Ketika Kesetiaan Menjadi Suatu Pilihan

Zaman sekarang ini, rasanya kata kesetiaan hanya ada dalam lagu-lagu cinta atau rohani (untuk kesetiaan terhadap Sang Pencipta). Betulkah? Kenapa kesetiaan dalam dunia nyata menjadi semakin langka dan yang populer dan hip, justru perilaku selingkuh?

Orang yang punya selingkuhan (bahasa gaulnya cem-cem-an) nampak begitu bangga dan merasa keren dan lebih bergengsi, apalagi jika telah berusia di atas 40an. Bangga karena di usia paruh bayapun masih ‘laris’. Selingkuh seakan-akan menjadi multivitamin dan pendorong semangat hidup. Perhatikanlah, dari jajaran pejabat eselon tinggi, direktur perusahaan multinasional sampai ke kelas pembantu rumah tangga atau pedagang sayur di pasar tradisonal, banyak kasus selingkuh. Bahkan ada teman yang dengan santainya sharing bahwa dia sengaja berselingkuh terlebih dahulu sebelum suaminya berselingkuh. Jadi, dia tidak akan merasa sakit hati jika suatu hari terkuak kasus perselingkuhan pasangannya. Duh…gejala apalagi ini?  Mengapa selingkuh seakan-akan menjadi sesuatu yang lumrah dan biasa saja, bukan hal yang harus ditutup rapat-rapat?

Apa sih sebenarnya latar belakang perilaku selingkuh itu? Semuanya kembali pada faktor kesetiaan pada pasangan. Setia artinya komit pada janji, patuh, taat, tidak berpaling pada lain hati  atau menduakan. Pada saat kita menjatuhkan pilihan untuk berkomitmen pada seseorang, apakah itu untuk status pacar atau suami/isteri, kita pasti tidak ada rencana untuk berselingkuh. Berjanji untuk tetap setia pada pasangan.

Seiring berlalunya waktu, banyak pengalaman yang kita lalui bersama, banyak orang keluar masuk dalam hidup kita, ada yang menggetarkan hati dan sangat menggoda untuk didekati, apalagi di saat hubungan dengan pasangan sudah hambar,  kesetiaan menjadi goyah dan lama-lama terkubur.

Masihkah kesetiaan itu diperlukan? Dinastuti, M.Psi, seorang psikolog klinis yang telah menulis beberapa buku seputar self-help, mengatakan bahwa kesetiaan adalah pengikat cinta antara dua individu. Seperti banyak didengungkan, jatuh cinta itu gampang, mempertahankan cinta yang sulit. Cinta hanya bertahan 2-3 tahun saja, selebihnya, komitmen dan tanggung jawab yang membuat kita harus tetap setia bertahan, tidak berpaling ke target yang lain.  Kesetiaan itu menunjukkan eksklusivitas. Perhatian dan kasih sayang yang khusus untuk seseorang, bukannya dibagi  berapa persen untuk pasangan, berapa persen untuk selingkuhan dan mengaku dapat mengatur hati dan sikap serta sudah terlatih untuk mencari alibi.

Faithful

Kebutuhan akan kehadiran orang ketiga sebagai penyeimbang, sebagai oase, memang kadang dibutuhkan sejauh tidak sampai mengganggu hubungan dengan pasangan resmi. Paling tidak kita memiliki seseorang untuk tempat sharing.

Sebenarnya apakah ada batasan suatu hubungan dengan pihak lain dikategorikan sudah dalam ranah berselingkuh atau tidak? Apakah jika kita hanya bertemu, makan dan mengobrol atau  sekedar berkirim pesan sampai curhat via facebook atau chatting dengan mantan pacar atau seseorang yang menggetarkan hati (bukan untuk urusan pekerjaan), sudah dianggap berselingkuh dan tidak setia? Ataukah selama tidak ada terjadi kontak fisik antara dua pribadi tersebut, kita anggap hubungan masih aman?

Setiap orang memiliki pagar dan batasan sendiri bagi dirinya dan orang lain sulit untuk memberi judgement suatu tindakan sudah termasuk berselingkuh, tidak setia atau masih normal. Jadi, terlepas dari bagaimana pandangan orang lain terhadap bentuk kesetiaan, akhirnya semua kembali pada diri kita sendiri. Jika kita memilih untuk setia dengan batasan yang telah ditetapkan , jalankanlah dengan sepenuh hati karena kesetiaan sebenarnya adalah suatu pilihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s