hati memberikan petunjuk arah.

Airlouw2Airlouw1Airlouw3 bata

Ternyata, kompleks ini sangat indah dan masih dalam pembangunan. Direncanakan pada bulan Oktober 2015 akan diresmikan. Yang menarik adalah dinding bangunan gereja kecil itu dibuat dari batu bata bubur kertas. Menurut bapak penjaga gereja, ada seorang misionaris berkebangsaan Austria yang mengajarkan penduduk membuat batu bata dari bubur kertas. Ini adalah teknik yang digunakan untuk membangun rumah anti gempa di Aceh. Batu bata itu akan melekat kuat dengan semen jadi tidak mudah roboh jika terguncang gempa. Penduduk desa ini hampir semua berasal dari pulau Seram.

 

 

Museum Siwalima – di daerah Latuhalat. Berisi peralatan perang pasukan Pattimura dulu.

 

Siwalima1Siwalima2

 

Mesjid Al FatahMesjid Al Fattah berada di Jl. Sultan Baabulah pusat kota yang sekaligus menjadi batas antara pemukiman Muslim dan Kristen.

 

 

 

 

 

 

Desa Alang

 

 

 

Desa Alang – di desa ini ada gereja yang cukup megah bernama Imanuel. Posisi gereja yang berada di atas sebuah bukit yang sangat asri dan dikelilingi jalan membuat suasananya terasa teduh.

 

 

Hampir seminggu di Ambon, waktu terasa berputar lebih lambat. Makna dari sebuah perjalanan berbeda untuk setiap orang, namun bagi saya, tujuan utama suatu perjalanan adalah untuk recharge energi, hati dan pikiran. Pulang membawa setangki penuh energi baru, kesan baru, satu bab tambahan dalam lembar kehidupan yang akan menjadi kenangan baru, dan yang tidak kalah penting, saya mendapat dua teman baru di sana.

Takut Terbang

Bulan Juni selalu identik dengan musim liburan. Jalan-jalan..asikkkkk. Ada satu bagian dari perjalanan yang bagi beberapa orang menjadi momok, yaitu harus ditempuh dengan pesawat terbang. Bepergian dengan pesawat terbang bisa menjadi pemicu stres dan menghilangkan minat untuk bepergian. Bukan hanya soal keterlambatan keberangkatan, bagasi hilang, bandara yang penuh sesak seperti pasar malam, tapi lebih mengganggu adalah takut terbang. Pernah dengar cerita seorang disainer terkenal di Indonesia yang selalu naik kereta api dari Semarang ke Jakarta, setiap kali ia punya acara di Jakarta? Ia sangat takut terbang dan selalu menghindari perjalanan yang harus ditempuh dengan pesawat terbang.

Suatu ketika saya berbincang dengan teman yang takut terbang, padahal pekerjaannya menuntut untuk sering melakukan kunjungan dinas ke daerah atau rapat di kantor pusat di luar negeri. Apa yang sebenarnya ditakutkan? Takut pada ketinggian, gamang, takut pesawatnya dibajak, takut kalau tiba-tiba mesin pesawat mati ketika lagi terbang, bagaimana kalau pesawatnya tiba-tiba kehilangan arah dan menabrak gunung. Jadi dapat dibayangkan bagaimana stres yang dialaminya setiap kali dapat tugas untuk ke luar kota yang harus ditempuh dengan pesawat terbang. Kadang-kadang ia sudah tidak bisa tidur beberapa malam sebelum hari H. Pada hari H, perutnya mulas, tiba-tiba sakit kepala hebat, atau berkeringat dingin ketika tiba di bandara, tapi ia tetap harus terbang.

Takut terbang adalah kasus yang cukup banyak ditemui, diperkirakan 20% dari populasi. Para ahli membagi orang yang takut terbang dalam tiga kategori:

1. Orang yang tidak pernah terbang atau sudah lima tahun tidak terbang meskipun ada kesempatan.
2. Orang yang terpaksa harus terbang karena tuntutan tugas dan dengan rasa takut yang luar biasa.
3. Orang yang terpaksa harus terbang karena tidak ada alternatif lain dan terbang dengan penuh rasa cemas.

Ada Apa Dibalik Takut Terbang

Kasus takut terbang dikategorikan sebagai salah satu bentuk phobia. Ketakutan yang tidak rasional, melebihi porsi normal dan lebih berkenaan dengan apa yang (mungkin) akan terjadi daripada apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya, ketika anda sedang berada di dalam pesawat, timbul asap dari mesin pesawat dan ternyata pilot sedang berusaha melakukan pendaratan darurat, kondisi ini adalah nyata dan setiap orang pasti cemas akan keselamatannya. Jika semuanya berjalan dengan normal, namun anda berkeringat dingin dan merasa sangat tidak nyaman seolah-olah akan terjadi sesuatu hal yang mengerikan, nah…itulah yang disebut kecemasan yang tidak normal.

Ada beberapa kemungkinan penyebab yang membuat seseorang takut terbang:

– Takut ketinggian
– Takut berada pada ruangan yang tertutup
– Duduk di tempat yang panas dan pengap
– Diminta untuk duduk tenang
– Cemas akan bahaya turbulensi
– Takut tidak bisa memakai perlengkapan penyelamatan diri
– Takut akan ancaman terorisme
– Berita kecelakaan pesawat
– Trauma, sebelumnya pernah mengalami kondisi yang menakutkan ketika sedang terbang.

Gejala Takut Terbang

Biasanya orang yang mengalami takut terbang menunjukkan dua gejala utama:

A. Gejala fisiologis :

– otot kaku
– tangan dan kaki gemetar
– nafas berat
– pencernaan terganggu, perut mulas
– berkeringat
– kepala pusing
– mulut kering
– wajah pucat atau memerah

B. Gejala psikologis:

– memori terganggu
– tidak bisa fokus
– bicara atau menjawab agak rancu
– mulai muncul pikiran-pikiran negatif

Tips Untuk Mengurangi Kecemasan Terbang:

  1. Pilihlah armada penerbangan yang menurut anda paling aman dan terpercaya.
  2. Ada baiknya juga membaca atau mencari tahu bagaimana pesawat beroperasi, kemungkinan apa yang akan dilakukan pilot ketika salah satu mesin pesawat tidak berfungsi atau ketika terjadi turbulensi di udara, suara apa yang timbul ketika pesawat akan tinggal landas atau mendarat. Dengan beberapa informasi dasar seperti ini, diharapkan dapat mengurangi kecemasan anda karena tahu bagaimana pilot akan mengatasi kejadian-kejadian tersebut.
  3. Membiasakan diri dengan sering melihat gambar pesawat juga mampu mengurangi kecemasan. Seorang yang takut terbang memasang wall paper pesawat yang sering ia tumpangi dalam setiap perjalanan dinasnya pada laptop dan komputer kantornya. Jadi setiap hari ia memandang gambar pesawat itu dan menjadi terbiasa (familiar) dan pesawat tidak menjadi sesuatu yang mengerikan lagi.
  4. Usahakan tiba di bandara lebih cepat dari yang seharusnya agar anda tidak perlu tergesa-gesa dengan segala persiapan check-in, bagasi, imigrasi dan sebagainya. Anda punya waktu untuk duduk dan santai sejenak sebelum boarding.
  5. Mintalah tempat duduk di gang ketika anda check-in pada petugas di counter. Dengan duduk di deretan gang, bisa mengurangi kesan sempit, terutama bagi yang mengalami claustrophobia (takut pada ruang sempit). Anda akan lebih leluasa untuk keluar masuk atau berjalan. Selain itu, dengan tidak melihat pemandangan luar dari jendela, anda akan merasa lebih nyaman karena mengurangi kecemasan berada pada ketinggian.
  6. Hindari menonton film atau membaca cerita tentang kecelakaan pesawat atau pesawat yang gagal terbang karena kerusakan mesin dan sebagainya. Pilih buku bacaan atau film yang ringan dan menghibur. Atau bawa perangkat MP3 player jika merasa lebih suka mendengarkan musik favorit anda.
  7. Hindari kafein dan alkohol karena justru akan membuat anda semakin gugup (nervous). Perbanyak minum air putih.
  8. Latihan pernafasan. Tarik nafas panjang dan hembuskan perlahan 5 – 10 kali. Anda akan merasa lebih rileks setelahnya.

Terapi

Untuk kasus takut terbang yang dirasa sangat mengganggu dan anda tidak mampu lagi mengatasinya sendiri, ada baiknya menemui terapis untuk mendapatkan penanganan (treatment) yang lebih intensif.
Unsur utama dari usaha mengatasi takut terbang adalah menantang rasa takut itu sendiri. Semakin dihindari, semakin kuat rasa takutnya. Jadi semakin anda menghindari berpergian dengan pesawat, ketakutan anda akan semakin besar. Melihat pesawat yang parkir di bandara saja sudah membuat anda merinding dan gemetar.
Metode terapi kognitif (cognitive-behavioral therapy) paling sering digunakan untuk penanganan kasus takut terbang. Terapis akan membantu anda menyusun langkah-langkah untuk mengurangi kecemasan. Jadi anda akan dipandu secara bertahap menghadapi ketakutan itu hingga anda mampu untuk duduk dengan tenang di pesawat dan menguasai diri sendiri.

Ambon: Kuliner Dan Souvenir

ditulis oleh : Lilian Gunawan

Foto-foto oleh: Siade dan Lilian

Mengunjungi suatu daerah rasanya tidak afdol jika tidak mampir dan menikmati makanan khas tempat itu. Jadi salah satu agenda utama dalam perjalanan ke Ambon kali ini adalah makan, makan dan makan. Hhmmmm….
Berbekal beberapa informasi dari web dan rekomendasi teman di sana, kami mulai merambah kota dan siap berburu kuliner. Kami mulai petualangan kuliner dengan mampir di salah satu kedai kopi yang cukup mewakili suasana keseharian masyarakat Ambon.

Kedai kopi Sibu-Sibu di jalan Said Perintah. Sibu-sibu artinya sepoi-sepoi. Ini salah satu kedai kopi  yang masuk dalam daftar untuk dikunjungi di web Tripadvisor. Menikmati kopi dan rehat sejenak, membuat semua mata tertuju pada meja kami, apa karena kebetulan siang itu hanya kami pengunjung wanita, ataukah karena penampilan kami yang agak ‘lain’ dari penduduk setempat? Yang jelas kami mendapat perhatian khusus dari pemilik café yang dengan sigap melayani. Jika mampir di sini, jangan lupa memesan kopi rarobang. Kopi jahe dengan campuran rempah-rempah lainnya. Ada rasa kayu manis dan cengkeh di dalam racikannya. Taburan kenari menambah rasa gurih kopi dan memberikan sensasi baru bagi penikmat kopi. Secangkir kopi rarobang yang dibanderol seharga Rp 18.000,- cukup membuat badan hangat setelahnya.

wpid-2014727145010.jpgwpid-2014727143728.jpg
Sebagai pelengkap, anda dapat memilih beberapa penganan di etalase dekat kasir. Ada panekuk, brownies, poffertjes dan kue kenari.
Di dinding terpajang banyak foto para penyanyi asal Ambon yang terkenal. Dari penyanyi kawakan yang merajai blantika musik Indonesia hingga model internasional dari berbagai era.

wpid-2014727142721_1.jpg

Cafe Sibu-sibu wall Panorama di Karang Panjang, sebelah utara kota Ambon, dekat lokasi monumen Christina Martha Tiahahu. Café yang asik untuk menikmati Ambon di malam hari karena berada di perbukitan dan menyajikan pemandangan ke Teluk Ambon yang indah.
Sebelumnya, seorang sahabat mengingatkan saya untuk mencoba papeda. Saya tidak punya bayangan papeda itu makanan jenis apa. Ternyata terbuat dari tepung sagu dan terlihat seperti persis seperti lem kertas. Rasanya tawar. Ternyata butuh keahlian khusus untuk membuat campuran tepung dengan air agar tidak menggumpal.
Papeda biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning atau ikan kuah asam. Kami memesan ikan kuah kuning. Ikan kakap dimasak dengan aneka bumbu, disajikan seperti sup ikan dengan kuah warna kuning. Teman baru kami kemudian memperagakan bagaimana teknik memilin papeda dengan dua buah sendok (seharusnya dengan alat seperti sumpit kayu) dan dengan cekatan memindahkan papeda yang sudah dipilin ke piring makan yang sudah diberi kuah kuning agar tidak lengket di dasar piring. Cara makan papeda yang benar adalah diseruput dan tidak terputus.

Papeda dan ikan kuah kuning
Papeda dan ikan kuah kuning

wpid-papeda.jpg

Rujak di sepanjang pantai Natsepa. Pemandangan deretan kios rujak menyambut pengunjung ketika memasuki areal pantai Natsepa. Dengan Rp 10.000,- per porsi, anda dapat duduk santai di bangku kayu dan menikmati hembusan angin laut sambil makan rujak dan dihibur oleh banana boat yang bersliweran sepanjang pantai. Sibu-sibu artinya sepoi-sepoi.
Bumbu rujak Ambon khas karena ada potongan buah pala yang dicampur dengan irisan gula merah dan kacang tanah goreng. Pelarut bumbu berasal dari buah yang mengandung air seperti belimbing.

Bumbu rujak
Bumbu rujak

wpid-2014729152325.jpg

wpid-2014729152201-1.jpg

New Ratu Gurih di jalan Diponegoro, dekat hotel Amaris. Restoran yang menawarkan menu utama ayam panggang dan ikan bakar dan menu seafood lainnya. Anda akan terkesima melihat berbaskom-baskom ayam yang siap dipanggang di depan ruko. Rasanya memang maknyusss, tidak heran jika resto ini ramai sekali. Jangan lupa memesan otak-otak di sini yang dijual @ Rp 6500, jus gandaria atau jus terung belanda. Kami memesan ikan bandeng rica-rica (bandeng tanpa tulang), sup bibir ikan dan tumis bunga pepaya. Disajikan dengan 4 jenis sambal yang sangat nendang rasanya. Sambal colo-colo yang paling khas, tomat hijau dipotong persegi dengan campuran cabe merah dan bawang, ditambah lagi dengan perasan jeruk nipis dan cacahan daun kemangi.

Imperial di jalan Diponegoro – menyajikan Chinese food. Merupakan salah satu restoran yang cukup terkenal di Ambon dan makanannya juga amboiii.
 Istana Berkat, jalan Diponegoro. Anda juga bisa memesan ikan kuah kuning atau kuah asam di sini selain menu umum lainnya.
Tirta Kencana – dengan penginapan di tepi pantai menuju ke Latuhalat. Menu utama adalah seafood. Duduk makan sambil menikmati deburan ombak dan beberapa anak-anak bermain pasir di tepi pantai.
Alam Hijau – tidak jauh dari bandara Pattimura. Rumah makan kecil tapi bersih dan enak. Ikan kakak tua bakar, tumis bunga pepaya dan jus gandaria, menjadi menu santap siang kami.

wpid-bunga-pepaya.jpg.jpeg

Ikan kakak tua rica-rica
Ikan kakak tua rica-rica

Masih ada beberapa menu wajib yang tidak sempat kami coba, seperti nasi kelapa/ nasi kuning, ikan asap, kue sagu (bagea) dan kue kenari. Ambon adalah penghasil kenari yang paling banyak di Indonesia.

Oleh-oleh Khas Ambon

Ada dua tempat utama jika anda ingin membeli oleh-oleh sebelum pulang. Petak 10, di jalan Petak 10 dan Cahaya Liembers di jalan WR Supratman, dekat Swiss Belhotel. Di kedua tempat ini anda dapat memilih aneka macam untuk dibawa pulang, dari kain tenun, minyak kayu putih, kue-kue khas Ambon (kue kenari, kue tumbu, bagea), mutiara dan aksesoris besi putih.

Cahaya Liembers

Aksesoris besi putih
Aksesoris besi putih

Minyak kayu putih dan minyak cengkeh selalu identik dengan Ambon. Wanginya mendominasi isi koper saya. Aneka kerajinan kerang, dari gantungan kunci, hiasan dinding, hingga bandul kalung, juga merupakan oleh-oleh khas. Kerajinan besi putih dapat ditemui di beberapa lokasi. Mutiara air laut harganya jauh lebih mahal dari mutiara air tawar. Mutiara akan ditimbang dan dihargai sekitar Rp 250.000.- hingga 400.000,- per gram, tergantung dari kualitasnya.
Di daerah Batu Merah, juga ada beberapa kios yang menjual kerajinan kerang dan mutiara.
Tidak banyak toko yang menjual batik motif Ambon. Motif khas dengan gambar ukulele, senjata perang, pala dan cengkeh. Kami menemukan sebuah toko kecil di daerah Soya. Ada foto selebritis yang pernah berbelanja di sini dan dipajang di dinding toko.

Kain tenun Ambon bisa didapatkan di Petak 10. Tidak banyak pilihan karena semakin berkurangnya penduduk setempat yang menenun. Souvenir paling populer adalah aneka kaus bertuliskan Ambon yang dibanderol dari harga Rp 50.000.- hingga Rp 110.000,- tergantung kualitas kaus dan ukuran.

Batik motif cengkeh dan pala
Batik motif cengkeh dan pala
Kain tenun
Kain tenun

Pajangan KerangAda lagi oleh-oleh khas yang cukup populer di Ambon, ikan asap. Biasanya dijual di kisaran harga Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,- per ekor,  tergantung besar ikannya.

Ikan asap
Ikan asap

wpid-img_20140815_173014.jpg

Well, anda siap untuk berkemas dan memasukkan Ambon sebagai salah satu destinasi liburan? Tidak perlu ragu lagi. Ambon menanti.

Post-Vacation Blues

Pernahkah merasakan pulang dari liburan tapi koq malah tidak bersemangat? Setibanya di rumah, malas untuk memeriksa ini itu yang sudah ditinggalkan beberapa hari, atau bahkan malas untuk membongkar koper dan membereskan tumpukan baju kotor. Gejala ini disebut dengan post-vacation blues. Berhati-hatilah. Jika anda kembali dari berlibur dengan rasa gembira yang sama dengan ketika akan pergi berlibur, itu tandanya liburan anda sukses.  Anda kembali dengan semangat baru.

Gejala post-vacation blues dapat terjadi karena ketidaksiapan tubuh dan pikiran untuk kembali ke rutinitas sehari-hari. Tubuh rasanya lelah, lesu, malas, sedih dan tidak bersemangat . Seharusnya semangat liburan menjadi pemicu untuk kembali ke rutinitas harian, bukan sebaliknya. Nah…untuk menghindari kemungkinan terjadinya gejala ini, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

1.      Rencanakan jenis liburan bagaimana yang anda inginkan. Apakah untuk leha-leha, ingin bersantai di kolam renang hotel, tiduran di pinggir pantai dan merasakan hembusan angin,  mengunjungi tempat-tempat wisata dan berburu souvenir atau mengunjungi teman.

2.      Jika tidak berlibur bersama keluarga, carilah teman perjalanan yang memang cocok dan satu ‘selera’ dengan anda. Teman perjalanan yang menyenangkan akan sangat mempengaruhi suasana liburan anda dan setelah liburan berakhir. Jika selama perjalanan, lebih banyak adu argumentasi bahkan untuk hal yang paling sepele sekalipun,  dapat dipastikan mood anda akan terpengaruh.

3.      Kadang kala liburan pendek 4-5 hari atau pergi berlibur saat ada harpitnas, hari kejepit nasional, akan terasa lebih menyegarkan daripada libur panjang 2-3 minggu.

4.      Jika dana liburan terbatas, cobalah cari liburan yang lebih kreatif seperti naik sepeda, naik gunung atau berkemah . Jadi, setelah liburan usai, kita tidak terbebani oleh hutang atau cicilan kartu kredit yang harus diselesaikan.

5.      Jangan mengatur jadwal perjalanan terlalu padat (overscheduled) karena tujuan liburan adalah untuk rileks, bukannya malah membuat tubuh lelah karena acara penuh dari pagi setelah sarapan sampai kembali ke penginapan nyaris tengah malam.

6.      Jika memungkinkan, sisakan satu hari untuk istirahat di rumah sekembalinya dari berlibur. Anda punya waktu untuk membereskan rumah, membongkar koper  dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kembali bekerja atau sekolah dan tidur yang cukup sebelum kembali ke rutinitas sehari-hari.

7.      Usahakan jangan mengatur jadwal rapat besar atau penting di hari pertama setelah liburan.  

8.      Ubah rutinitas harian anda, seperti tatanan meja di kantor, menu makan siang, kembali aktif berolahraga, menyusun jadwal berbelanja, dan lain sebagainya.

Setelah semua kondisi sudah stabil dan mungkin ini saatnya untuk merencanakan destinasi liburan berikutnya. Merancang liburan adalah kegiatan yang menyenangkan dan bisa menjadi pemicu untuk bekerja lebih semangat karena harus mulai menabung lagi. Siap browsing lagi yuuukkk…..

Berlibur…20 Tips Berkemas

Apa yang muncul dalam pikiran setiap kali masa liburan menghampiri? Hore!!! Waktunya berkemas. Siapkan koper dan tas. Rasanya gembira dan semangat sekali memikirkan baju apa yang hendak dibawa dan kegiatan bongkar muat barang di koperpun segera dimulai.

 SENI BERKEMAS
 Pertama sekali, buat daftar barang dan pakaian apa saja yang hendak dibawa. Untuk ini yang harus dipertimbangkan adalah tujuan dan lamanya perjalanan. Daftar ini akan membantu kita dalam berkemas dan juga untuk memeriksa apakah ada barang yang ketinggalan sebelum kita berangkat ataupun sewaktu meninggalkan kamar hotel.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
1. Jangan bawa barang yang tidak dibutuhkan atau tidak cocok dengan kondisi di tempat tujuan.
2. Koper/ tas yang vertikal dan terbuat dari bahan yang relatif ringan akan lebih efisien dan praktis daripada koper yang besar dan berat.
3. Jika kita akan naik turun bis, ferri, dan kemudian dilanjutkan dengan kendaraan lain lagi, bawalah tas yang ringkas dan sepraktis mungkin.
4. Kelompokkan barang-barang seperti kosmetik, obat-obatan, charger, dan lain sebagainya dalam kantong-kantong atau dompet-dompet kecil. Hal ini akan mempermudah kita untuk mencari barang yang diperlukan.
5. Jika negara tujuan voltase listriknya berbeda, bawa juga adaptor universal. Karena di berbagai negara colokan listrik berbeda juga.
6. Untuk menghemat ruangan dalam koper/tas, gulunglah setiap potong celana atau kaus dan masukkan dalam plastik (lebih baik plastik zip lock) agar tetap rapi.
7. Alternatif lain, tumpukkan beberapa pakaian dan gulung seperti sosis besar. Metode ini membantu mengurangi lecek.
8. Pilihlah baju yang dapat dipadupadankan atau warna yang senada agar anda tidak perlu membawa segala macam aksesoris untuk setiap warna pakaian. Utamakan membawa pakaian berwarna hitam, abu-abu atau coklat yang mudah dipadankan dengan warna lain.
9. Barang-barang kecil lain seperti sepatu, pengering rambut, setrika kecil, susun di bagian bawah, dan item yang ringan di bagian atasnya.
10. Bungkus barang yang mudah pecah seperti botol parfum dalam kaus kaki atau pakaian yang tebal dan taruh di bagian tengah koper.
11. Jaket yang tebal sebaiknya ditenteng ke kabin.
12. Bawa jas hujan atau payung lipat dan pashmina dalam tas tangan.
13. Barang-barang yang mengandung cairan seperti tonik, lotion, shampoo, dan lain-lain, sebaiknya dimasukkan dalam plastik zip lock dan jangan isi botol terlalu penuh karena tekanan udara di pesawat akan menyebabkan isinya meluap keluar. Peraturan penerbangan tidak mengizinkan barang-barang cairan yang lebih dari 100ml dibawa ke kabin. Taruhlah di dalam koper dan masukkan ke bagasi.
14. Bawa bantal tiup yang praktis digunakan untuk menyangga leher jika kita perlu tidur dalam perjalanan (Bila anda termasuk orang yang sulit tidur).
15. Obat-obatan yang penting dibawa selain dari obat yang anda minum setiap hari (bila anda mempunya penyakit seperti darah tinggi) adalah obat penurun panas, diare, obat maag, multivitamin, balsam, obat luka dan plester. Bila tempat tujuan banyak nyamuk, pertimbangakan membawa lotion anti nyamuk juga.
16. Untuk menjaga lingkungan, sebaiknya membawa sikat dan pasta gigi sendiri.
17. Paspor, kamera, laptop, kunci dan barang-barang berharga lainnya sebaiknya dimasukkan dalam tas tangan.
18. Jika membawa hadiah dalam tas kabin, sebaiknya tidak dibungkus karena petugas biasanya akan memeriksa isi hadiah tersebut.
19. Sediakan juga tas lipat dalam koper sebagai cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan.
20. Koper/tas sebaiknya diberi pita dengan warna menyolok pada pegangannya untuk mempermudah kita mengenali bagasi. Jangan lupa tulis nama dan nomor telepon agar pihak penerbangan dapat menghubungi kita jika bagasi tercecer atau salah tujuan.
Selamat berlibur……………………