Nasi Goreng Keluarga Gho

oleh Lilian Gunawan

Menurut sahibul hikayat, sekitar abad 10, perdagangan antara Tiongkok dan kerajaan Sriwijaya mulai marak dan menjadi semakin intensif pada masa Majapahit di abad 15. Orang Cina mulai berimigrasi dan membawa budaya serta kuliner mereka. Mereka tidak suka membuang makanan, karena itu sisa nasi kemarin, mereka masak menjadi nasi goreng keesokan paginya. Orang setempat kemudian mengikuti dengan merubah resep agar sesuai dengan lidah mereka yang lebih menyukai pedas.

Karena dibuat dari sisa makanan hari sebelumnya, biasanya nasi goreng dibuat dengan campuran sisa ayam atau daging lain ditambah dengan sayur.

Ada banyak variasi nasi goreng seperti nasi goreng dengan ikan asin yang juga sangat disukai. Tetapi tetap saja bumbu yang tidak pernah lepas dari nasi goreng adalah : bawang merah, bawang putih, kecap manis. Teman nasi goreng juga bervariasi mulai dari bawang goreng dan kerupuk yang hampir selalu ada kalau kita makan di warung atau restoran, hingga irisan timun dan tomat. Ada yang memasukkan telur bersama nasi goreng, ada juga yang memisahkan telur sebagai telur dadar ataupun mata sapi.

Ada beberapa jenis nasi goreng yang pernah saya cicipi termasuk yang memakai terasi dan bumbu tom yam. Orang Sulawesi dan Maluku biasanya memakai saus tomat sehingga nasi goreng mereka kelihatan agak kemerahan. Hiyy… saya tak suka, sorry orang Sulawesi dan Maluku. Nasi goreng di Thailand mengandung potongan nenas. Saudara sepupu saya yang tinggal di Medan, Sumatera Utara, menggoreng nasinya dengan ikan teri dan irisan cabe merah, tanpa kecap manis tapi rasanya enak sekali.

Yang tak kalah enaknya adalah nasi goreng resep turun temurun dari keluarga Gho ini.

Bahan : 

3 porsi nasi putih dingin

3 sdm minyak goreng
5 buah bawang merah
​3 siung bawang putih – haluskan
5 lembar kol – rajang halus
Cabe rawit (sesuai selera) – iris
3 butir telur – kocok
Garam, merica, kecap manis, kecap asin (sesuai selera)

Cara :

1. Panaskan minyak di wajan, tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah dihaluskan. Tumis sampai mulai menguning dan wangi.
2. Masukkan rajangan kol. Aduk sampai setengah layu, kemudian masukkan irisan cabe rawit.

3. Pinggirkan kol yang sudah matang dan masukkan telur. Tunggu sampai telur agak kaku, baru aduk dan campurkan dengan tumisan kol tadi.

4. Beri garam dan merica. Masukkan nasi putih dan aduk rata.
5. Campurkan kecap manis dan kecap asin. Aduk dengan api besar.
6. Nasi goreng siap disajikan. Boleh taburi bawang merah goreng jika suka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s