Ambon: Kuliner Dan Souvenir

ditulis oleh : Lilian Gunawan

Foto-foto oleh: Siade dan Lilian

Mengunjungi suatu daerah rasanya tidak afdol jika tidak mampir dan menikmati makanan khas tempat itu. Jadi salah satu agenda utama dalam perjalanan ke Ambon kali ini adalah makan, makan dan makan. Hhmmmm….
Berbekal beberapa informasi dari web dan rekomendasi teman di sana, kami mulai merambah kota dan siap berburu kuliner. Kami mulai petualangan kuliner dengan mampir di salah satu kedai kopi yang cukup mewakili suasana keseharian masyarakat Ambon.

Kedai kopi Sibu-Sibu di jalan Said Perintah. Sibu-sibu artinya sepoi-sepoi. Ini salah satu kedai kopi  yang masuk dalam daftar untuk dikunjungi di web Tripadvisor. Menikmati kopi dan rehat sejenak, membuat semua mata tertuju pada meja kami, apa karena kebetulan siang itu hanya kami pengunjung wanita, ataukah karena penampilan kami yang agak ‘lain’ dari penduduk setempat? Yang jelas kami mendapat perhatian khusus dari pemilik café yang dengan sigap melayani. Jika mampir di sini, jangan lupa memesan kopi rarobang. Kopi jahe dengan campuran rempah-rempah lainnya. Ada rasa kayu manis dan cengkeh di dalam racikannya. Taburan kenari menambah rasa gurih kopi dan memberikan sensasi baru bagi penikmat kopi. Secangkir kopi rarobang yang dibanderol seharga Rp 18.000,- cukup membuat badan hangat setelahnya.

wpid-2014727145010.jpgwpid-2014727143728.jpg
Sebagai pelengkap, anda dapat memilih beberapa penganan di etalase dekat kasir. Ada panekuk, brownies, poffertjes dan kue kenari.
Di dinding terpajang banyak foto para penyanyi asal Ambon yang terkenal. Dari penyanyi kawakan yang merajai blantika musik Indonesia hingga model internasional dari berbagai era.

wpid-2014727142721_1.jpg

Cafe Sibu-sibu wall Panorama di Karang Panjang, sebelah utara kota Ambon, dekat lokasi monumen Christina Martha Tiahahu. Café yang asik untuk menikmati Ambon di malam hari karena berada di perbukitan dan menyajikan pemandangan ke Teluk Ambon yang indah.
Sebelumnya, seorang sahabat mengingatkan saya untuk mencoba papeda. Saya tidak punya bayangan papeda itu makanan jenis apa. Ternyata terbuat dari tepung sagu dan terlihat seperti persis seperti lem kertas. Rasanya tawar. Ternyata butuh keahlian khusus untuk membuat campuran tepung dengan air agar tidak menggumpal.
Papeda biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning atau ikan kuah asam. Kami memesan ikan kuah kuning. Ikan kakap dimasak dengan aneka bumbu, disajikan seperti sup ikan dengan kuah warna kuning. Teman baru kami kemudian memperagakan bagaimana teknik memilin papeda dengan dua buah sendok (seharusnya dengan alat seperti sumpit kayu) dan dengan cekatan memindahkan papeda yang sudah dipilin ke piring makan yang sudah diberi kuah kuning agar tidak lengket di dasar piring. Cara makan papeda yang benar adalah diseruput dan tidak terputus.

Papeda dan ikan kuah kuning
Papeda dan ikan kuah kuning

wpid-papeda.jpg

Rujak di sepanjang pantai Natsepa. Pemandangan deretan kios rujak menyambut pengunjung ketika memasuki areal pantai Natsepa. Dengan Rp 10.000,- per porsi, anda dapat duduk santai di bangku kayu dan menikmati hembusan angin laut sambil makan rujak dan dihibur oleh banana boat yang bersliweran sepanjang pantai. Sibu-sibu artinya sepoi-sepoi.
Bumbu rujak Ambon khas karena ada potongan buah pala yang dicampur dengan irisan gula merah dan kacang tanah goreng. Pelarut bumbu berasal dari buah yang mengandung air seperti belimbing.

Bumbu rujak
Bumbu rujak

wpid-2014729152325.jpg

wpid-2014729152201-1.jpg

New Ratu Gurih di jalan Diponegoro, dekat hotel Amaris. Restoran yang menawarkan menu utama ayam panggang dan ikan bakar dan menu seafood lainnya. Anda akan terkesima melihat berbaskom-baskom ayam yang siap dipanggang di depan ruko. Rasanya memang maknyusss, tidak heran jika resto ini ramai sekali. Jangan lupa memesan otak-otak di sini yang dijual @ Rp 6500, jus gandaria atau jus terung belanda. Kami memesan ikan bandeng rica-rica (bandeng tanpa tulang), sup bibir ikan dan tumis bunga pepaya. Disajikan dengan 4 jenis sambal yang sangat nendang rasanya. Sambal colo-colo yang paling khas, tomat hijau dipotong persegi dengan campuran cabe merah dan bawang, ditambah lagi dengan perasan jeruk nipis dan cacahan daun kemangi.

Imperial di jalan Diponegoro – menyajikan Chinese food. Merupakan salah satu restoran yang cukup terkenal di Ambon dan makanannya juga amboiii.
 Istana Berkat, jalan Diponegoro. Anda juga bisa memesan ikan kuah kuning atau kuah asam di sini selain menu umum lainnya.
Tirta Kencana – dengan penginapan di tepi pantai menuju ke Latuhalat. Menu utama adalah seafood. Duduk makan sambil menikmati deburan ombak dan beberapa anak-anak bermain pasir di tepi pantai.
Alam Hijau – tidak jauh dari bandara Pattimura. Rumah makan kecil tapi bersih dan enak. Ikan kakak tua bakar, tumis bunga pepaya dan jus gandaria, menjadi menu santap siang kami.

wpid-bunga-pepaya.jpg.jpeg

Ikan kakak tua rica-rica
Ikan kakak tua rica-rica

Masih ada beberapa menu wajib yang tidak sempat kami coba, seperti nasi kelapa/ nasi kuning, ikan asap, kue sagu (bagea) dan kue kenari. Ambon adalah penghasil kenari yang paling banyak di Indonesia.

Oleh-oleh Khas Ambon

Ada dua tempat utama jika anda ingin membeli oleh-oleh sebelum pulang. Petak 10, di jalan Petak 10 dan Cahaya Liembers di jalan WR Supratman, dekat Swiss Belhotel. Di kedua tempat ini anda dapat memilih aneka macam untuk dibawa pulang, dari kain tenun, minyak kayu putih, kue-kue khas Ambon (kue kenari, kue tumbu, bagea), mutiara dan aksesoris besi putih.

Cahaya Liembers

Aksesoris besi putih
Aksesoris besi putih

Minyak kayu putih dan minyak cengkeh selalu identik dengan Ambon. Wanginya mendominasi isi koper saya. Aneka kerajinan kerang, dari gantungan kunci, hiasan dinding, hingga bandul kalung, juga merupakan oleh-oleh khas. Kerajinan besi putih dapat ditemui di beberapa lokasi. Mutiara air laut harganya jauh lebih mahal dari mutiara air tawar. Mutiara akan ditimbang dan dihargai sekitar Rp 250.000.- hingga 400.000,- per gram, tergantung dari kualitasnya.
Di daerah Batu Merah, juga ada beberapa kios yang menjual kerajinan kerang dan mutiara.
Tidak banyak toko yang menjual batik motif Ambon. Motif khas dengan gambar ukulele, senjata perang, pala dan cengkeh. Kami menemukan sebuah toko kecil di daerah Soya. Ada foto selebritis yang pernah berbelanja di sini dan dipajang di dinding toko.

Kain tenun Ambon bisa didapatkan di Petak 10. Tidak banyak pilihan karena semakin berkurangnya penduduk setempat yang menenun. Souvenir paling populer adalah aneka kaus bertuliskan Ambon yang dibanderol dari harga Rp 50.000.- hingga Rp 110.000,- tergantung kualitas kaus dan ukuran.

Batik motif cengkeh dan pala
Batik motif cengkeh dan pala
Kain tenun
Kain tenun

Pajangan KerangAda lagi oleh-oleh khas yang cukup populer di Ambon, ikan asap. Biasanya dijual di kisaran harga Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,- per ekor,  tergantung besar ikannya.

Ikan asap
Ikan asap

wpid-img_20140815_173014.jpg

Well, anda siap untuk berkemas dan memasukkan Ambon sebagai salah satu destinasi liburan? Tidak perlu ragu lagi. Ambon menanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s