Depresi Bukan Sih?

Baru-baru ini ada kabar tentang seorang teman yang sudah lama putus kontak dengan saya. Lama tidak ada kabar beritanya, tidak pernah muncul dalam acara reuni atau kumpul-kumpul sambil ngopi bersama, tidak lagi pernah menyapa di media sosial. Tiba-tiba saja kabar yang sampai ke telinga saya, teman ini sedang menjalani terapi dengan psikiater karena dideteksi mengalami depresi.

Perhatikanlah, setiap kali terlontar kata depresi, orang akan mengernyitkan dahi dan berkomentar miring karena depresi bermakna negatif. Sementara yang mengalami depresi sering mengabaikan tanda-tanda yang muncul dan cenderung menyangkal. .Apa sih sebenarnya depresi itu?

Ibu-ibu yang baru melahirkan mengalami situasi yang sangat tidak kondusif dan terasa menekan. Bisa muncul sehari setelah melahirkan atau bahkan dua tahun kemudian. Sang ibu akan menjaga jarak dan membenci bayinya karena merasa kelahiran bayi ini membuatnya terkungkung atau merasa sangat tidak nyaman dengan diri sendiri atau mengganggu kegiatan normalnya. Ini kondisi yang termasuk dalam kategori depresi (postnatal depression).

Depresi merupakan gangguan mental yang mempengaruhi fisik, mood dan pikiran. Bukan sekedar perasaan sedih biasa yang kita rasakan jika ada kejadian yang menyesakkan atau mengecewakan atau perubahan mood saja. Perasaan sedih pada orang depresi akan lebih dalam hingga mengganggu kegiatan hariannya. Ada yang merasa seolah-olah semua orang memusuhinya, merasa tidak berguna lagi, hidup kosong, hilang semangat dan akhirnya berkurung di kamar saja. Tidak percaya diri bertemu dengan orang lain, apalagi menyapa atau berbicara. Menjadi apatis.

Penyebab Depresi

Penyebab depresi pada tiap orang bisa bervariasi, dipicu oleh beberapa sebab dan merupakan kombinasi dari faktor fisik, psikis maupun emosional.

– Kejadian besar yang mengguncang seperti kematian orang dekat, perceraian, diputuskan pacar, pindah rumah, kehilangan pekerjaan, dirampok.

– Perubahan fase kehidupan seperti memasuki masa pensiun atau anak-anak beranjak dewasa dan meninggalkan rumah.

– Peristiwa traumatik seperti pernah dilecehkan, termasuk pelecehan seksual, sering menerima perlakuan kasar baik secara verbal maupun fisik di masa lalu.

– Beberapa kondisi fisik juga dapat memicu timbulnya depresi seperti perubahan hormon pada masa remaja atau menopause, gangguan tidur, menderita sakit yang serius dan perlu pengobatan jangka panjang dan mahal, alkoholisme, ketergantungan obat-obatan dan sebagainya.

Gejala Umum Depresi

Untuk mendeteksi apakah kondisi yang anda alami sudah termasuk dalam kategori depresi atau tidak, ada beberapa gejala umum yang muncul :

– Perasaan dan pikiran
– Tidak bersemangat
– Mudah menangis, marah, mengamuk
– Merasa tidak berguna, kosong, tidak punya harapan
– Selalu berpikiran negatif, cenderung tidak realistis
– Sulit berkonsentrasi dan mengambil keputusan
– Sulit mengingat sesuatu, menjadi pelupa.
– Hilang hasrat untuk berhubungan seks
– Terus dikejar rasa bersalah yang berkepanjangan
– Tidak percaya diri
– Ada keinginan untuk bunuh diri.

Tugas yang biasanya ringan dan sederhana, sekarang terasa sulit dan membingungkan.

Malu bertemu orang lain dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Sulit memulai pembicaraan atau sekedar basa basi.

Gejala fisik

Tidak dapat tidur atau terlalu banyak tidur
Hilang nafsu makan atau malah menjadi rakus
Mulai mengkonsumsi lebih banyak alkohol/rokok dari biasanya
Semakin sering timbul keluhan fisik seperti pegal-pegal, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut.
Gerakan menjadi lebih lambat
Mudah lelah

Semakin banyak gejala yang anda alami, semakin besar kecenderungan anda mengalami depresi. Ingat, depresi adalah faktor utama mengapa orang ingin bunuh diri. Kekecewaan yang mendalam dan perasaan tidak berharga membuat bunuh diri seolah-olah menjadi satu-satunya jalan keluar dari masalah yang dihadapi.Ini dampak yang paling parah dari kondisi depresi, jadi jangan anggap sepele setiap kali keluar ucapan ingin bunuh diri, sering menulis status yang bertendensi pada kematian atau tanda-tanda mencurigakan lain yang mengarah pada keinginan bunuh diri. Indikasi yang sangat serius dan menjadi gong utama yang harus menyadarkan kita bahwa orang ini butuh bantuan segera.

Tips Penanganan
Perhatikan tanda-tanda yang muncul pada orang tersebut. Pelajari juga apakah depresi itu dipicu oleh faktor fisik atau psikis.

Hubungi dan kunjungi psikolog atau psikiater untuk mengetahui sejauh mana tingkat depresinya.

Treatment tergantung pada seberapa berat kondisi depresi yang dialami dan terapis akan menentukan apakah perlu diberikan obat-obatan antidepresan atau tidak.

Olah raga, merubah gaya hidup, makanan yang bergizi, juga dapat membantu meringankan kondisi depresi.

Butuh dukungan sosial untuk penyembuhan. Bergabung dengan komunitas, menambah teman baru, curhat pada teman.

Penanganan depresi butuh waktu dan kesabaran untuk mengembalikan rasa percaya diri dan semangat hidup si korban depresi. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat diperlukan.

Tidur yang cukup. Jika waktu tidur tidak cukup, depresi akan semakin memburuk karena kurang tidur membuat mood gonjang-ganjing dan letih yang berkepanjangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s